Tips Mencari Beasiswa dan Persiapan Mendaftar Beasiswa

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganTips & Trik

Tips Mencari Beasiswa dan Persiapan Mendaftar Beasiswa

tips mencari beasiswa, persiapan mendaftar beasiswa dan persiapan setelah menerima beasiswa

Ada banyak cara dalam memilih beasiswa. Berikut Tips Mencari Beasiswa dan Persiapan Mendaftar Beasiswa hingga Persiapan Setelah Menerima Beasiswa. Semoga bermanfaat.

Tips mencari beasiswa bisa dibagi ke dalam beberapa hal. Misalnya berdasarkan jurusan yang diinginkan, berdasarkan negara yang dituju dan lain-lain..

Tips Mencari Beasiswa

Berdasarkan Jurusan

Sebagian orang memilih beasiswa karena ingin mendalami bidang tertentu yang super spesifik, misalnya nano biologi. Tidak masalah studinya di negara mana. Lalu apa yang mereka lakukan?

Yang harus dilakukan adalah membuat data universitas yang memiliki program yang diingini, kemudian lihat kemungkinannya, adakah
beasiswa yang bisa mendukung untuk ambil program itu di universitas yang diinginkan.

Harap diingat, meskipun namanya sama, belum tentu muatan materi ajarnya sama. Ambil contoh misalnya gender studies. Ternyata banyak mainstreamnya seperti women studies, gay studies, domestic violence, gender in development dst. Banyak universitas yang sama nama programnya tapi dari mata kuliahnya akan terlihat lebih berfokus ke mana. Ini yang seringkali tidak diantisipasi oleh pendaftar (termasuk saya sendiri).

Survey yang akurat dan komprihensif diperlukan, pastikan kita tahu betul apa muatan jurusan yang dituju, karena biasanya pada saat wawancara kita juga harus bisa menjelaskan kenapa kita mau ambil bidang itu di universitas itu

Berdasarkan Negara

Sebagian orang terobsesi ingin sekolah di negara tertentu. Maka yang harus
dilakukan adalah mencari beasiswa yang tersedia dari negara yang
bersangkutan. Seringkali sebuah negara memberikan lebih dari satu skema
beasiswa. Australia misalnya memberikan beasiswa melalui ADS, tetapi juga ada IAFTP. Selain itu universitas Australia juga memiliki skema beasiswanya sendiri.

Berdasarkan beasiswa yang tersedia

Banyak orang mendaftar beasiswa berdasarkan tawaran yang tersedia. Ini biasanya terjadi kalau ada beasiswa besar yang memulai seleksi seperti ADS dan Stuned. Dalam hal ini kemampuan untuk memperoleh informasi sangat berperan.
Banyak orang tertarik mendaftar karena memperoleh informasi beasiswa yang ada ternyata cocok untuk mereka. Sering-sering saja mengikuti
email-email yang muncul di milis beasiswa. Kalau ada yang kira-kira menarik, kita memenuhi syarat, daftar saja.

Harap disadari, biasanya informasi datang biasanya mepet atau sudah terlambat, jadi biasakan sedia payung sebelum hujan. Selalu siapkan ijasah IELTS/TOEFL yang masih valid dan referensi – referensi yang bisa disisipkan.

Berdasarkan jumlah nominal beasiswa

Biaya hidup di luar negeri biasanya lebih tinggi dari di Indonesia dan
banyak beasiswa hanyalah parsial atau mengikuti UMR negara setempat, jadi hidup pas-pasan. Beasiswa parsial biasanya hanya memberikan gratis uang sekolah, gratis uang sekolah dan uang saku tapi tidak mengganti tiket,
gratis uang sekolah dan akomodasi tapi tidak memberi uang saku dst.

Pelajari betul skema beasiswa yang diminati, apa saja yang tercover. Kalau memang mau nekat ambil beasiswa parsial, selidiki betul bagaimana menutup kekurangan beasiswanya. Apakah ada badan lain yang dapat membantu (termasuk orang tua, pasangan, jual property dst) ataukah universitas sendiri dapat membantu.
Pengalaman pemenerima beasiswa AMINEF beasiswanya memang
kurang, tapi universitas tujuan biasanya membantu dgn memberi pekerjaan sebagai asisten dst.

