Resolusi Juara 2012: Merekam Makassar, Dari Diari Hingga Blog

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganTips Menulis

Resolusi Juara 2012: Merekam Makassar, Dari Diari Hingga Blog

Saya Blogger di Lelakibugis.net

Menulis. Saya akan mengucapkan kata itu jika orang-orang menanyakan kata apa yang bisa mewakili saya. Kecintaan menulis ini berawal dari dari sebuah hukuman. Yup, hukuman! Sewaktu kecil saya melakukan kesalahan dan hukumannya adalah saya tidak diperbolehkan bermain di luar rumah. Orang tua saya beranggapan bahwa pergaulan di luar rumah itulah yang membuat saya jadi nakal.

Akhirnya, saya menjadi anak yang kurang bergaul dan hanya tinggal di rumah saja. Untungnya, orang tua saya tidak menghukum saya begitu saja. Sebagai kompensasi dari hukuman itu, orang tua memberi saya bacaan. Mulai dari koran hingga novel. Bacaan-bacaan itu kemudian mampu mengalihkan perhatian saya dari ajakan teman-teman untuk bermain. Hingga sekarang, jadilah saya orang yang  selalu dahaga akan bacaan.

Kebiasaan membaca saya pun berkembang menjadi hobi menulis. Dulu, saya pernah memiliki sebuah buku tulis berisi banyak nama dan jabatan. Jika sedang bosan membaca, saya beralih pada tivi. Saat itu hanya tersedia TVRI yang lebih banyak menayangkan berita-berita kesuksesan pembangunan. Tak ada kerjaan, saya mencatat nama-nama narasumber acara-acara TVRI tersebut. Jadilah buku itu penuh dengan nama-nama orang beserta jabatannya. Mulai dari ketua Rukun Tetangga (RT) hingga  menteri. Dari Sabang hingga Merauke.

Ketika memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kebiasaan itu beralih pada diari. Hingga kini, saya masih menyimpan sekira 7 buku diari. Dalam diari, saya mencatat beberapa kenangan. Semisal, pengalaman ke perpustakaan wilayah dengan naik Damri bertingkat. Juga pengalaman bolos hanya untuk melihat mall pertama di Makassar di hari pembukaannya. Membuka kembali diari-diari itu, biasanya bayangan akan Makassar silam terbayang.

Di bangku kuliah, kebiasaan menulis itu akhirnya terasah ketika saya bergabung dalam Unit Kegiatan Pers Mahasiswa di kampus. Pada tahun 2005, saya mengikuti sebuah pelatihan menulis dimana peserta diminta memilih objek tulisan sendiri mengenai Makassar. Ada empat tema, yaitu; fenomena, ruang, komunitas, dan kuliner. Peserta bisa memilih sesuai dengan kedekatan dan minat mereka. Saya sendiri memilih memilih menuliskan tiga hal; fenomena bahasa di kalangan waria Makassar yang berkumpul di Lapangan Karebosi, sejarah kawasan pelabuhan Makassar yang identik dengan prostitusi, dan sejarah Pasar Senggol Makassar. Ketiga tulisan saya, bersama tulisan peserta penulisan itu kemudian dibukukan dalam Makassar Nol Kilometer terbitan Penerbit Ininnawa.

Menulis akhirnya menjadi sebuah kecintaan. Terlebih lagi sejak internet mudah diakses oleh siapa saja. Adanya internet, diiringin dengan kehadiran blog dimana saya bisa menuangkan apa saja yg saya rasa, dengar dan lihat. Tulisan itu bisa berupa curhat, puisi,  atau catatan setelah membaca atau menonton. Juga catatan perjalanan.

Pengalaman menulis tentang Makassar itu kemudian berbuah mimpi. Saya memimpikan memiliki sebuah blog yang tak hanya berisi catatan pribadi tapi juga berisi tulisan-tulisan tentang Makassar. Sebuah blog yang bisa menjawab keingin-tahuan orang-orang yang tentang Makassar.

