Buku & Film

Pasangan Romantis Dalam Film Indonesia Sepanjang Masa (2)

Bagian 2 ini adalah lanjutan dari Pasangan Romantis Dalam Indonesia Sepanjang Masa yang menampilkan Romi – Yuli hingga Galih dan Ratna.

Pada era pertengahan 80an hingga 90an, anak muda Indonesia karib dengan sosok Lupus dan Poppy lalu memasuki era 2000an awal datanglah Cinta dan Rangga sebagai gambaran pasangan romantis dalam film Indonesia.

baca bagian pertama Pasangan Romantis Dalam Film Indonesia Sepanjang Masa

  • Lupus dan Poppy

Lupus dan Poppy awalnya muncul dalam novelet laris yang dimuat bersambung dalam Majalah Hai. Kisah mereka ditulis oleh Hilman yang menggunakan personifikasi dirinya ke dalam karakter Lupus. Lupus adalah pelajar SMA Merah-Putih yang aktif menulis sebagai wartawan sebuah majalah, punya rambut jambul ala khas John Taylor, Basisst Duran Duran, senang mengunyah permen karet, cuek, dan sangat jahil. Ia senang mengganggu siapapun, temannya, ibunya, adiknya, kepala sekolah, orang yang baru dikenalnya. Kejahilannya ini lebih bernada humor daripada menyakiti dan berniat jahat.

Film pertama Lupus berjudul Kejarlah Daku Kau Kujitak (1987), memelesetkan judul film Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986) yang populer tahun sebelumnya. Dalam film ini Lupus diperankan oleh Ryan Hidayat sebagai Lupus dan Poppy diperankan oleh Nurul Arifin. Dalam film ini Lupus dikisahkan pacaran dengan Poppy, di mana hubungan mereka selalu putus-nyambung-putus-nyambung.

Masih pada tahun yang sama, film Lupus yang kedua berjudul Makhluk Manis dalam Bis (1987) hadir. Dalam film ini, Lupus  masih diperankan oleh Ryan Hidayat. Makhluk Manis dalam Bis lebih banyak bercerita tentang Lupus dan kawan-kawannya yang penasaran pada seorang makhluk manis dalam bis yang mereka lihat saat bersepeda.

Kisah Lupus dan Poppy hadir lagi dalam film ketiga yang berjudul Topi-Topi Centil (1989). Kali ini Lupus diperankan sendiri oleh sang penulis, Hilman Hariwijaya, sementara Poppy diperankan oleh Ita Purnamasari. Film keempat, Anak Mami Sudah Besar (1990) bercerita tentang Lupus yang sudah lulus SMA namun gagal masuk kuliah. Pada Lupus V yang berjudul Ich… Serem (1991) Ryan Hidayat kembali memerankan Lupus yang jatuh cinta pada Kunti (Conny Nurlita.

Kisah Lupus dan Poppy juga hadir dalam remake yang berjudul Bangun Lagi Dong Lupus. Kali ini Lupus diperankan oleh Miqdad Auddausy dan Poppy diperankan oleh Acha Septiansa. Ceritanya hampir serupa dengan Lupus I (2013) dimana Lupus bertemu dengan Poppy. Bedanya kali ini  keduanya terlibat dalam jalinan cinta segitiga, karena Poppie telah memiliki kekasih yaitu Daniel (Kevin Julio).

Kisah Lupus dan Poppy kian lekat pada ingatan generasi 90an ketika kisah mereka tayang di televise dalam bentuk sinetron. Ada dua sinetron yang mengangkat kisah mereka yaitu Lupus yang tayang pada tahun Lupus (1995-1997) dan Lupus Milenia (1999-2001). Pada Lupus (1995 -1997) Lupus diperankan oleh Oka Sugawa (musim pertama) dan Rico Karindra (musim kedua) sementara Poppy diperankan oleh Mona Ratuliu. Sementara pada Lupus Milenia (1999 – 2001) Lupus diperankan oleh Irgy Ahmad Fahrezy (Lupus Milenia pertama) dan Attar Syah (musim kedua) sementara Poppy masih diperankan oleh Mona Ratuliu.


