Catatan RinganWarita

Penipuan Mengatasnamakan PLN, Hati-Hati!

Hati-Hati Penipuan Mengatasnamakan PLN. Ibu dan adik saya baru saja mengalaminya. Seorang petugas PLN gadungan nyaris menipu kami. Ceritanya begini.

Sore kemarin, 18/01, seorang lelaki berusia 30 tahunan datang ke rumah dan mengaku dari PLN. Lelaki itu mengenakan jaket rompi berlogo PLN dengan tulisan Pelayanan Tehnik SP dan APP. Lelaki itu mengaku petugas PLN yang sedang melaksanakan program penyegaran kwh meter pelanggan.

 Awalnya ibu saya menolak keinginan lelaki yang mengaku bernama Rizal itu untuk membuka Miniature Circuit Breaker (MCB) jaringan listrik rumah karena sudah curiga. Adik saya, yang keluar karena mau ke masjid untuk salat, kemudian meminta surat tugas dari lelaki itu.

Dari awalnya curiga, adik saya kemudian mengijinkan lelaki itu untuk mengganti MCB setelah lelaki itu menunjukkan Surat Tugas dan Surat Edaran dari PLN. Apalagi, ‘petugas’ itu menjamin tidak akan ada pembayaran untuk penggantian MCB atau box meteran listrik itu.

Setelah mengganti box meteran MCB, petugas gadungan itu kemudian bilang kalau menemukan pelanggaran pada box meteran listrik kam. Saat inilah adik saya baru curiga dan kembali menelpon saya. Ibu sebenarnya sudah mencoba menelpon saat ‘petugas datang’ tapi tak berhasil tembus karena jaringan telpon lagi tak bersahabat.

Untunglah akhirnya telpon Ibu bisa berhasil tembus. Petugas PLN gadungan itu ternyata meminta uang sebesar Rp. 500.000,- karena katanya box meteran kami melanggar aturan PLN. Awalnya penipu itu bilang kalau box meteran kami melanggar karena menggunakan MCB 1300 VA sementara kami berlangganan hanya 900 VA. Alasannya berubah setelah adek memastikan bahwa meteran box kami sudah sesuai. Ia beralasan lagi kalau meteran box kami ada masalah.

Perhatikan kejanggalan Surat Tugas dan Surat Edaran palsu penipuan mengatasnamakan PLN ini seperti yang saya paparkan.

Setelah telpon berhasil tembus, saya meminta adik saya mengirimkan Surat Tugas dan Surat Edaran yang orang itu perlihatkan. Saya lalu menemukan kejanggalan dari surat-surat itu. Surat Tugas itu berkop PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar Area Makassar Utara Rayon Utara namun yang bertanda-tangan di bawah adalah nama Rizal, petugas gadungan selaku pemberi tugas dan nama Icuk, tenaga Tehnik PT Firman Mulya Jaya selaku penerima tugas. Di atas tandatangan nama Icuk itu tertera stempel PT Firman Mulya Jaya Palopo.

Berkop PT PLN tapi berstempel perusahaan lain tentu menimbulkan kecurigaan.  Harusnya menggunakan stempel PLN dan di atas si pemberi tugas alias si Rizal itu. Lucunya lagi, si Rizal inilah yang datang ke rumah, padahal secara logika yang datang harusnya adalah orang yang diberi tugas.

Kecurigaan saya juga bertambah setelah melihat area yang tertulis Area Makassar Utara Rayon Karebosi, padahal setahu saya rumah kami berada di Area Makassar Selatan Rayon Panakukkang. Berbeda dengan surat tugas itu, surat edaran itu justru dari PT PLN (Persero) Wilayah Area Makassar Selatan Rayon Panakukkang. Surat edaran itu juga mencurigakan karena berupa kopian dengan titi mangsa Februari 2018. 

Untungnya, ada teman kantor yang punya adek yang bekerja di PLN. Untuk memastikan bahwa itu upaya penipuan saya minta ia mengirimkan foto surat-surat itu pada adeknya. Sang adek pun kemudian memastikan bahwa surat-surat itu palsu. Sekarang PLN tidak lagi menggunakan istilah rayon tapi Unit Layanan Pelanggan (ULP) untuk membagi wilayah pelayanan.

Setelah yakin bahwa ini adalah upaya penipuan saya minta adek untuk menyuruh petugas PLN gadungan itu untuk memasang kembali MCB lama kami yang telah ia ganti. Si Rizal ini memasang kembali MCB kami tapi mengancam akan melaporkan kami kalau tidak membayarnya sebesar Rp. 500.000,-  dengan alasan meteran box kami melanggar aturan PLN.