Saya membayangkan, seperti buku Makassar Nol Kilometer, blog itu terbagi empat tema yaitu; Ruang, Fenomena, Komunitas, dan Kuliner, ditambah laman Sejarah. Laman Ruang berisi catatan-catatan tentang ruang-ruang publik yang ada di Makassar, semisal Lapangan Karebosi, Benteng Rotterdam dan sebagainya. Juga tentang tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi di Makassar.

Fenomena berisi segala hal-hal unik yang ada di Makassar seperti penjual obat yang kini marak kembali di sekitar anjungan Losari setelah lama menghilang karena Lapangan Karebosi, dimana mereka sering berjualan, beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Selain itu, ada banyak fenomena menarik yang bisa dituliskan di Makassar dan bisa ditampilkan di blog itu nantinya.

Selama ini pemberitaan mengenai Makassar selalu saja tentang tawuran dan hal negatif lainnya. Kegiatan-kegiatan positif jarang sekali mendapat perhatian media massa. Padahal, di Makassar ada banyak komunitas yang melakukan berbagai kegiatan atau menghasilkan karya yang membanggakan. Nah, blog ini nantinya akan menampilkan profil dan kegiatan komunitas-komunitas yang ada di Makassar. Ini tentu saja untuk mengimbangi citra negatif Makassar yang terlanjur melekat akibat pemberitaan yang tidak berimbang.

Kuliner. Siapa yang tidak pernah mendengar tentang ikan bakar? Makassar terkenal sebagai kota yang menyajikan ikan bakar dan makanan seafood yang nikmat. Juga Coto Makassar, cita rasa makanan khas Kota Daeng ini bahkan melekat pada salah satu produk  mie instan. Tak hanya itu, masih banyak beragam makanan khas tradisional daerah ini yang belum tergali dan ditampilkan pada khalayak ramai.

Sebagai kota yang dulunya merupakan ibukota kerajaan besar dan berpengaruh, Makassar memiliki sejarah yang sangat panjang. Kota pelabuhan ini sudah menjadi kota yang multikultur sejak abad 16 dimana pedagang berbagai negara bertransaksi di ibukota kerajaan Gowa ini. Cerita-cerita tentang Benteng Somba Opu, benteng terkuat yang pernah ada, juga akan menjadi sajian blog ini bersama sejarah panjang Makassar.

Saya membayangkan sebuah blog yang akan menampilkan itu semua sebagai resolusi yang harus terwujud di tahun 2012. Siapapun, nantinya bisa berpartisipasi dengan menyumbangkan tulisan atau foto. Nah, itu tentu saja bisa terwujud jika ada dukungan internet dengan kecepatan yang kuat.

Catatan: resolusi ini sudah terwujud dengan adanya web Makassar Nol Kilometer yang publish pertama kali tanggal 15 Januari 2012

Comments (94)

  1. kuliner makassar, satu porsi nambah darah.. satu porsi lagi nambah masalah 😉

  2. Saya mendalami, melebari kemudian meninggikan pesan yang ada dalam postingan ini. Menulis ibarat ‘cara’ saya mencicil ketidaktahuan, juga menjadi upaya sengit saya untuk memanjangkan ingatan. Meski tidak produktif seperti teman-teman lain, seumpama Lelaki Bugis ini, saya selalu menekuri menulis sebagai ritual yang sakral. Bahkan Tuhan memerlukan untuk menuliskan firmannya di pelepah lontar atau papirus agar manusia mengetahui dan mengenalNya.
    Dewasa ini, kita sangat terbantu oleh provider internet yang membuat kita bisa menulis atau membaca kapan saja dan dimana saja. Kalau diibaratkan sebuah agama atau peradaban, maka internet bisa ditahbiskan sebagai “nabi” abad modern. Ia menjadi media bagi siapapun untuk menyampai dan membaca, apapun dan siapapun.

