Sajak Pernikahan Dari Seorang Lelaki Yang Tak Romantis

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganWarita

Sajak Pernikahan Dari Seorang Lelaki Yang Tak Romantis

Sajak Pernikahan - Asfriyanto Daeng Rewa
Ini tentang Sajak Pernikahan – Hadiah Terindah Bagi Pasangan yang pernah dihadiahkan seorang lelaki pada calon istrinya. Apa yang lebih indah dari itu?
Serombongan teman menjemput sore tadi. Lalu saya pun dibawa mereka ke sebuah dusun. Sebuah pesta pernikahan sedang berlangsung di sana. Seorang (lagi) teman menikah.. Pernikahan adalah sesuatu yang lazim sebenarnya. Sesuatu yang biasa.
Seperti halnya, adalah lazim menjadikan pernikahan sebagai sebuah lelucon. Dan, kami melakukannya sepanjang perjalanan dari kota Bulukumba menuju Dusun Kambuno, Kec. Tanete. Lelucon selalu membutuhkan korban, dan korban kami sepanjang perjalanan adalah, tentu saja, yang belum menikah.
Dan, di dalam mobil hanya saya dan seorang teman yang belum menikah. Jadilah kami ‘objek penderita dan pelengkap’ lelucon. Pernikahan teman, seringkali menjadi ‘ancaman’. Semacam sumber kecemasan. Menjadi semacam tanda betapa waktu berjalan dengan cepat. Juga menyisakan kegelisahan bagi yang belum menikah.
Cemas, karena akan jadi ‘objek’ lelucon. Sebagian menjadi gelisah, belum menikah sementara satu per satu teman-teman telah menunaikannya. Mungkin pula, ada penyebab lain.
Apalagi teman yang melangsungkan pernikahan ini adalah salah satu ‘alarm’ kami. “Saya baru gelisah (belum menikah), kalo si A dan si B yang menikah.” Begitu biasanya guyon kami. Kami memiliki dua teman seperti ini. Teman-teman ‘alarm’ ini biasanya adalah mereka yang terlihat cuek akan pernikahan.
Jangankan pernikahan, soal pacar pun jarang mereka bicarakan.
Kegelisahan itu pula yang dirasakan teman tadi dalam mobil. Ia gelisah dan tak dapat menyembunyikannya, -mungkin,- karena ‘alarm’ kami tersisa satu orang. Jadilah ia bulan-bulanan lelucon. Saya, yang harusnya menjadi korban, ikut mengoloknya.
Saya menulis catatan ini, sebenarnya bukan untuk membahas lelucon pernikahan.  Judul catatan ini Sajak Pernikahan, sebuah sajak yang saya kutip dari buku kumpulan sajak yang dijadikan mahar pernikahan teman tadi.
Berikut saya tuliskan Sajak Pernikahan itu:
Pernikahan
sejak seorang pengelana menyebut
pernikahan adalah ikatan
sejak itu pula kulepas simpul yang
paling mengikat
sejak seorang bijak menyebut
pernikahan adalah janji
sejak itu pula kubungkam kata-kata
yang paling suci
namun ketika kau menyebut
pernikahan adalah tentang kau dan aku
sejak itu pula segala aku segala kau
mengikat janji menjadi: kita
[Asfriyanto Dg. Rewa]
Sebuah buku, adalah hal istimewa, apalagi dijadikan mahar pernikahan. Terlebih, teman yang melangsungkan pernikahan ini bukanlah orang yang romantis. Paling tidak itu yang terlihat selama saya mengenalnya sejak jaman maba dulu. Kami sangat dekat, namun ia tak pernah membicarakan perempuan apalagi pacarnya. Baginya, itu hal yang sangat pribadi.
Dan, kini ia menikahi perempuan yang telah ia pacari selama 11 tahun dengan mahar sebuah buku kumpulan sajak.. Sepanjang perjalanan pulang, saya menyimpan rasa iri padanya. Setiap bertemu dengannya, saya selalu mengomporinya tuk segera menikah. Setelah ia menikah, saya seperti terbakar api kompor sendiri..
Saya sudah menyiapkan beberapa sajak pernikahan yang rencananya saya bukukan sebagai mahar kelak. Mahar pernikahan, yang entah….
July 27, 2011

Comments (8)

  1. Duwhhh, tulisan ini 😐

  2. “saya seperti terbakar api kompor sendiri”
    sangat menyukai bagian ini hahahah….

    “pernikahan tentang kau dan aku”
    jadi ingat dengan film Sex n The City 1. Ada bagian dimana si Mr. Big meyakinkan Carrie sebelum menikah kalo dalam pernikahan mereka nanti harus betul2 tentang dia dan carrie saja…Hmm love it, i mean i love this writing..:)

  3. Hahaha.
    Coba jalan pintas ces: mintakki sama ortu ta’…biasanya ada korek yg siap dipantik utk membakar kompor 🙂

  4. waw … saya tak bisa berkata-kata 🙂 sangat menyentuh blah.

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.