Orang Kaya Baru, Humor Satir Tentang Keluarga

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

FilmGaya Hidup

Orang Kaya Baru, Humor Satir Tentang Keluarga

Film Orang Kaya Baru (2019) ini menampilkan humor satir tentang keluarga yang mendadak kaya raya

“Uang itu kalau sedikit cukup, kalau banyak enggak cukup.”
Orang Kaya Baru, 2019.

Awal tahun 2019, setidaknya ada tiga film Indonesia berkualitas dan menghibur. Milly Mamet, Keluarga Cemara dan Orang Kaya Baru. Kebetulan ketiganya adalah film bertema keluarga.

Seperti tertera dalam judul, saya hanya akan membahas tentang Film Orang Kaya Baru soalnya Milly dan Mamet sudah saya bahas sebelumnya. Keluarga Cemara mungkin akan bahas juga nanti.

Apa yang akan kalian lakukan kalau tiba-tiba menjadi Orang Kaya Baru?

Film Orang Kaya Baru adalah tontonan berisi humor-humor satir yang mampu menghibur penonton. Film yang dibintangi oleh Lukman Sardi, Cut Mini, Raline Shah, Fatih Unru dan Dery Rumero berkisah tentang keluarga yang mendadak kaya raya setelah terbiasa hidup sederhana. Dari sinilah humor-humor satir satu per satu muncul mengundang gelak tawa dan haru.

Adalah Bapak (Lukman Sardi) yang selalu menekankan pentingnya hidup sederhana. Juga bahwa hal terpenting dalam hidup adalah keluarga dan sahabat. Pesan itu berulang kali ia sampaikan pada  Ibu (Cut Mini) dan ketiga anaknya Tika (Raline Shah), Duta (Dery Romero), dan Dodi (Fatih Unru).

Pesan-pesan itu hadir di saat mereka berkumpul di meja makan. Misalnya, “Zaman sekarang, keluarga mana yang masih makan bersama kayak gini?” tanya Bapak. Sebuah pertanyaan yang tampak sederhana tapi akan mengena pada banyak orang yang menonton film ini?

Hampir seluruh adegan dan dialog dalam film ini begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Saya sendiri jadi bertanya-tanya dalam hati saat menonton, “kapan saya terakhir makan bersama keluarga?” Ternyata kebiasaan itu sudah lama kami tinggalkan. Hiks.

Bapak ingin keluarganya mampu menikmati kebahagiaan yang berasal dari kerja keras mereka sendiri. Misalnya ketika Bapak bertanya pada Duta tentang kebiasaan Duta yang sering bernyanyi di kamar yang sudah lama tidak ia lakukan. Duta pun mengaku kalau ia begitu menikmati lagu-lagu yang ia dengarkan dari CD lagu yang ia beli dengan menabung terlebih dahulu.

Adegan ini mengingatkan saya pada bapak saya almarhum. Ada satu pesan yang selalu saya ingat dari beliau, “apa-apa yang susah kau dapatkan, pasti akan sangat bernilai harganya”

Ujian menjadi keluarga Orang Kaya Baru?

Ujian bagi keluarga sederhana, harmonis nan bahagia ini hadir ketika Bapak berpulang. Ternyata selama ini Bapak menyimpan sebuah rahasia. Bapak adalah anak orang kaya dan memiliki kekayaan melimpah. Hanya saja ia tak mau keluarganya jadi manja karena bergelimpangan uang. Ia ingin anak-anaknya mampu hidup mandiri.

Namun sepeninggal Bapak, harta inilah yang menjadi cobaan bagi mereka. Dari keluarga yang terbiasa hidup susah kemudian tiba-tiba menjadi Orang Kaya Baru yang bisa memiliki apapun yang mereka mau dengan mudah.

Adegan-adegan satir dan lucu pun bermunculan dari kondisi ini. Semua realita Orang Kaya Baru ditampilkan dengan jelas dalam film ini.

Semisal ketika Ibu bilang begini ke penjaga toko perlengkapan rumah, “semua yang difoto dan disentuh anak-anak saya, saya beli” saat sang penjaga menegur kelakuan Tika yang tak berhenti swafoto dengan latar sofa dan furnitur mewah yang ada di toko itu. Juga kelakuan norak Duta dan Dodi yang tidur di atas spring bed pajangan.

Alhasil mereka membeli semua perlengkapan rumah yang telah mereka sentuh. Termasuk membawa pulang petugas keamanan yang mereka imingi dengan gaji dua kali dari yang ia dapatkan di toko tersebut untuk bekerja di rumah mereka.

