Fakhrurosi, Sweet Child O’Mine Pentas Anak Makassar

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Kata KotaKomunitas

Fakhrurosi, Sweet Child O’Mine Pentas Anak Makassar

Fakhru Rozy dalam Pekan Anak Makassar 2015

Petikan gitar Sweet Child O’Mine membelah udara Arcade Mall Ratu Indah di sore yang mendung.  Minggu, 13 Desember 2015, sebuah panggung kecil berdiri dengan latar backdrop Pentas Anak Makassar 2015.

Di samping panggung, sebuah pelontar suara berdiri. Dari sanalah lagu kepunyaan Guns N Roses itu mengalun. Panggung itu kosong. Tak ada sesiapa. Kecuali seorang anak kecil di balik sebuah drum set.

Anak kecil itu bernama Muhammad Fakhrurosi Islama Syam. Ia kerap dipanggil Fakhru oleh keluarga dan teman – temannya. Usianya baru 11 tahun.  Siswa kelas 6 (enam) SD Al Azhar Makassar ini dengan piawai menggebuk drum memainkan salah satu lagu legendaris milik salah satu band legenda musik rock itu. Fakhru mulai menyukai drum sejak ia berusia sangat dini. “Saya suka drum sejak umur empat tahun,” akunya. Ibunya, Bunda Ama mengiakan, dari dulu (sejak kecil) Fakhru suka memukul – mukul pahanya pakai tangan kalau sedang mendengar musik. “sejak umur 3 tahun sih seingatku.. kalo naik angkot trus angkotnya putar musik ya dia begitu” ungkap Ibunya.

Melihat minat Fakhru pada musik, Ibunya kemudian membelikan Fakhru mainan piano, gitar dan drum. Ternyata, Fakhru lebih menyukai drum. Fakhru kemudian belajar memainkan drum pada usia 10 tahun pada seorang pamannya yang juga seorang drummer. Kecintaannya pada drum membuat ia meminta hadiah ulang tahun sebuah drum set pada kedua orangtuanya. Melihat keseriusan sang anak untuk belajar main drum, kedua orangtua Fakhru kemudian meluluskan permintaan anak semata wayang mereka. “Kami juga kasihan liat dia suka pinjam drum milik om-nya untuk belajar” tutur sang Ibu.

Maret 2015, sebulan sebelum Fakhru berulangtahun yang kesebelas, mereka membelikan Fakhru sebuah drum set minus cymbal. Tapi tanpa cymbal, apalah arti sebuah drum? Fakhru kemudian melengkapi drum hadiah ulang tahun itu dengan membeli cymbal set menggunakan uang tabungannya sendiri. Uang tabungan itu ia dapatkan dari ‘menodong’ kakek – neneknya. Selama  dua bulan, Fakhru menabung dengan tidak menggunakan uang jajannya. Juga menginap di rumah sang nenek. Melihat keseriusan sang cucu dalam menabung, nenek Fakhru pun seringkali menambahi uang tabungan cucunya. Pada bulan Mei 2015, satu set cymbal pun akhirnya terbeli dengan menggunakan uang tabungan.

Fakhru dan drum kesayangannya.
Fakhru dan drum kesayangannya.

Maret 2015 seiring dengan adanya drum set hadiah ultah itu, Fakhru kemudian belajar main drum dengan lebih serius. Kedua orangtuanya menghadirkan guru drum privat ke rumahnya setiap pekan. Sekali dalam sepekan, Fakhru belajar drum selama dua jam. Untuk cymbal, Fakhru terpaksa meminjam kepunyaan sang paman.

Selama dua bulan, sang ayah dan paman bergantian membawakan cymbal itu. “Kadang ayahnya yang datang ambil di rumah om-nya, kadang om-nya yang bawa ke rumah” tutur Bunda Ama. Untunglah jarak rumah sang paman, di Jl. Pettarani tak terlalu jauh dari rumah mereka yang terletak di bilangan Tello. Rutinitas itu meminjam cymbal itu baru terhenti ketika uang tabungan Fakhru cukup untuk membeli cymbal sendiri.