    Supranatural bukan?

    thanks Lebug atas tulisan menginspirasi ini, ingin rasanya memeluk dirimu dan menghaturkan rasa sayang tak terhingga…#eh…

    salam cinta dalam senja di pojok arabia…

  3. Makassar memang harus senantiasa ditulis, merekam jejak kota yang terus berubah..

  4. cerita ini pernah saya dengar. tulisan memang punya dimensi lain. ada semangat merebak. saya sependapat Daeng Rusle kalau menulis, apa saja ragamnya, selalu mencicil ketidaktahuan. semua penulis berasal dari tidak tahu (meski memang harus menyadari dia tidak tahu apa-apa) pelan membuka literatur atau membaca tanda di sekelilingnya. menulis memang tak pernah selesai. hanya waktulah yang merampungkannya. sesuatu yang selalu ‘menjadi’ #sich 🙂
    kurru sumange, kanda yang mau berbagi pengalamannya.

    j

  5. Semangat kakak, KMT siap support utk pengembangan blog impiannya.

  6. Dedy Ahmad Hermansyah

    Menulis untuk mengenali diri. Menulis untuk mengabadikan kenangan. Menulis untuk menyebarkan sisi lain yang (sengaja?) tersembunyikan. Mantap! 🙂

  7. Internet memberi kita kemudahan dalam mengetahui informasi secara real time. Internet juga memudahkan kita untuk menulis dan menyebarkan apa pun. Ketika kita menyebarkan berita baik tentang Makassar melalui internet, maka siapa pun akan tahu bahwa Makassar adalah kota yang wajib dikunjungi 🙂

    • Makassar tak seseram yang ada di media. Kriminalitas adalah hal yang selalu mengikuti perkembangan sebuah kota. Semakin besar kota, [biasanya] semakin tinggi pula angka kriminalitas.Kota besar lain mungkin memiliki angka kriminalitas yang tinggi dari Makassar, maka bingung juga klo kota yang tak ramah hanya melekat pada Makassar.
      Ayo kk, manfaatkan internet untuk mengabarkan Makassar..

  8. Jadi ingat awal kecintaan membaca dan menulis karena dipaksa guru mengikuti lomba cerpen hehe

    salut sama orang yang mempunyai niatan yang besar untuk berbagi. Berbagi cerita, pengetahuan, dsb seperti Kakak Lelaki Bugis ini. Dukung! Semangat, Kakak 😀

  9. Salah satu impianku juga punya blog seperti itu. Maka dari itulah kemudian lahir : darimakassar.com. Sayang sekali karna kesibukan jadi tidak terurus dan akhirnya diisi dengan berita2 dari koran online. Dan jika sempat baru menulis beberapa artikel.

    Semangat kakakkk, mari terus mengabarkan tentang Makassar 🙂

  10. pengen ngebaca SEJARAH PELABUHAN MAKASSAR… itu timelinenya ditarik dari kapan adikku sayang???
    kayaknya kalo dari jaman kompeni… mmmm I am wandering… it will be a great topic for my next comic project…

    hebat ya… masa kecil kita agak mirip2 mungkin itu yang menjadikan kita SPCIAL… *plak*
    *kabursebelumditabokorangorangseindonesia*

    well done boy… well done…

    eh numpang promo juga y…
    dah pad baca komik buatan anak makassar ini???
    http://www.facebook.com/media/set/?set=a.163315343679193.38084.100000021852512&type=3
    mmm kalo belum go rush get it at the nearest bookstore… 🙂

  11. saya selalu kagum pada orang yg bisa mengubah situasi tdk menyenangkan menjadi sesuatu yg bermanfaat, beberapa contoh misalnya; Mark zuckerberg menciptakan facebook gara-gara cintanya bertepuk sebelah tangan, dgn alasan yg sama napster menjadikan pembuatnya kaya raya di usia muda, atau Forest Gump misalnya, karna sering menjadi korban “bullying” dimasa kecilnya membuat dia mampu berlari dengan sangat cepat yg akhirnya menyelamatkannya di masa perang, saya juga pernah menyaksikan sebuah film yg kalo tidak salah dibintangi oleh micheal london, dia memerankan atlit peraih emas di olimpiade, waktu kecil tokoh tersebut terbiasa berlari pulang kerumahnya karna takut teman-temannya melihat seprainya yg dijemur oleh ibunya karna dia masih ngompol :), nah sahabat saya, Lelaki Bugis ini rajin membaca dan menulis akibat hukuman yg diperolehnya, seperti “the Jackson V” yg dihukum gara memutuskan senar gitar ayahnya, mereka harus membayarnya dgn latihan keras kita tahu selanjutnya meereka menjadi the best boyband ever.

