Catatan RinganWarita

Malam Pertama Menonton Film Bokep Ramai-Ramai

Stop menonton film bokep

Selalu ada hal yang pertama kita lalukan dalam hidup. Contohnya, malam pertama menonton film bokep ramai-ramai. Bagaimana rasanya?

Kali ini saya ingin bercerita soal malam pertama eh pengalaman menonton film bokep ramai-ramai itu.

Kenapa saya menuliskan ini? Itu karena seorang teman menuliskan bahwa film bokep itu penuh tipu-tipu dan saya teringat cerita pertama kali menonton film bokep.

Tipu-Tipu Ala Bokep

Secara singkat, tipu-tipu bokep menurut Daeng Ipul yang dia bagikan di blog Daenggassing.com itu ada tiga.

Satu: film bokep itu menggampangkan jalan cerita. Mana ada sih seorang perempuan yang naik kereta yang kemudian begituan dengan penumpang lelaki di tengah banyak orang. Sumpah! Saya pernah liat bokep beginian.

Kedua: Ukuran harus wow. Dalam film bokep, semua ukuran pemerannya selalu wow dan mengundang decak kagum. Perkakas lelaki misalnya, selalu berukuran besar seperti terong. Payudara pemeran perempuan pun selalu yang besar-besar kayak melon. Ini bisa menimbulkan anggapan kalau tidak punya ukuran yang besar laki-laki tidak bisa memuaskan perempuan. Kan kasian kalau punyamu kecil dan jadi minder. Iya kan? Perempuan pun akan minder kalau percaya bahwa hanya payudara besar yang bisa memuaskan pasangannya. Ish!

Ketiga: durasi bercinta harus lama. Tipuan ala film bokep ini juga berbahaya. Orang-orang akan beranggapan bahwa bercinta dengan durasi singkat akan mengecewakan pasangan. Padahal kepuasan bercinta itu bukan dilihat dari lama tidaknya, tapi seberapa intim kalian berdua. Iya kan?

Lagian, kalau bercinta terlalu lama kan dari segi medis malah berbahaya yah. Vagina perempuan bisa lecet karena kehabisan cairan pelumas. Si cowok pun pasti akan merasa tak nyaman kalau tegang terus tak bisa keluar.

Kembali ke niat awal yang mau berbagi kisah pengalaman malam pertama menonton film bokep ramai-ramai bareng teman. Kejadian ini sudah belasan tahun lalu saat saya masih berseragam putih abu-abu, tepatnya saat seusia Dilan yang lagi pedekate pada Milea.

Pengalaman Pertama Menonton Film Bokep

Jadi ceritanya begini:

Saat itu, tepatnya kapan sudah lupa, malam sudah menunjukkan pukul 21:30 wita lebih. Seorang teman datang dan membangunkan saya yang lagi terlelap tidur di kamar. Sepertinya saya tertidur cepat karena kelelahan belajar. Eh bagian saya kelelahan belajar jangan dipercaya yah. Intinya, teman itu datang membangunkan saya dan mengajak menonton bokep. Hah!

Saya yang masih mau menikmati tidur awalnya menolak.  Saat itu sudah malam dan saya merasa tak ada gunanya menonton film bokep. Bukannya menonton bokep itu dosa kan? Begitu pikir saya.

Akhirnya saya luluh oleh paksaan teman itu dan memutuskan menemaninya pergi menonton bokep. Sudah pukul 10 malam lewat ketika kami pergi. Saat itu Makassar belum seramai sekarang dan pete-pete pun sudah sepi. Untunglah masih ada satu pete-pete yang mengantar kami ke rumah salah satu teman yang rencananya akan kami ajak juga.

Sesampainya di rumah teman tadi kami bergegas mencari pete-pete untuk ke tempat menonton bokep itu. Sayangnya, di jalanan tak ada lagi pete-pete. Setelah menunggu sekira lima belas menit kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Butuh sekira limabelas menit lagi untuk sampai di sana.

Kami harus melalui jalanan setapak sepi dan sebuah kuburan untuk mencapai tempat itu. Larut malam melintasi pekuburan dengan aroma Kamboja bukanlah hal menarik untuk dilakukan. Percayalah.

Namun teman yang pertama kali mengajak tadi mengulang-ulang bahwa pemilik tempat menonton bokep itu punya anak gadis cantik. Sebuah motivasi yang berhasil membuat kami menyingkirkan rasa takut.

Jangan bayangkan tempat menonton bokep itu seperti layaknya bioskop. Tempatnya hanya berupa ruang tamu rumah pemilik jasa penyedia tontonan film bokep itu. Ruang tamu itu berukuran tak lebih dari tiga kali empat meter persegi dan berlantai semen.

Setiap penonton pemilik rumah akan menarik biaya Rp. 500,- untuk satu kali pemutaran film. Pemilik rumah menyediakan dua bangku panjang yang terbuat dari bambu dan papan kayu sebagai tempat duduk para penonton. Bisa bayangkan jika ada sepuluh orang yang menonton bersamaan?

Film bokep itu diputar dengan menggunakan kaset video Betamax (googling sendiri yah soal Betamax ini) dan ditayangkan melalui melalui layar tv berukuran 14 inchi. Tivinya masih tivi tabung karena jaman itu belum ada tivi layar datar atau LED. Pemilik rumah akan mematikan lampu saat film main.

Sayangnya, ketika kami sampai di rumah jam sudah menunjukkan menjelang pukul 12 malam. Pemutaran terakhir sudah berakhir beberapa saat lalu. “Selesai mi dek. Besok pi lagi datang nah. Agak cepat ki.” Kata pemilik rumah itu pada kami.