Tak lupa, sebelum pulang, Ibu bertanya pada penjaga toko yang tadinya meremehkan mereka: “anak saya tidak menyentuh kamu, kan? Sungguh sebuah kelakuan orang kaya baru yang norak.

Film komedi keluarga ini menyajikan banyak kelakuan orang kaya baru atau orang baru kaya mendadak yang norak dan konyol. Semua ingin dibeli. Memesan semua jenis makanan yang ada dalam daftar menu sebuah restoran hanya karena mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari pelayan, misalnya. Atau, membeli tiga mobil mewah sekaligus padahal tak seorang pun dari mereka yang mampu menyetir.

Bukankah kita juga kadang seperti ini? Membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya karena harga diri kita tersinggung. Atau hanya karena kita merasa mampu membelinya.

Ketidakhadiran Bapak dalam keluarga mereka membuat mereka terlena dengan kekayaan yang mereka miliki. Mereka seakan lupa pada pesan-pesan bapak. Sebenarnya ada karakter Banyu yang hadir mengingatkan mereka, dan kita sebagai penonton tentang uang dan kekayaan.

“Enggak semua masalah bisa diselesaikan dengan uang,” kata Banyu (Refal Hady) pada Tika. Sayang, Tika terlena dan mengabaikannya. Sosok Banyu ini hadir menyentil kelakuan beberapa orang sok kaya atau orang kaya baru yang menganggap semua hal bisa selesai dengan memiliki uang.

Cerita Keluarga Unik dan Segar

Selain premis yang unik dan segar, kehidupan keluarga yang dulunya hidup pas-pasan kemudian menjadi kaya raya, film garapan Ody C. Harahap ini menghadirkan akting ciamik dari para pemerannya.

Semua adegan dan dialog mengalir lancar. Unsur komedi dan drama yang menghadirkan gelak tawa dan rasa haru, pun sedih, hadir dengan takaran yang pas.

Berbeda dengan beberapa film yang menggunakan komika sebagai konsultan komedi yang terkadang memunculkan adegan tak penting nan lebay demi mengejar kelucuan. Film Orang Kaya Baru ini juga tak mengandalkan komika sebagai pengocok perut.

Salah satu contoh film yang menggunakan komika sebagai konsultan komedi adalah Milly & Mamet: Bukan Cinta & Rangga

Kita mengenal Fatih Unru (pemeran Dodi) sebagai komika berbakat namun ia mampu berperan dengan bagus. Kelucuan yang muncul mengalir begitu saja tanpa ada kesan dipaksakan. Salah seorang komika (saya lupa namanya) yang juga hadir dan memerankan teman Duta bahkan tidak memiliki adegan lucu sama sekali.

Naskah cerita film ini ditulis oleh Joko Anwar terinspirasi oleh masa kecil sutradara Pengabdi Setan ini. “Sejak kecil saya hidup pas-pasan, dan dulu pernah berkhayal bagaimana kalau selama ini Bapak saya berpura-pura miskin. Dari situ terpikir untuk membuat film ini,” ujar Joko Anwar dalam Press Conference Film Orang Kaya Baru, di Studio 3 XXI Plaza Senayan.

Joko Anwar berhasil menyajikan dialog jenaka yang seringkali memuat satir atau sentilan sosial. Para pemerannya pun mampu menampilkan adegan yang mengalir lancar dan natural. Film Orang Kaya Baru ini penuh dengan adegan dan dialog Orang Kaya Baru yang relate dengan kehidupan sehari-hari kita.

Mungkin karena itu pula yang menjadikan film yang pertama kali tayang pada 24 Januari masih mampu bertahan hingga pekan keempat penayangannya. Film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures ini bahkan menembus angka satu juta penonton pada hari ke 19.

Pekan ini Orang Kaya Baru berhasil menduduki posisi ketiga box office film Indonesia di bawah Keluarga Cemara (1.7 penonton) dan Preman Pensiun (1,1 juta penonton) berdasarkan data filmindonesia.or.id.

Apakah mereka mampu melewati cobaan memiliki kekayaan dan menemukan apa yang hilang dari keluarga mereka? Silakan temukan sendiri jawabannya dengan menonton di bioskop terdekat.

Comments (23)

  1. wah pertamax!

    kayaknya bagus ini film, ada pesan moral yang disampaikan dengan gaya satir.
    sayangnya, saya malas nonton di bioskop sendirian. mau nonton sama cowok juga lebih malas lagi.

    nda tahu ya dengan pemilik blog ini, dia nonton sama siapa ya? hmmm
    penasaran saya

  2. Mauka nonton ini kak, kayaknya menarik dan menghibur sekali apalagi kalau dibayarkan ki nontonnya.
    Belum papa ja orang kaya kak, jadi mungkin harus banyak belajar dari film ini , sapatau tiba-tiba jadi orang kaya ka gang, haha.