Silakan laporkan, kami lebih rela bayar ke PLN kalau memang melanggar dari pada bayar ke bapak, tapi kami akan laporkan bapak juga karena mencoba menipu kami. Begitu kira-kira balasan adek saya sambil memotret si pelaku. Sayangnya, meski berkali-kali mencoba, adek saya tidak berhasil mengambil foto wajah si pelaku dengan jelas karena ia terus menutupi wajah dengan rambutnya.

Petugas PLN Gadungan
Oknum Petugas PLN gadungan yang mengaku bernama Rizal

Mungkin karena sudah merasa bahwa upaya penipuannya sudah ketahuan. Ditambah lagi adek saya bilang ke pelaku kalau kami sudah kordinasi ke PLN Karebosi, si pelaku yang mengaku bernama Rizal tersebut bergegas pergi.

Nyaris saja kami kena penipuan mengatasnamakan PLN. Untungnya kami segera menyadari setelah melihat berbagai kejanggalan dari pelaku.

Baca juga Modus Lain Penipuan Mengatasnamakan PLN

Bagi teman-teman yang kedatangan orang yang mengaku PLN atau instansi resmi lain, segera minta dan periksa surat tugas dan identitasnya. Pastikan itu surat dan identitas resmi. Kalau mencurigakan usir saja dan ancam akan laporkan ke polisi.

Jangan panik. Usahakan tenang dan berpikir jernih. Pelaku penipuan seperti ini biasanya berusaha membuat kita panik dengan berbagai ancaman lalu memanfaatkan situasi ketika kita panik.

Usahakan merekam atau memfoto petugas atau oknum yang mengaku petugas ketika beraksi. Ini bisa kita gunakan untuk melihat gelagat dari mereka. Biasanya, kalau oknum penipu, akan ketakutan dan meminta kita berhenti merekam aksinya. Berbeda dengan petugas beneran yang pasti akan lebih tenang.

Hal paling penting untuk selalu kita ingat adalah, instansi resmi seperti PLN biasanya tidak membenarkan petugasnya meminta bayaran di tempat. Semua pembayaran harus dilakukan di loket karena terintegrasi dengan database layanan mereka.

Terakhir, jika terjadi hal seperti yang saya alami di atas, segera laporkan ke pusat layanan instansi terkait. Untuk PLN bisa ke Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui:

  • Telepon 123,
  • Handphone (kode area + 123), 
  • Facebook PLN 123,
  • Twitter@pln_123, 
  • Email pln123@pln.co.id,

Berhubung kejadiannya pada Jumat sore, saya baru bisa melaporkan penipuan mengatasnamakan PLN ini pada PLN ULP Panakukkang Jl. Hertasning keesokan harinya. Pelaporan ini perlu untuk mengantisipasi hal yang tak mengenakkan yang bisa terjadi ke depan. Bisa saja oknum penipu itu mengotak-atik isi box meteran rumah kami karena kesal. Takutnya, ini bisa jadi temuan yang bisa merugikan kami kelak.

Sebelumnya, Ibu juga nyaris terkena tipuan dengan modus lain yaitu via telepon yang mengabarkan adik saya kecelakaan. Si penelpon kemudian berusaha meminta uang. Selengkapnya baca di SMS, Tipuanmu!

Untunglah, setelah petugas PLN datang memeriksa pada hari itu juga, tak ditemukan apa yang kami takutkan.

Silakan bagikan jika kamu anggap artikel ini berguna bagi orang keluarga, teman atau siapa pun..

Comments (19)

  1. Parahnya si gadungan ini.. Memang harus dilaporkan,, bdw tq for sharing langkah2 pencegahan,, sangat bermanfaat..

  2. Untungnya penipuan berhasil dicegah, ada-ada saja yang dilakukan orang untuk menipu

  3. sasaran utamanya memang biasanya rumah yang dijaga hanya 1-2 orang, apalagi cuma ibu2 atau orang tua.
    mereka ini paling gampang panik kan?
    untung macemu masih mikir telepon ko, dan untung juga ada ji adekmu

    coba kalau Lana ji dia dapat, aihh…
    dipukul kayaknya

  4. Kalo didatangin orang yang ngaku petugus suatu instansi, kita emang harus jeli. Minta surat tugasny, perhatikan dengan seksama, kalo perlu hubungi keluarga atau teman yang kerja atau kenal orang di instansi tersebut.