Kecewa? Tentu saja! Sudah gagal menonton film bokep, eh anak gadis pemilik jasa pemutaran film bokep yang katanya cantik itu pun tak kami liat bahkan batang hidungnya pun. Satu lagi, kami harus berjalan kaki pulang. Plus, sekali lagi melintasi kuburan. Sialnya!

Rumah tempat menonton itu terletak di kawasan Pandang-Pandang, Makassar. Saya pernah mencoba mereka-reka dan mencari tempat itu beberapa waktu lalu. Sayangnya gagal.

Makassar berkembang dengan pesat dan pertumbuhan lokasi pemukiman tak menyisakan jejak untuk saya telusuri. Ditambah saat kami datang pada malam hari sehingga tak banyak penanda yang bisa saya jadikan patokan.

Pada era itu, awal 90an, selain rumah di Pandang-Pandang itu, ada satu lagi tempat menonton film bokep yaitu Mbok Ani. Kapan-kapan saya akan ceritakan.

Comments (32)

  1. Anuh, yakin itu pas lewat kuburan nda ada yang ikut pulang, Oppa? Siapa tau sudah beranak pinak mi di sekitarta sekarang…

  2. waktu masih ABG, masih terasa seru nonton bokep ramai-ramai
    coba sekarang, nonton bokep ramai-ramai malah cuma berasa lucu-lucuan atau malah jadi geli sendiri hahaha

  3. Walaupun judulnya agak porno tp pembukanya sangat informatif, artikel yg bagus sbnarnya utk usia 17+ hahahaaa

  4. Kenapa untuk wanita di perjelas kata-katanya? Sedangkan untuk pria tidak di jelaskan? Saya merasa agak gimana yah sama analognya. Tolong jawab nah kak

  5. Pengalaman pertama nonton bokep tapi yang semi adalah saat SMA dan bareng teman-teman cewek. Waktu itu alasannya ikut saja karena teman teman se gank yang ajakin. Dan yang ada kita semua ketawa cekikikan, sepertinya tidak berhasil efeknya saat itu hahaha

  6. Wakwkakakkk….
    Asli mi clickbait ini judulnya!!!

    Pikiranku sudah membayangkan bakal baca sesuatu yang vulgar dari hasil tontonannya kak LeBug. Eh ternyata malah harus baca “jalan kaki, lewat kuburan, pertunjukan sudah selesai”.

  7. kayakny saya pertama kali nontn bokep pas kuliah, pas yg lagi heboh2nya vid bokep apa waktu itu yg tersebar, krn penasaran jdnya nont rame2 sm teman2 di mobil sebelum pulang kampus ahahhha jdny lucu dan geli sendiri hahah

  8. Hahahaha ada juga ternyata bioskop bokep kecil-kecilan .. hmm saya tunggu mbok Ani aja deh, yang ini sad ending soalnya,

  9. Tadinya saya tidak mau ikutan bw, tapi lihat judul tulisannya saya langsung daftar list. Untuk apa coba? Yahh untuk baca pengalaman pertamanya nonton film bokep. Eh film bokep itu apakah? #masihpolos

  10. Yah kecewa penonton. Sudah jauh ndak kesampean pula nontonnya. Nonton bokep rame-rame seingat saya cuma tiga kali. Aneh saja rasanya. Sisanya paling banyak bertiga. Kalau ada cewek yang ikutan nonton ini yang pusing. ndak bisa komentar banyak.

  11. Saya kira endingnya bakal speechless gimana gitu ternyata saya malah gagal fokus ya, yg jelas klu ngomongin soal bokep saya no koment panjang lebar yaak😅 *sok polos

    Penasaran dengan kisah Mbok Ani😁

  12. Ainhy Edelweiss

    Hahah saya pikir ceritanya akan bagaimana eh ternyata kecewa krna nton 😂😂 btw Rp 500 itu dulu psti sdh bxk sklimi

  13. betamax pita biru 😂🤣

  14. Deh perjuangannya di mau ji nonton film bokep 😂 Sekarang mah tinggal buka youtube di rumah hohoho *eh

  15. Nonton bokep rame-rame selain yang di rumah sama teman-teman *ups ketahuan* saya pernah terjebak sebenarnya. Tanpa diniatkan nonton eh malah nonton. Gara-garanya pas masih sering2 naik kapal laut, kan biasa ada movie nightnya. Baku ajak2 mi ato pi nonton daripada bosan lihat laut.

    Pas nonton, sekitar 30 menit kemudian baru sadar kalau yg diputar itu adalah film bokep -_-” ya seru sih, tapi jadi awkward moment haha. Jadi langsung segera kabur dari ruangan itu :))

  16. Membaca dengan harapan akan menemukan sesuatu yang wow tapi ternyata, jebakan betmen. Kembalikan satu menitku yang berhargaaaaa xD

  17. tapi itu penyedia web bokep deeh besar-besar bandwith na sediakan. cobami ndak. hahah

  18. Wah sy sebagai anak kelahiran 97 baru tau kalau trnyata ada penyedia jasa nonton bokep ramai ramai jaman dulu hahaahaha

  19. Mbok Ani..?? uang masuk klo nda salah 5 ribu, isi didalamnya cuma 12 orang dengan fasilitas sofa dan yang boleh masuk hanya anak umur 13+

  20. Gua ngebayangi wajah masing masing orang yang ikut nonton bokep disana. Seperti apa ya? Hahaha

  21. Gua ngebayangi wajah masing masing orang yang ikut nonton bokep disana. Seperti apa ya?

  22. Menunggu kisah yang Mbok Ani 😀

  23. seru juga ya pengalamannya!

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.