PERSIAPAN MENDAFTAR BEASISWA

Tips mencari beasiswa selanjutnya adalah persiapan mendaftar beasiswa. Ketika memilih sebuah beasiswa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperbesar kemungkinan kita untuk mendapatkan beasiswanya. Karena kesempatan beasiswa hanya datang setahun sekali, harus sangat berhati-hati memilih dan mendaftar beasiswa.

Lihat kemampuan dan kesiapan diri sendiri

Kalau ada tawaran beasiswa, harus ada koreksi diri yang jujur. Apakah anda memenuhi syarat terutama dalam hal usia, pekerjaan, latar belakang
pendidikan, pendanaan, kesehatan dst. Misalnya, kalau memang tidak punya cadangan dana hindari beasiswa yang parsial, kecuali kalau memang siap menghadapi resiko kesulitan finansial di negara orang (meskipun biasanya akhirnya teratasi).

Kalau memang punya bayi dan beasiswa yang didaftar tidak mengcover keluarga lalu merasa tidak siap meninggalkan keluarga ya jangan
daftar dulu, mungkin ditunda sampai anak lebih besar. Pikirkan baik-baik,
dapatkah meninggalkan keluarga, pekerjaan, kampung halaman dst.

Pindah ke suatu tempat yang tidak kita kenal, jauh dari keluarga tidak mudah, apalagi kalau kita tidak menguasai bahasa setempat. Pertimbangkan juga stress yang akan muncul kemudian, homesickness
dst. Ketika sudah mengambil keputusan, ‘deal with it’, jangan cengeng di
negeri orang yang akhirnya akan merepotkan komunitas Indonesia di sana.

Lihat posibilitas untuk mendaftar

Hampir tidak mungkin mendaftar beasiswa tanpa restu dan ijin atasan. Sebelum mendaftar, yakinkan bahwa atasan (artinya bos, pasangan dan keluarga) itu mendukung. Ada banyak masalah dimana atasan tidak mengijinkan (alasannya bisa karena sirik, gak mau kehilangan staf, dst.)

Pahami betul persyaratan beasiswa yang akan didaftar

Setiap beasiswa ada peraturannya sendiri. Ada yang menetapkan batasan usia, hanya terbatas untuk bidang tertentu, hanya untuk kalangan tertentu
(berdasarkan geografis, agama, etnis, status pekerjaan dst), harus punya
pengalaman kerja minimal berapa tahun, dst. Pastikan bahwa kita memenuhi semua kriteria yang diminta, karena seleksi awal adalah kelengkapan dokumen.

Pahami betul aplikasi beasiswanya

salah satu hal penting dalam tips mencari beasiswa adalah penulisan
motivation letter,Kebanyakan beasiswa menilai kualifikasi pendaftar dari motivation letter. Banyak motivation letter dari pendaftar beasiswa Indonesia itu isinya bertele-tele, padahal kalau disaring tidak ada isinya. Biasakan mengisi motivation letter itu singkat dan padat, jadi yang membaca langsung mengerti apa yang mau disampaikan, kualifikasi pendaftar dst.

Harap diingat bahwa penyeleksi beasiswa itu harus membaca ribuan
aplikasi, jadi seleksi pertama biasanya kelengkapan dokumen, setelah itu
baru motivation letter dibaca. Salah satu hari seorang penyeleksi harus
membaca puluhan motivation letter. Kalau motivation letter kita tidak jelas,
kemungkinan langsung dicoret.

Dalam mengisi formulir beasiswa sebaiknya berkonsultasi dengan orang2 yang pernah memperoleh beasiswa itu karena mereka mungkin punya jurus-jurus jitu yang tidak kita sadari.

Jangan lupa memenuhi semua persyaratan beasiswa. Kalau yang diminta international TOEFL, pastikan yang dikirimkan adalah international TOEFL, jangan yang institusional. Kalau diminta tiga referensi, pastikan memang menyertakan tiga referensi. Sebaiknya referensi itu minimal satu dari atasan. Pastikan aplikasi lengkap waktu dikirim dan dikirim sebelum deadline, dst.

