#dearkamu

Surat Cinta Yang Telat [1]

            Dear Matahujan..

 

seperti saya sering memanggilmu, saya menuliskan ini surat cinta yang telat ini saat langit bergemuruh dan menurunkan hujan yang pekat. matahujan, betapa saya menyukai bunyi nama ini. itulah alasan satu-satunya kenapa saya memanggilmu matahujan. mungkin juga disertai harapan, bahwa kelak dirimu menjadi mata hujan, sumber kebahagiaan kita dan anak-anak kelak. amin.

surat ini, sebenarnya, adalah upaya untuk memenuhi janji yang bertahun lalu tak tunai. mungkin kau sudah lupa jika saya pernah berjanji untuk membuatkanmu 1000 puisi. saat itu, saya begitu muda dan mudah terbakar api asmara hingga menjanjikanmu sesuatu yang tak mungkin saya tunaikan. begitulah cinta, ia membuat seseorang melampaui batas kemampuannya.

pun, pernah kita berjanji untuk saling menuliskan surat di setiap hari rabu. janji itu terucap setelah kita menamatkan ‘wednesday letters’. kita, atau hanya saya saja yah yang berjanji? belakangan saya memang jadi pelupa. bahkan, nama pengarang buku itu pun tak saya ingat sekarang.

keinginan menulis surat belakangan ini muncul kembali dan menguat kemarin, yang bertepatan pada hari rabu. sayang, keinginan itu tak terwujud. seperti kau tahu, seharian kemarin saya bertemu dengan 4 klien (sebutlah seperti itu). seharusnya ada 5 tapi semalam kantuk menyerang begitu cepat dan saya membatalkan janji terakhir.

surat ini akan jadi yang pertama dan semoga bukan yang terakhir. saya tak berani lagi menjanjikanmu sesuatu. semakin banyak janji, semakin banyak yang saya ingkari nanti. pun, surat-surat berikutnya mungkin tak akan rutin menjumpaimu setiap rabu. sebisa mungkin saya akan mengabarimu sesering saya mampu.

 

i’ll reach you as i can, as u wish.

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.