  12. mantap kakak…
    sebuah resolusi yang tidak mengada-ada, tidak dibuat-buat tapi saya yakin hasilnya akan sangat bermanfaat..

    siap membantu bila dibutuhkan..

  13. mau dong diajari menulis kakak
    jangan jawab dengan “banyak menulis”
    😛

    semangkaaaa!
    ^^

  14. tulisannya bagus, kakak LeBug..
    sangat inspiratif..
    sy jd semangat lg belajar nulis.. 😀

    semoga terjadi resolusi di thn 2012.. 😀

  15. wah mantap rsolusinya kakak. Berarti hostingnya harus diupgrade dulu yah kk 😀

  16. mantap, bang. cita2 indah harus didukung. saya ada di belakangta’. 🙂

  17. Sedap lah idenya. Semoga bisa terwujud pada 2012. Semangat…

  18. Semangka…Semangat kaka..

    Apresiasi yang hangat saya persembakan untuk semangat penulis..
    Sapa lagi yang bisa merepresentasikan makassar dalam berbagai perspekstif klo bukan anak ‘Mangkasara’ itu sendiri….

    Saluut….!!

  19. Keren …bahasanya ringan trus klo nyinggung masalah kota daeng passti timbul rasa kangen bange,kangen masa kuliah dsana suasananya,temannya,makanannya…pokeke semuanya dah..setidaknya baca tulisan ini aga sedikit menerawang makassar dah…

  20. sy ingat wkt mnguak tntang karebosi sm kta bro, ktmu dngan yg ADUHAI” cowo manis yg namax Anggun n pulang smp subuh hahahahah…
    btw…. mudah2n semangatx yg luar biasa tdk down deh…
    bangga punya teman “CBA” sejak SD n utk slamax…

    Ewako Mksr

  21. Muaantap abis bro… kayaknya saya harus banyak belajar dari tulisan-tulisanta kawan.

  22. mantap bro. tulisan dan idenya. semoga sukses..kapan-kapan kita ngumpul dan jelajah makassar…

  23. hhmm.. ternyata apa yg kk’ ancu alami sewaktu kecil sm persis yg kualami. Tak perlu heran klo sy orangnya pendiam, apalagi pemalu..hehe *curhat :p
    dan sy kagum kk’ bisa memanfaatkan smuanya dgn positif.. ngiriku mihh.. ajar dulee kk’.. hehe

    ndktau mo blg apalagi, ndak pandaika’ komen tulisannya org kk’..
    mantapplah dgn ide2nya..

    Semanggaatt !! 🙂 🙂

  24. saya sudah lama menantikan hal seperti ini, sebagai pendatang saya sangat kekurangan informasi, sedikit sy ketemu cerita detail mengenai tetek bengek tentang kota makassar. selama 4 tahun tinggal cuma dengar cerita kerusuhan mahasiswanya saja. bibit ide yang kakak tulisakan pasti akan beranak pinak dan tumbuh penuh manfaat. hehehehe lanjutkan!!! eh salah lebih cepat lebih baik (kalimat yg lebih digemari di mks ketimbang lanjutkan)

  25. ya.. ya internet memberi ruang yang luas untuk berinterasi. semoga cerita dan mimpi sahabatku ini menjadi kenyataan. semoga makassar bukan hanya di kenal sebagai kota yang masayarakatnya suka tawuran saja, tapi kota yang berperadapan

  26. elisa eka bungawaty

    terkesan “jadilah saya orang yang selalu dahaga akan bacaan”

    sy senang membaca tulisan lelakibugis.

    mendengar kata makassar sama dengan mengingat sahabat-sahabatku yang luar biasa dan tidak bisa di lupakan.

    trimakasih untk membagi tulisannya ^_^

  27. I write therefore i exist, saya juga suka menulis walaupun belum bisa sebagus ini,

  28. wah personal project yang asoy punya. sebagai perantau, saya sudah lama cari blog yang isinya membahas makassar dari berbagai aspek. itung2 untuk mengobati rasa kangen kampung halaman. semoga ini terwujud, dan semoga juga saya bisa jadi kontributor.

    oya, kok kalimat paling akhir berbau iklan ya? hehehehee

  29. Keren…
    Jadi ingat masa kecil…

    Teruslah berbenah Makassar, tunjukkan kepada dunia bahwa Makassar itu tdk kasar, byk hal-hal indah yg masih dapat kita gali ddlmnya.