Dari sekian banyak pemeran Lupus, kamu lebih suka yang mana?
catatan tidak penting: sinetron Lupus inilah yang membuat saya jatuh cinta pada Mona Ratuliu. Abaikan!
  • Ramadhan dan Ramona

Ada dua film yang mengangkat karakter Ramadhan dan Ramona dengan cerita berbeda. Film pertama adalah Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985), judul film inilah yang diplesetkan oleh Lupus I di atas. Kejarlah Daku Kau Kutangkap menampilkan aktor kawakan Deddy Mizwar yang memerankan Ramadhan dan Lydia Kandao yang memerankan Mona. Film kedua berjudul Ramadhan dan Ramona yang menampilkan Jamal Mirdad sebagai Ramadhan dan Lydia Kandao kembali memerankan Ramona.

Kejarlah Daku Kau Kutangkap termasuk salah satu film komedi yang sukses pada masanya.  Film ini menghadirkan yang cemerlang dan dialog yang cerdas dari para pemainnya. Cerita film ini bermula saat Ramadhan dan Mona bertemu dalam sebuah pertandingan bola voli. Saat itu Ramadhan yang berprofesi sebagai wartawan memotret Mona bertanding membela regu bank tempatnya bekerja. Foto Mona dimuat di koran Ramadhan. Mona berencana menuntut Ramadan karena memotret dan memuat foto Mona tanpa izin. Atasan Ramadan memintanya untuk membujuk Mona agar menggagalkan niatnya. Bukan hanya membujuk, Ramadhan berhasil merayu hingga Mona jatuh cinta padanya.

Ramadhan dan Ramona (1992) adalah kisah sepasang anak orang kaya yang mencari jatidiri. Ramona (Lydia Kandou), yang benci sikap laki-laki terhadap wanita, mencoba menyelami kehidupan rakyat kecil berkenalan dan mulai jatuh cinta pada Ramadhan (Djamal Mirdad), anak bangsawan Malaysia, sedang mencari pengalaman dengan bekerja sebagai pegawai biasa di Jakarta. Film ini mengalir dengan suguhan kisah pacaran dua anak muda yang sama-sama menyembunyikan latar belakang mereka. Pada akhirnya mereka kemudian saling tahu latar belakang masing-masing.

Peran sebagai Ramadhan ini mengantarkan Jamal Mirdad meraih Pemeran Utama Pria Terbaik, Festival FIlm Indonesia (1992). Saat berperan dalam film ini, Jamall Mirdad dan Lydia Kandao sudah menikah. Mereka dikaruniai empat anak yaitu Hanna Natasya Maria (1985), Kenang Kana (1987), Naysila Nafulany (1988) dan Nathana Ghaza (2001). Dua di antara mereka mengikuti jejak orang tua mereka sebagai artis yaitu Nana Mirdad dan Naysila Mirdad.

  • Doel – Sarah – Zaenab

Doel, Sarah dan Zaenab bukanlah sepasang kekasih tapi jalinan cinta segitiga yang ribet. Tiga karakter ini memang baru muncul dalam film pada tahun kemarin melalui Doel The Movie (2018). Namun nama Doel sendiri sudah akrab dengan pecinta film Indonesia sejak era 70-an. Adalah Sjuman Djaja yang mengenalkan nama Doel pada pemirsa film Indonesia melalui Si Doel Anak Betawi (1973) dan Si Doel Anak Moderen (1976) yang disutradarainya.  Si Doel sendiri berawal dari melalui novel  Si Doel Anak Betawi karya Aman Datuk Madjoindo‎.

Dalam film Si Doel Anak Betawi (1973), Rano Karno memerankan si Doel, anak Betawi yang berjuang untuk menepis stigma jelek banyak anak Betawi yang tidak bersekolah. Pada sekuelnya, Si Doel Anak Moderen (1976), Benyamin S, yang pada film sebelumnya berperan sebagai ayah Doel, pada film ini memerankan si  Doel yang hanya menganggur setamat sekolah.