  5. Meyakinkan sekali dii pake rompi PLN segala, btw adek ta yg mana ini yg dengan pintarnya izinkan pasang hahahaa

  6. saya jg kak pernah hampir kenna tipu, petugas gadunganny main langsung2 mau ganti box, untung ada temanku kerja d PLN klo tdk kenna tomma jg kapang hehe

  7. Wah, saya mi yang salah satunya yang kena tipu. Tapi kejadiannya setelah berbulan-bulanmi dipasangi box baru. Jadi ceritanya, box itu dipasang tanpa bayar sepeserpun. Semuanya oke. Hingga beberapa bulan kemudian, datang lagi dua orang tapi yang dibawa hanya penutup bagian luarnya dan langsung kasi kuitansi dengan pembayaran Rp. 100.000.
    Karena saya lagi tidak fit, maka saya biarkan saja mereka memasang penutupnya dan uang 100 ribu melayang. Lagi malaska maggea bela.

    Semoga uang itu berkah untuk keluarganya kodong.

  8. Alhamdulillah nda pernah dapat kasus begini, kalopun ada orang PLN datang pasti berseragam dan surat2nya jelas. Plus kalo memang ada masalah pasti diarahkan untum bayar di PLNnya bukan di orangnya. Btw seram sekali rupa si Rizal ini, untung adek ta tenang menghadapi dia kak. Kalo saya mungkin habismi kusemprot🤣

  9. Pernah ada begini datang di rumah. Ganti KWH Box PLN. Memang KWH dirumah type lamami. Selesaimi dia pasang baru saya sama Pace datang. Kebetulan waktu itu Maceji yanga ada di rumah. Karena dulu-dulu sa selalu cerita pace tentang kasus-kasus penipuan yang sering target rumah-rumah, Pace tanpa Ba-Bi-Bu langsung namarahi itu orang. Akhirnya pergi begitu saja orang.

  10. Makasih infonya Oppa, sangat bermanfaat. Ini akan saya share ke keluarga. Buat jaga jaga, jangan sampai mereka kena hal yg sama (penipuan)

  11. Beberapa kali mi ada datang “petugas” begini ke rumah, bilang mau pasang tutup meteran lah, inilah itulah. Tapi selalu ditolak sama pak suami. Tapi dulu nda pake rompi PLN begitu. Jadi cuma mengaku saja bilang dari PLN. Sekarang adami kemajuan, pakai rompi dan bawa surat tugas. Sepertinya mereka belajar dari kesalahan yang lalu. #eh

  12. Tq for sharing oppo, harus hati2 nih dgn pln gadungan..

  13. Deh..niat sekali nipunya di’. Sampai bikin rompi dan persuratan begitu.

    Mama saya di sini juga pernah kena penipuan serupa, tapi soal selang gas. Penipunya itu suruh ganti, karena yang terpasang itu sudah rusak dam membahayakan bede. Mama sempat nelpon, tapi karena sendirian di rumah dan beliau orangnya khawatiran. Jadi ya diiyakan saja. Maka digantilah selang itu, mama pun disuruh bayar 500rb.

    Pas kami semua tiba di rumah. Mama ceritakan lengkap kejadian tadi, belum selesai mama cerita..pacenya Rani langsung pergi cek selang yang sudah diganti. Dan disana terpasang selang gas baru seharga puluh ribuan, yang murah dan jelek pokoknya. Yang kata penipunya harganya 500rb -_-

  14. icha afriza

    seramnya mamo ini petugas a.k.a cukmalanya mi 😅
    dimana ada petugas yg kek begini? wkwkwk..

    thanks sharingnya kak, sering jg ada kayak begini di perumahan cuma karena ndak pernahki buka pintu jadi lewat2ji.

  15. Pernah ada begins juga datang ke rumahku kak, untung cepatja aware kalau jaman ini banyak sekali tukang tipu-tipu, dengan berravam dan banyak sekali modusnya memperdaya orang lain. Malaski nda mau kerja halal, issshhhh kesyeeellll akutuu.

  16. kemarin tanteku juga kena ini kak, tapi dia nda disuruhji bayar, cuma katanya yg dipasangi sm si petugas gadungan itu bikin pembayaran listriknya jd membengkak! ada-ada memang saja sekarang modusnya orang2

  17. Mamakku ini pernah kena kodong, ganti box meteran bayar 250rb. Di kampung toh, penipu seperti ini banyak mangsanya, orang percaya-percaya saja karena dibilang bawa surat tugas resmi berkop dari PLN

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.