    My second hometown too..

    ^ ^

  30. siiiip …. ditunggu di 2012.

  31. Kak, Judulnyakan dari diari hingga blog, kenapa nda dapatka rekaman Makassar yang di Diari? yang ada langsung yang di blog. atau saya yang nda baca baik2? hehe..

  32. mantap bro..

  33. Menulis seperti menciptakan dunia baru, sebuah ruang yg semua org mampu memiliknya dan bercerita ttg Makassar takkan habis dwakili oleh huruf-huruuf,…

  34. mantap kanda… coba bapakku juga menghukumku dengan hukuman yang sama… heehhe..

  35. ever think to tape makassar into youtube? I can sense you want to promote Makassar via this blog. But unlike other people who like to read, you also have to consider people who prefer more visualization mode since they, or me, are not so fond into reading, specially if its way too long to read. Why dont u put some breathtaking pictures from every corner of this city. Its a good additional for the blog. Some short videos. So people who visit this blog won’t only read it, but also have real visualization about what u’re writing.
    But, hei, this is just me talking. You’ve done great so far writing this blog.
    Sure will be looking forward to have more from you.
    Keep on writing!

  36. Tidak semua orang bisa menulis dengan baik bahkan corat-coret asal pun sangat susah. Bersyukurlah orang-orang seperti Lelaki Bugis ini yang memiliki bakat dan ketekunan untuk terus menulis. Waktu kecil pun saya suka menulis diari, menonton TV dan membaca tapi sayang saya tidak diberikan bakat menulis sama sekali 😀

    Tentang ide untuk blog “everything you should know about Makassar” sangat menarik. Makassar kaya akan sejarah meski banyak bukti sejarah yang tidak eksis lagi, misalnya kurangnya perlindungan bangunan kuno di Makassar (rumah-rumah model Belanda masih banyak saya jumpai waktu kecil tapi sekarang sudah berubah menjadi bangunan modern), syukurlah bahasa Lontarak terpampang di setiap papan nama jalan di kota ini dan ini selalu menjadi hal yang menarik bagi turis yang saya temani. Soal kuliner Makassar, itu merupakan salah satu hal yang membanggakan karena telah menjadi penarik wisatawan khususnya domestik jika berkunjung ke Makassar .

    Apakah ini berarti, blog ini menjadi proyek Lelaki Bugis di 2012? jika punya ide segeralah wujudkan.

    Ngomong-ngomong, dimana saya bisa membaca tulisan anda soal sejarah pasar Senggol Makassar? ini pasar yang di JL. Cenderawasih kan? sudah lama saya penasaran tentang pasar ini.

    • Mbak Pepy yg cantik,
      Pasar Senggol skrg berada di Jl. Cendrawasih di depan Ppasar Dambung Jawa. Dulunya, berawal di sekitaran Jl. Pasar Ikan.
      Llo mo baca ada di Buku Makassar zNol Km terbitan Ininnawa
      . Bisa dibeli di Gramedia atau di Kampung Buku Jl. Abdesir 192E cv dewi samping ktr lurah pandang 🙂

  37. Makassar adalah sumber cerita yang tidak pernah habis. Dua hal yang paling indah untuk diulas adalah kuliner dan sejarah maritimnya.

  38. Mauuu…punya kemampuan menulis dalam keadaan apa saja
    bukan hanya
    ==Menulis==
    jika hanya sedang sedih..
    dan terkurung hujan
    hehehe…^_^

    Gud Job kakak…!!!