Nama Si Doel kemudian muncul kembali pada era 90an. Adalah Rano Karno yang membawa kisah Si Doel ke hadapan pemirsa tivi Indonesia dalam bentuk sinetron yang berjudul Si Doel Anak Sekolahan. Tayang pertama kali di stasiun TV RCTI pada tahun 1994, sinetron ini berkisah kehidupan Doel dan keluarganya, keluarga Betawi yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional meskipun hidup di tengah-tengah arus perkotaan dan modernisasi.

Rano Karno yang berperan sebagai sutradara dan pemeran Doel juga melibatkan Benyamin S sebagai Sabeni (ayah Doel), Cornelia Agatha sebagai Sarah, dan Maudy Koesnaedi sebagai Zaenab. Selain mengisahkan suka duka keluarga Doel, sinetron yang tayang selama tujuh musim dan 162 episode ini juga menjadikan jalinan cinta segitiga antara Doel, Sarah dan Zaenab sebagai benang merah cerita. Cinta segitiga ini tak lepas dari kegalauan Doel dalam memilih: Sarah yang menyukainya atau Zaenab yang dijodohkannya.

Dari layar kaca, Rano Karno kemudian mengangkat kembali kisah Doel, Sarah dan Zaenab ke layar lebar melalui Si Doel The Movie (2018). Dikisahkan, setelah berpisah empat belas tahun lamanya, Sarah yang meninggalkan Doel tanpa kabar merasakan kerinduan yang mendalam pada Doel. Sementara itu, Doel telah menikahi dan hidup bersama Zaenab.

Sarah kemudian meminta Hans (Adam Jagwani) untuk membawa Doel ke Belanda. Sarah ingin mempertemukan Doel dengan Dul (Rey Bong), anak hasil pernikahannya dengan Doel.

Dengan alasan bisnis, Hans kemudian mengundang Doel ke Belanda. Tanpa mengetahui maksud sebenarnya, Doel bersama Mandra (H Mandra YS) terbang ke Amsterdam. Pertemuan antara Doel dan Sarah terjadi. Kerinduan  yang terpendam pun pecah.  Doel juga bertemu dengan Dul, anaknya dengan Sarah. Lagi-lagi Doel galau dan berada di dalam pilihan yang sulit. Antara memilih Sarah dan Dul atau kembali pada Zaenab.

Ayo, bantu si Doel memilih: Sarah atau Zaenab?
  • Kabayan – Iteung

Sama seperti Si Doel, kisah Kabayang dan Iteung merentang dari era 70an hingga era 2010an. Setidaknya ada tujuh film yang menjadikan karakter Kabayan sebagai tokoh utama; Si Kabayan (1975), Si Kabayan Saba Kota (1989), Si Kabayan dan Gadis Kota (1989), Si Kabayan dan Anak Jin (1991), Si Kabayan Saba Metropolitan (1992), Si Kabayan Mencari Jodoh (1994) dan Kabayan Jadi Milyuner (2010). Karakter Kabayan dan Iteung tampil pada semua film itu dengan pemeran yang tentu saja berbeda mengikuti jaman.

Pada Si Kabayan (1975) Kabayan diperankan oleh Kang Ibing dan berpasangan dengan Lenny Marlina yang memerankan Iteung. Selanjutnya pada 1989, dalam dua film Kabayan diperankan oleh Didi Petet yang berpasangan dengan Paramitha Rusadi sebagai Iteung. Pada film-film berikutnya (1991) dan (1992) Didi Petet berganti pasangan, Nike Ardilla terpilih untuk memerankan Iteung. Pemeran Iteung kembali berganti menjadi Deasy Ratnasari pada tahun (1994) sementara Didi Petet masih memerankan Kabayan.  Pada 2010, Kabayan hadir kembali dengan pemeran Jamie Aditya dan Ryanti Cartwright sebagai Iteung. Didi Petet yang sudah lekat namanya dengan Kabayan kebagian peran sebagai Abah.

