Catatan Ringan

Postingan Awal Blog dan Hal Alay Lainnya.

Bergabung dengan whatsapp grup yang tepat memang akan menghasilkan hal dan energi positif. Tulisan yang saya beri judul Postingan Awal Blog dan Hal Alay Lainnya ini, misalnya.

Adalah grup Whatsapp Bloglist Blogger Makassar yang membuat saya kembali menengok blog yang lama terabaikan. Terhitung selama dua tahun (2017 – 2018) saya hanya mampu memosting 26 artikel. Berarti per bulan hanya satu postingan jika mau diratakan. Berbanding terbalik dengan tahun 2015 di mana saya bisa memosting 91 postingan hanya dalam waktu delapan bulan.

Entah siapa yang memulai dan dari topik pembicaraan apa hingga percakapan dalam grup yang berisi blogger-blogger Makassar itu kemudian menjadi membahas postingan-postingan awal blog mereka. Hampir semua dari yang ikutan percakapan itu mengaku kalau tulisan awal mereka itu alay pada jamannya.

Saya sendiri menjadikan postingan – postingan lama, juga catatan di diari lama yang masih tersimpan, sebagai obat pengusir galau. Begitu membacanya, langsung tertawa sendiri. Menertawakan diri dan ke-alay-­an masa-masa labil. Segala macam masalah langsung lenyap saat itu.

Beberapa teman mengaku masih bisa menyelamatkan postingan awal blog mereka meski tidak mau membagikannya. Hahaha. Sayangnya, tak semua bisa menyelamatkan tulisan atau postingan awal blog mereka, padahal dari tulisan awal – awal itu kita bisa melihat perkembangan tulisan mereka dari waktu ke waktu.

Percakapan itu membuat saya penasaran, seperti apa postingan awal blog saya sendiri. Blog yang sedang kamu baca ini adalah blog keempat. Sebelumnya ada dua blog pada masa saya ngeblog, kisaran tahun 2000an awal. Kedua blog itu sendiri sudah almarhum.

Untungnya, saat membuat blog baru yang sudah menggunakan domain sendiri, saya masih bisa menyelamatkan beberapa postingan dari salah satu blog dan menyalinnya ke dalam blog ini. Jika mau meluangkan waktu membuka arsip blog ini, kamu akan menemukan titi mangsa November 2004 sebagai awal blog ini.

Postingan – postingan pada November 2004 itu adalah postingan – postingan dari dua blog sebelumnya. Sudah tidak sesuai dengan urutan waktu penulisan sehingga sulit menentukan yang mana postingan pertama saya saat benar – benar mulai ngeblog. Namun, seperti pada awal yang saya bilang, saya pun alay saat itu.

Sekadar bernostalgia, saya akan membagikan beberapa postingan beberapa dari postingan awal blog saya ini. Jadi, tak perlu sampai mencarinya ke dasar blog ini yah..

Postingan awal blog ini adalah sebuah puisi. Iya, kalian tak salah baca. Dulu saya memang suka menulis dan meniatkannya jadi puisi. Sayangnya, semua jadi puisi gagal. Hahaha.

Ada tujuh puisi yang saya unggah bersamaan pada tanggal 28 November 2004. Satu postingan lagi pada tanggal 30 November 2004 adalah catatan seorang teman yang saya salin di blog ini. Kalian bisa membacanya di Arsip Lelakibugis November 2004.

Bagi yang tidak mau bersusah payah, saya bagikan dua puisi itu di antaranya. Paling tidak ada yang menemani saya merasa gele’ – gele’ dan geli sendiri membacanya.

postingan awal blog lelakibugis ini bertitimangsa 28 November 2004
postingan awal blog lelakibugis ini bertitimangsa 28 November 2004
postingan awal blog lelakibugis ini bertitimangsa 28 November 2004

postingan awal blog lelakibugis ini bertitimangsa 28 November 2004

lalu ada sebuah aforisma yang saya beri judul Genangan Waktu

Genangan Waktu – @lelakibugis

Ada pula sebuah upaya menulis catatan sehabis menonton Inception, film keren yang dibintangi Leonardo Dicaprio, yang ujungnya kata teman jadi curhat. Postingan itu saya beri judul Memilah Kenangan dan Harapan. Sila diklik jika berkenan.

Selain postingan awal blog saya di atas, ada juga postingan awal blog dari seorang teman yang menurut saya tidak alay sama sekali. Bahkan bagus untuk ukuran postingan pertama. Silakan buktikan sendiri di Berilah Waktu Untuk Waktu punya dr. Chinta.

Okay, itu sedikit catatan tentang betapa alay-nya saya saat awal ngeblog. Ada komentar? Kalau ada yang mau cerita soal postingan awal blog-nya juga boleh banget loh..

Comments (12)

  1. Puisi-puisinya keren kak. Dan genangan waktu paling saya suka. Kenangan akan selalu ada…. 😊

  2. Deh tidak alay-alay bangetji kapang. Kusuka puisita, tapi puisi yang berjudul ” Maya: Selamat Terlahir Kembali.” Gele-geleka bacai, ahahaha….
    Sayaji kapang di yang parno

  3. Gele-gele tojeng ka baca itu puisi Maya. Tercium aroma pornografi.

    Itukah Maya yang pernah dibahas di postingan yang lain, yang tentang wanita prostitusi?

  4. Wih puitis ta’ dih …
    Tapi kenapa gelap dan kelam begitu puisi Benamkan Saja Belati Itu? Lagi patah hati?

  5. Zaman kita dulu, postingan perdana mungkin alay karena ngeblog masih samar-samar.

    Nah sekarang, orang kalau mau mulai ngeblog pasti sudah banyak contoh dan mereka sudah malu kalau memulai dengan gaya alay.

  6. Apakah ini Maya yang sama dengan yang di kafe depan hotel itu?

    Blog pertamaku juga berisi puisi-puisi dan fangirling grup band idola. Tapi tak terselamatkan karena platform nya sudah tutup, hihihi.

  7. Saya nulis apa ya diawal ngeblog. Sepertinya saya juga alay. Itu puisi Maya. Sukaku. Walopun saya nda bisa buat puisi tapi puisi yang agak ‘gele’ tapi kalo ditulis pake bahasa yang pas ya bagus saya baca. Saya paham.
    Btw, puisi itu mi lahir saat masa masa galeter kapang di.

  8. Semua orang pernah alay pada zamannya. Masalahnya, ada yang tersimpan rapi jejaknya, ada jga yang hilang ditelan zaman.

    Btw, dari kemarin-kemarin say selalu baca bertitimangsa, artinya apa? Bertanggal?

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.