  39. Ayo kawan, bangkikan kota makassar sebagai kota kuliner 😀
    semangat juga untuk resolusinya,,

    salam sukses

  40. Hanya dengan menulis sejarah bisa terekam dengan seksama. Dan membaca selalu menggugah kenangan dan imajinasi. Semoga segera bisa terwujud misi blog sahabat saya Lelakibugis nan tampan ini!

  41. Amiruddin akbar fisu

    Selalu menarik menyimak kisah kota tercinta dri sudut pandang org yg tumbuh dan melihat kota ini tumbuh. Sy penasaran dgn isi dari ke tujuh diari si lelaki bugis ini. Penyajian jejak rekam kota makassar dri seorang anak berseragam putih biru pasti tak kalah menarik dibandingkan dgn penyuguhan kata kata seorg selebtwit sekelas lelaki bugis. Senang bisa berkunjung…. Sy menunggu postingan lainnya… Salam n sukses selalu buat postingan2nya ^^.

    @fisuamiruddin

  42. Nice posts Gan,
    Tambahin lagi dengan foto-foto menarik Bro…

  43. Walaupun Makassar tidak sekumplit ibukota yang saya cintai, tapi ada sesuatu yang bisa bikin saya selalu kangen kalo ninggalin kota ini terlalu lama.

    Semangat om, keep up the spirit 😀

  44. kapan ya bisa jalan-jalan ke makasar
    selama ini cuma bisa mendengar ketenaran namanya saja

    oia salam kenal dengan blog baru saya
    ditunggu kunjungan balik dan komentar positifnya

    detikQ –
    http://de.tk/6yERb

  45. wow jadi inspirasi nih..
    diawali dengan sesuatu yg kecil seperti membaca dan menulis karena hukuman ternyata bisa menghasilkan hal-hal besar.. ^^

    menulis ttg Makassar yg orang kenal karena tawuran mungkin lewat blog ini bisa sedikit merubah persepsi orang ttg Makassar bahwa di Makassar tidak hanya ada kekerasan tapi juga menyimpan sejuta hal yg baik untuk dibicarakan.

    gud luck buat resolusinya k.. Imha dukung seribu persennnnnn… ^^

  46. Menarik.. Berbagi kisah positif jauh lebih baik dari pada sekadar mengumbar sisi negatif. Good news is a good news indeed! Ditunggu kabar-kabar baiknya dari Makassar. Sukses Makassar, sukses blog-mu juga…

  47. maaf kawan karena baru dapat menyempatkan membaca dan meninggalkan sepotong komentar disini *itupun atas petunjuk dirimu*
    sama seperti dirimu, sayapun termasuk anak2 yang beruntung, karena sedari kecil telah dibiasakan untuk membaca dan diberikan bacaan apa saja yang bermanfaat.
    saya pun suka menulis, meski tak fokus, terpotong-potong, dan sekedar untuk konsumsi pribadi dan maupun teman2 terdekat.

    saya selalu bangga dan senang bisa berteman dengan mahluk ajaib dan penuh bakat seperti dirimu brader, tulisan-tulisan yang menarik dengan tampilan yang juga menarik terkadang membuat iri

    pernah sekali saya meminta untuk diajari, namun apa daya, ‘jarak memisahkan kita’ , jadilah di kota ini saya menunggu tulisan-tulisan dan waktu-waktu dimana kita bisa bertemu, berbincang dan *saya belajar menulis darimu* tentu saja dengan segelas kopi !

    regards from Mamuju
    dee

    • adanya internet membuat jarak yang memisahkan kita bukan lagi jadi masalah…
      btw, tulisan dan blog mu keren..
      keep on writing sista..

  48. Topik yang baguss sobb…
    jgn lupa kunjungi juga punya ane..

    tinggalkan komentar yah,..
    happy blogging and happy new year..