Didi Petet (Si Kabayan) dan beberapa pemeran Iteung:
Lenny Marlina, Paramitha Rusady, Nike Ardilla dan Deasy Ratnasari

teh Nike Ardilla, Ya Allah….

Kabayan dan Iteung adalah dua nama yang sangat dekat dan rekat dengan warga suku Sunda karena merupakan legenda dalam dongeng masyarakat Sunda  yang dituturkan turun temurun secara lisan sejak abad ke-19. Dalam film-film, karakter Kabayan yang lucu, polos, tetapi sekaligus cerdas tetap dipertahankan untuk merajut cerita.

  • Rangga dan Cinta

`Awal era 2000an, tepatnya 2001, hadir sepasang kekasih yang sosoknya akan dikenang bertahun-tahun kemudian. Sepasang kekasih itu bernama Rangga dan Cinta. Mereka adalah pasangan romantis berseragam putih abu-abu yang menyita perhatian banyak penggemar film melalui Ada Apa Dengan Cinta? (2001)

Sosok Rangga dalam AADC (2001) yang diperankan oleh Nicholas Saputra adalah sosok lelaki pendiam, dingin, pintar menulis puisi dan menyukai sastra, berani, meski terlihat angkuh tapi memiliki perhatian dan hati yang peka, menjadi semacam paket karakter cowok idaman para cewek. Begitu pun dengan Cinta yang diperankan oleh Dian Sastro, adalah sosok cewek cantik, berprestasi dan populer di sekolah.

Rangga dan Cinta, karakter mereka hampir bertolak belakang sama sekali. Rangga yang jarang bicara hanya punya satu teman, Pak Wardiman penjaga sekolah. Sementara Cinta dikenal oleh satu sekolah dan memiliki geng yang terdiri dari sahabat-sahabatnya. Ada Alya (Ladya Cheryll), Karmen (Adinia Wirasti),  Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).

Perkenalan Rangga dan Cinta bermula pada saat pengumuman lomba puisi yang diadakan oleh sekolah. Cinta dan geng-nya tidak terima karena ternyata bukan Cinta yang terpilih sebagai pemenang. Justru Rangga yang tak tahu kalau puisinya diikutkan lomba oleh Pak Wardiman-lah memenangkan lomba itu. Saat diminta ke podium, Rangga malah pergi ke tempat biasanya menyendiri. Cinta penasaran. Cerita kemudian mengalir di mana Rangga dan Cinta saling jatuh cinta sama lain. Masalahnya, waktu Cinta yang biasanya ia habiskan bersama gengnya, kini terbagi ke Rangga.

Ada Apa Dengan Cinta begitu melekat dalam ingatan anak muda era 2000an. Banyak dialog dari film ini yang memorable dan menghiasi percakapan anak muda, baik itu di sekolah, kampus sampai pada kehidupan sehari-hari hingga kini, misalnya: “Basi! Madingnya udah siap terbit!”, “Kau perhatiin ya, kalau sampai dia nengok kemari berarti dia mengharap kau mengejar dia.”, “Masalah, salah satu di antara kita adalah masalah kita semua. Musuh di salah satu di antara kita adalah musuh kita semua.” Hmmm..  kamu ingat yang mana?

Kalau gue lebih memilih Milly itu salah gue? Salah teman-teman gue?
(foto: Miles Film)

Kisah Rangga dan Cinta berlanjut pada Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC 2). Setelah terpisah 14 tahun, Rangga dikisahkan melanjutkan hidup di New York, mereka bertemu kembali namun dalam suasana berbeda. Cinta telah dewasa, menjadi pemilik sebuah Kafe Seni Pop Mini di Jakarta dan telah bertunangan. Sementara Rangga menjadi penulis di Amerika.

Rangga memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan sesuatu yang perlu ia selesaikan. Tak menjumpai Cinta di Jakarta, Rangga memutuskan untuk ke Jogja. Di sana geng Cinta yang juga berlibur di Jogja tanpa sengaja melihat Rangga dan memberitahukan pada Cinta. Rangga dan Cinta akhirnya bertemu setelah sekian banyak purnama berlalu..

