Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran.

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

BukuGaya Hidup

Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran.

Deskripsi
SOE HOK GIE, CENDEKIAWAN MUDA YANG TEWAS DI PUNCAK GUNUNG SEMERU 16 DES ’69, CATATAN HARIANNYA DITERBITKAN LP3ES : SOE HOK GIE, CATATAN SEORANG DEMONSTRAN. (PT)
Image hosting by TinyPic
(ini versi terbaru, dicetak ulang bersamaan dengan film GIE yang diperankan oleh Nicholas Saputra)

SEORANG filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua.

Yang menulis itu, Soe Hok Gie, cendekiawan muda Sarjana Sastra UI, yang tewas di puncak Gunung Semeru 16 Desember 1969 — sehari sebelum usianya genap 27 tahun. Ia menuangkan pikirannya itu pada tanggal 12 Januari 1962, ketika umurnya belum lagi 20 tahun, seperti dapat dibaca dalam rangkaian catatan hariannya yang baru diterbitkan LP3ES: Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran.

Dalam buku saku setebal 400 halaman lebih itu, Hok Gie secara cermat mencatat rangkaian kejadian dan nama. Ia menyinggung antara lain gagasan Prabowo membentuk Korps Pioneer (hal. 308, Minggu 18 Mei 1969).

Prabowo yang dimaksud tak lain dari menantu Pak Harto yang kita kenal sekarang.

Buku harian itu banyak menyebut nama Arif Budiman (kakak kandung penulisnya), PK Oyong, Nono Anwar Makarim, Jakob Oetama, Prof Sumitro Djojohadikusumo, Harsya Bachtiar, Mochtar Lubis serta sejumlah nama dari pelbagai kalangan. “Dia (Soe Hok Gie)” adalah seorang jujur dan berani. Dan mengerikan, karena ia maju lurus
dengan prinsip-prinsipnya tanpa kenal ampun. Maka sering kali ia bentrok karena dianggap tidak taktis,” tulis Nugroho Notosusanto di Kompas 26 Desember 1969 — yang tercantum di kulit belakang buku itu.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.