Fakhru sendiri belajar pada Faisal Mokodompis dari sekolah musik I Studio 8. Meski hanya murid privat dan tidak bergabung dalam sekolah musik dimana gurunya mengajar, Fakhru diikutkan dalam kompetisi resital musik yang diadakan oleh sekolah musik itu. Hasilnya, drummer cilik yang menggemari musik rock dan jazz ini dua kali menyabet penghargaan dalam kategori Best Solo Performance.

Menariknya, sang Ibu mengaku tak tahu dari mana bakat seni Fakhru ini menurun. Selain main drum, Fakhru juga pandai menggambar. Saking seringnya ditanya oleh orang dari mana bakat main drum ia dapatkan, Fakhru bahkan pernah meminta ibunya untuk belajar main drum. “katanya supaya dia bisa bilang kalau itu bakat turunan dari mamanya hahaha” ungkap sang Ibu sambil tertawa. Januari 2016 depan, Fakhru dan bandnya yang terdiri dari murid – murid Faisal Mokodompis, akan mengisi sebuah acara di Kab. Polewali Mandar, Sulbar.

Sore itu, Fakhru yang mengidolakan Guns N Roses, The Beatles dan Rany Ramadhani ini menutup Pentas Anak Makassar 2015 dengan manis melalui gebukan drumnya membawakan lagu Sweet Child O’Mine.

tentang Komunitas Makassar bisa dibaca di Quo Vadis Komunitas Makassar

Pentas Anak Makassar adalah gelaran kolaborasi lintas komunitas yang ada di Makassar. Ide ini tercetus pada sesi diskusi dan berbagi antar komunitas dalam Pesta Komunitas Makassar, Juni 2015 lalu. Saat itu ada enam kategori, salah satunya adalah komunitas – komunitas yang bergerak di bidang sosial – edukasi. Mereka kemudian bersepakat untuk membuat sebuah kegiatan yang memberi ruang bagi adik – adik mereka, anak – anak Makassar, untuk tampil. Panitia Pentas Anak Makassar 2015 lalu memilih ‘Lindungi dan Wujudkan Mimpi Anak Indonesia’ sebagai tema kegiatan.

Pentas Anak Makassar 2015 yang terselenggara pada Minggu, 13 Desember, di Arcade Mall Ratu Indah ini menampilkan setidaknya 14 kelompok penampil yang mengisi panggung pementasan. Para penampil ini berasal dari sekolah formal atau pun non – formal. Sebut saja misalnya; Sikola Mangkasara’ yang menampilkan seni bela diri taekwondo, adik – adik binaan Komunitas Lentera Negeri, binaan Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) Makassar, Sekolah Pesisir, Sekoci binaan Dompet Dhuafa dan lain – lain.

Penampilan adik - adik dampingan @SSChildMakassar yang membawakan Tarian Tulolonna di Pentas Anak Makassar 2015
Penampilan adik – adik dampingan @SSChildMakassar yang membawakan Tarian Tulolonna di Pentas Anak Makassar 2015

Ada juga Sudut Edukasi dan Pameran Karya Anak (Edu Fair) yang menampilkan beberapa stand, antara lain; stand SD Dian Harapan Makassar, SDN Mangkura 3, SD Islam Athirah, Sekolah Alam Bosowa, Komunitas Penyala Makassar, Komunitas Peri Makassar, Lentera Negeri dan lain – lain. Semoga tahun depan, gelaran – gelaran serupa Pentas Anak Makassar ini semakin banyak dan rutin diadakan sehingga kita bisa menyaksikan talenta – talenta yang dimiliki oleh anak – anak Makassar.

Fakhru dan penampil – penampil lainnya mungkin hanya segelintir anak berbakat yang sempat tersorot dalam sebuah pentas berskala besar. Tak menutup kemungkinan, masih banyak Fakhru yang lain di luar sana. Menunggu bersinar dalam sebuah kesempatan dan pentas yang tepat.

Comments (1)

  1. Luar biasa memang ini fakhruu
    Sy pernah liat videonya aiiihsssss keren memang..
    Sukses terus Fakhruh

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.