Kisah Rangga dan Cinta juga sempat tayang dalam bentuk sinetron tapi hasilnya tidak seperti ketika filmnya meledak. Oh iya, selain sekuel AADC juga melahirkan film spin-off yang menyajikan kisah Milly & Mamet

  •  Dilan dan Milea

Sekali lagi, menulis tentang Dilan itu berat! Biar orang lain saja. Mending kalian baca kisah pasangan romantis lainnya di sini.

Comments (19)

  1. Sebenarnya ada dua lagi pasangan romantis film Indonesia yang saking fenomenalnya bahkan menikah di dunia nyata

    Marissa Haque dan Ikang Fawzi, sama Titiek Sandora dan Muchsin Alatas.

  2. Wkkwk, bukan hanya rindu antara Dilan dan Milea yang berat.. Untuk menulis ceritanya juga ternyata berat..Padahal cerita ini yang amat di nanti-nanti..Mau mi lagi keluar film Dilan 1991.. Request di Ulas yang 1991 kakak,Kayaknya tidak ada mi berat-beratnya twwa.. Baru beberapa hari yang lalu kluar trailernya..

  3. ada yang terlupa juga, sinetron tersanjung antara Indah sama Rama. hahahaha

  4. Ide memang bisa datang darimana saja, termasuk pembicaraan heboh di WAG. Masih ada lagikah? Ditunggu na..

  5. Saya cuman nonton 2 film Lupus, yang pertama dan kedua, karena Ryan Hidayat yang perankan.
    Kak LeBug masih ingat adegan Lupus, Boim, Gusur mengejar bus yang ada makhluk manisnya?
    Tau gak siapa yang jadi makhluk manis itu? Saya!
    #eh Karina Suwandi, hehe..

  6. Widyawati dan Sophan Sophian, Lidya Kandou dan Jamal Mirdad, Dude Herlino dan Alyssa Soebandono, Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar, Milly dan Mamet #ehh haha… dan masih banyak lg 🙂

  7. Sampe sekarang saya masih bingung, sebenarnya yang disuka Doel itu Zaenab atau Sarah? Atau dia tipikal plin-plan?

  8. Saya kagum dengan tajamnya ingatanta terhadap hal-hal vintage seperti ini. Nyaris semua pasangan romantis diatas adalah favoritku. Kalau boleh memilih yang mana paling disenangi? sepertinya saya memilih Rangga dan cinta

  9. Sama seperti kak Niar yang bingung, Doel cinta Sarah atau Zaenab. Saya juga penasaran, Oppa Lebug sebenarnya suka sama Mona Ratuliu atau Milly? Hihihi..

  10. Aku vote bang dul dan sarah, juga cinta dan rangga… soalnya pesona cornelia agatha dan dian sastro menurutku tidak terkikis oleh masa… 😀 ugghhhh gemmashhh akutuuuu

  11. Semoga cepat ketemu milly-nya, hahaha.

    Yah beberapa tokoh-tokoh di atas masih kuingat saya, tapi beberapa lainnya betul2 nda kutau. 2000an ke atas yg agak membekas di saya

  12. saya cuma tau doel sarah zaenab , kemudian cinta dan rangga hahhahay
    saya gemes skali sama karakter si doel yang gak bisa tegas memilih satu untuk setia
    huh laki2 huh !
    eh
    ahahahhahaha ~

  13. dari semua list diatas, cuma familiar dengan si doel, kabayang, rangga dan dilan. Haha millenials detected

  14. Hahahaha sa menunggu ulasan Dilan Dan Milea, ternyata pas sampe di akhir eh zonk 😅 btw untuk pemeran Lupus, tetap Ryan Hidayat juaranyaaa

  15. Pasangan dari film Si Doel dan Ada Apa dengan Cinta saja yang saya tahu dari daftar di atas. Eh Dilan juga sih, tapi ndak dipaparkan yaa..

    Lupus sekadar pernah dengar namanya saja. Pas baca postingan ini malah saya baru tahu kalau pasangannya bernama Poppy.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.