  3. Hehe, Sanna’ kamma orang kaya barua..sentuh ajha sudah beli plus satpamnya juga ingin di bawah pulang ..

    Belum lagi beli 3 Mobil, padahal tidak ada yang tau nyetir..

    Bikin ngakak pasti filmnya ini..

  4. Deh banyaknya film yang terlewatkan, nasib jadi anak dati II. Semoga kalo masuk kota nanti, film-film ini masih tayang. Adakah mau mengajak? #eh

  5. kenapa orang2 modern sekarang terobsesi menjadi orang kaya ya? padahal, menjadi orang bahagia dgn segala parasaan berkecukupan itu lebih penting…. #eaaa….

    saya kira film ini bagus kayaknya, semacam otokritik utk obsesi mainstream semua orang menjadi lebih kaya, lagi.. dan lagi…

  6. Saya termasuk golongan yang belum sempat nonton film ini. Beberapa teman sudah merekomendasikan. Oiya Oppa, film ini Aman kah untuk anak 9 tahun?

  7. Berhasil bikin penasaran dan gak ada spoiler 😭
    Sedih melihat orang-orang yang mendadak kaya karena sawah ladang mereka dilewati jalan tol atau dibeli untuk dijadikan perumahan atau pabrik. Sekian milyar terdengar besar, tapi begitu lah, jarang yg saya lihat berhasil survive

    Masuk list film wajib tonton kalau begitu. Makasih om daeng 😁

  8. “… menghibur yang hadi”? bingung dengan kalimat yang ada di paragraf pertama

    “Bukankah kita juga kadang seperti ini? Membeli sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan hanya karena harga diri kita tersinggung. Atau hanya karena kita merasa mampu membelinya” kuotenya ini nampar banget..

    Selanjutnya, setelah baca review ini langsung pengen nonton film Orang Kaya Baru ini, reviewnya bikin penasaran. Tapi gimana mau nontonnya ya , di Pare2 belum ada bioskop 😅

  9. Jangan mi kaya yang penting bahagia

    Siapa kah yang bikin itu pemahaman bahwa kalau kaya pasti bahagia?

    Bikin banyak orang terjerumus saja

    – -“

  10. Lamanyami mau kunonton ini film tapi belum kesampaian sampai hari ini, padahal pertama lihat iklannya langsungka suka.
    Tambah penasaranma lagi baca tulisanta.

  11. untungnya waktu ku mendadak kaya nda begitu ji kelakuanku ckckck… #ehh
    .
    “membeli karena harga diri tersinggung” dulu pernah ka begitu, tapi setelah saya sudah ahli dalam hal “cuek”, nda mau ma begitu. Rugi bah…

  12. Ainhy Edelweiss

    Wah, film yang seperti ini dinanti-nanti untuk Indonesia, sarat dengan pesan-pesan kehidupan. Btw saya juga semasa kecil pernah berkhayal serupa hahaha.

  13. Saya sering mikir, kalau jadi kaya raya nanti, kira-kira saya bakalan norak nda ya? Karena salah satu cita-citaku adalah belanja tanpa perlu lihat label harga, hahaha.

    Btw, ralat kak. Derby Romero, bukan Dery.

  14. Belum nonton Orang Kaya Baru ini pun Keluarga Cemara. Entah mengapa kalau film drama saya agak malas nonton di bioskop, kecuali gratisan *plak. Tapi baca reviewnya ta ini jadi penasaran dengan film ini, Keluarga Cemara juga karena heboh sekali orang-orang cerita.

  15. Hemm padahal pas lihat posternya di bioskop, saya memandang sebelah mata ji karena poster filmnya agak2 mirip sama film2 Indonesia lain yang garing dan gak jelas haha.

    Setelah baca review ini, yang akan saya lakukan adalah bertanya ke Masset soal film ini, lalu mencoba utk menonton. Haha.

  16. Saya tertarik nonton sejak pertama liat traillernya, tapi belum kesampaian sampe sekarang. Salah satu cita-citaku jugs, beli barang tanpa perlu liat label harga hahahaha beli cakes tanpa mikir mahalnya ini na sepotong ji. Mungkin kalau beneran jadi orang Kaya bakalan norak ka jugaa hahahahhaa

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.