Persiapkan peralatan tempur

Salah satu tips mencari beasiswa itu lebih dari sekedar cari bidang yang diingini dan isi formulir. Ketika kita sudah merasa siap mental untuk mendaftar selidiki budaya dan kebiasaan masyarakat negara tempat tujuan, supaya kamu bisa mengantisipasi kondisi di sana.

Dalam setiap wawancara, ada beberapa pertanyaan yang intinya ingin menguji kesiapan mental kita untuk tinggal di negara orang dan pengetahuan kita terhadap kehidupan sosial di sana. Setiap wawancara pertanyaannya standar, di sana mau kuliah apa, kenapa ambil kuliah itu, bagaimana nanti mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, dst. Lakukan persiapan yang matang sebelum maju wawancara

PERSIAPAN SETELAH MENERIMA BEASISWA

Ada dua hal penting setelah berhasil menerapkan tips mencari beasiswa dan berhasil mendapatkan beasiswa luar negeri yang diinginkan. Persiapan yang harus dilakukan: persiapkan diri, dan persiapkan
orang lain.

Persiapan diri yang matang

Persiapan diri ini tidak hanya sebatas membuat data barang yang harus
dimasukkan ke dalam koper, tapi juga harus paham bagaimana budaya dan
kebiasaan masyarakat setempat, keberadaan masyarakat Indonesia di sana,
penginapan hari-hari pertama dimana, iklim dst. Sebelum berangkat harus
sudah punya daftar kegiatan yang akan dilakukan, alamat-alamat yang harus dituju, mesti lapor diri di universitas kapan, dan seterusnya.

Sekolah di luar negeri itu bukan cuma untuk menambah ilmu, tetapi juga
menyelami bagaimana kehidupan di negeri sana. Jadi kalau sekolah di luar,
jangan cuma berkumpul dengan sesama orang Indonesia tapi berinteraksilah dengan masyarakat lokal, mengasah kemampuan berbahasa asing dan menyelami serba serbi masyarakat setempat. Itu adalah bagian proses pembelajaran.

Dari banyak mengamati, diskusi dan berinteraksi, kita akan belajar banyak hal yang tidak akan kita dapat dari textbook. Jangan lupa banyak jalan-jalan, mumpung sudah sampai sana. Menabung memang perlu, tapi jangan kelewatan.

Persiapan keluarga yang akan dibawa atau ditinggalkan

Kalau mau bawa keluarga, persiapkan betul mental mereka juga. Biasanya masalah timbul pada anak yang dibawa oleh orangtuanya. Banyak di antaranya yang mengalami stress, baik jika anak dibawa bersekolah
ataupun ditinggal di rumah. Anak ternyata banyak merasa tersisihkan dalam proses pindah, karena merasa tidak diajak kompromi, merasa terenggut dari dunia yang dia kenal dan ditempatkan di tempat asing, kemudian dia akan mengalami stress kedua saat harus kembali ke Indonesia.

Ketika anak ditinggalkan, ia akan merasa terbuang, bahwa orang tuanya tidak mencintainya ketika mereka pergi sekolah. Memberikan pemahaman pada anak sering butuh waktu yang panjang (hal yang sama juga berlaku untuk orang tua).

Biasanya kalau suami yang membawa istri tidak masalah karena istri biasanya lebih menerima dan mendukung suami. Biasanya suami-suami ini mengalami masalah pada makanan, karena banyak yang tidak bisa masak dan baru membaik saat istrinya tiba.

Sayangnya kebalikannya tidak selalu sama. Ada banyak suami-suami yang jadi pengangguran di luar negeri sering frustrasi karena bosan tidak melakukan apa-apa, banyak yang tidak bisa komunikasi dengan
masyarakat luar. Banyak istri mengeluh karena setelah suami tiba
pekerjaan bertambah, capek sekolah seharian, sampai di rumah masih harus masak, beres-beres rumah dst. Meskipun banyak juga yang suaminya berubah jadi pinter urus anak, pinter masak dst. Kalau mau bawa pasangan, lihat baik-baik karakter pasangannya, kalau tipe yang bikin repot, lebih baik ditinggal saja di rumah.

Itulah tips mencari beasiswa, persiapan pendaftaran beasiswa dan persiapan setelah dinyatakan menerima beasiswa. Semoga bermanfaat bagi teman-teman. Jika ada tips lain, silakan tuliskan di kolom komentar yah

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.