  49. Selamat Tahun Baru 2012, tetap semangat sobat, sukses kontesnya

  50. membaca ‘makassar’, seperti membaca lembar demi lembar buku yg tak ada habisnya,.. bgitu jg ketika kita menulisnya,.. selalu ada yg baru utk diceritakan,…

  51. Sama, hobi Saya membaca. Kalau untuk tulis menulis Saya justru salut sama kita’ daeng. Sayapun masih senin kamis menulisnya. :)). *lihat gudang arsip* Tawwa, dari tahun 2004. *envy*

    Ah… memang daeng satu ini cocok dijadikan inspirasi. 😀

    Tabe’ Salama’ki dan terus berkarya…

  52. dan sayalah salah satu penggemarta .. hahaha, waria di karebosi (dalam makassar nol kilometer) luar biasa, hahaha dl sy sempat penasaran, sampai dmna pergaulan sang penulis (mansyur rahim) dgn waria itu… hahahahaha

    selamat menulis dan teruslah sharing, daeng 😀

    #Berkunjung & komen balik yahh :: Resolusi 2012 : Memaksimalkan Internet

  53. semoga sukses dan qt sama2 jd juara kk om …hehehe

  54. Bagaimana kalo Judulnya Menulis Makassar, Dari Diari Hingga Blog? heheh ini pendapat saya saja. Suka nulis Diari juga? kukira hanya kami-kami cewe’-cewe’ yang begitu. Saya juga sampai SMA suka nulis diari, pas kuliah sudah tidak lagi. Tulisan Lelaki Bugis ini selalu renyah untuk dibaca, dan bahasanya selalu apik. Setiap kali baca jadi kecil hati karena tulisan di blog ku (http://marniearianto.wordpress.com) tidak seapik ini. Tapi tahu nda, Resolusi saya 2012 hanya satu yang sempat terpikir waktu malam tahun baru :rajin-rajin bikin tulisan untuk update blog supaya impian jadi penulis (seperti dirimu heheh) bisa terwujud!!…bagi-bagi ilmunya yah….

    • saya memilih kata ‘Merekam’ karena rencananya web itu nanti bukan hanya tulisan tapi juga ada foto dan video..
      mo tukar baca diari kk? 😀

  55. wah, aku turut mendukung proyeknya. Makassar dalam blog sangat menarik, sehingga mudah diakses sepanjang speedy ngak lalot. Hehe, alangkah bagusnya kalau telkom speedy menamakan paket2 internetnya dengan bahasa2 membumi alias sedikit logat makassar, misalnya “Paket Sipakatau” artinya paket hemat karena saling menghormati antara pelanggan dan penyedia. Sehingga, blognya Lelaki Bugis bisa mewujudkan rencananya. Gimana cess?, mantap ji itu.

    Jadi sukses ya kakak, semoga blognya ini jadi rujukan yang ingin mengenal Makassar lebih dekat, sedekat dengan teman dekat. :D. O ya, mau usul nih, bagaimana kalau blog ini juga menginformasikan tentang cari “Jodoh” di Makassar?, aku yakin pasti seru deh. 😀 #bercandaja.

    Mantap deh ini blog. smoga aku jadi pengunjung setia dan komentator terbaik. tabe’ di’ and SADAMDA BASEMEN, salam damai dan bahagia selalu menyertai, amin. :))

  56. bagus banget artikelnya, suatu resolusi yang luar biasa, jangan lupa untuk mampir & komentar balik ke blogku ya makasih banyak !

  57. keren 😀
    anak makassar menang~

  58. bisnis online blog

    Wah coto makasar?sepertinya Enak tuh sob.Tempat pariwisata di sana apa aja ya sob?Jadi kepingin.Salam kenal ya.Selamat sob sudah menjadi pemenang.

    • Coto Makassar memang enak bro, apalagi coto Makassar yang di kota Makassar.
      Banyak yg bilang, rasa coto Makassar di kota lain rasanya beda 🙂
      Tempat wisata ada banyak bro.. Sila jalan-jalan ke Makassar..

  59. Mau juga punya blog keren seperti ini… 🙂

    Selamat & sukses selalu….

    Salam dari Pulau Selayar

  60. selamat yach atas kemenangnnya…

  61. Ibarat perempuan yang sedang kasmaran, sosok yang selalu menghantuiku, itu kamu…

    #ihik

  62. Menulis..menulis…saya mau bisa menulis sepertimu, kawan 🙂

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.