Gaya HidupMusik

Menemukan Jalan Pulang: Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi

Kota dan Musik adalah dua hal berbeda tapi begitu lekat. Sulit terpisahkan. Yogyakarta dan KLa Project misalnya. Kota pelajar ini bisa tergambarkan dengan romansa indah oleh band yang digawangi oleh Katon, Lilo, dan Adi ini. Band asal Yogyakarta itu melukiskan bagaimana kota mereka memiliki magnet yang membuat orang – orang akan selalu rindu untuk kembali ke sana.

Suatu malam saya berselancar  di web Soundcloud, sebuah web aplikasi untuk mengunggah dan mendengarkan musik. Saat tersesat di teduhnya belantara lagu Payung Teduh, Homogenic, Frau dan Melancholic Bitch, saya menemukan Jalan Pulang. Kekuatan lirik yang puitik berpadu dengan musikalitas yang apik membuat saya jatuh cinta pada pendengaran pertama.

Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi, lagu ini membuai saya begitu mendengarnya. Sekilas lagu ini berkisah tentang seseorang yang patah hati pada kekasihnya. Terpukau pada lirik yang puitis, saya mencoba mencerna liriknya dengan mendengarkannya berulangkali.  Saya terkecoh. Lagu ini tak sedangkal perkiraanku. Tak sebatas tentang percintaan sepasang kekasih. Lagu ini jauh lebih dalam menukik pada sesuatu yang mereka cintai; Yogyakarta.

Wujud cinta Jalan Pulang pada Yogyakarta berbeda dengan KLa Project meski mereka sama – sama menuangkannya lewat lagu. Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi adalah antitesa dari Yogyakarta yang dipuja KLa Project. Jalan Pulang bagai seorang pemuda yang begitu kecewa pada sesuatu yang mereka sangat cintai. Mereka mencintai Yogyakarta tapi tak menemukan sesuatu yang membuat mereka ingin pulang seperti yang digaungkan oleh KLa Project.

Kenangan – kenangan mereka akan Yogyakarta terhempas oleh deru – deru kendaraan yang kian memadati jalan – jalan kota itu. Tak ada lagi ruang bagi mereka untuk ‘terhanyut dalam nostalgia’, karena ‘langkah – langkah kaki tersesat dalam keramaian’.  KLa Project selalu pulang ke Yogyakarta demi ‘setangkup haru dalam rindu’, Jalan Pulang sebaliknya. Mereka Cuma bisa berbisik lirih “Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita…” dalam pembuka dan penutup lagu itu.

Jalan Pulang adalah sebuah grup musik asal Yogyakarta yang digawangi oleh Irfan R. Darajat (Gitar dan Vokal), M. Dwiki Prastianto (Bass dan Vokal), Margi Ariyanti (Piano), Damar N. Sosodoro (Gitar), dan Indra Agung Hanifah (perkusi). Mereka menyajikan aransemen musik pop ballads dengan lirik – lirik sederhana nan puitik. Lirik lagu Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi ditulis oleh sang vokalis Irfan R. Drajat untuk menyuarakan kegelisahannya, sekaligus kecintaan, terhadap kota yang selama ini mereka tinggali dan berkarya di sana.

Album Jalan Pulang 2014
Album Jalan Pulang 2014

Lagu Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi adalah tanggapan mereka terhadap permasalahan perkotaan di Yogyakarta; kemacetan karena peningkatan jumlah kendaraan bermotor,  tiadanya ruang public akibat pembangunan dan komersialisasi ruang kota, serta berbagai persoalan lain yang dihadapi Yogyakarta. Bekerja sama dengan kelompok gerakan masyarakat, Kota Untuk Manusia, mereka mencoba membentuk  kesadaran kolektif tentang pentingnya kemanusiaan dalam berkota.

Jalan Pulang sebenarnya bukanlah band baru, saya yang terlambat menemukan mereka. Band ini terbentuk pada tahun 2010. Mereka menawarkan musik yang segar dengan lirik – lirik yang puitik dan aransemen musik yang sederhana namun kuat. Seperti KLa Project, Jalan Pulang juga menyajikan lirik dengan bahasa Indonesia yang ‘baik dan benar’ tanpa harus jatuh jadi lagu yang berat untuk dinikmati. Irfan, sang vokalis, yang bertanggung jawab pada penulisan lirik adalah seorang penggemar puisi, khususnya puisi – puisi Joko Pinurbo dan Acep Zamzam Noor.

Salah satu puisi Acep berjudul “Lagu Berdua” mereka gubah menjadi sebuah lagu yang indah meski sebenarnya ini lagu mereka yang paling sedih. Salah satu lagu mereka berjudul Percakapan Tangis terpilih masuk dalam Kompilasi Album Musik Tradisi Baru 2012 setelah mengikuti Festival Musik Tembi 2012 yang berlangsung di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta. Lagu bernuansa etnik ini berhasil memikat para juri dan mendapat kesempatan masuk studio rekaman bersama 7 (tujuh) band pemenang lainnya.

Jalan Pulang sendiri sudah merilis album bertajuk Jalan Pulang (2014) dengan memasukkan 9 (Sembilan) track lagu. Track pertama dalam album ini berjudul Sajak Pertemuan, lagu ini dimainkan hanya dengan piano Margi dan vokal Irfan dan pertengahan lagu, Irfan membacakan sepotong sajak. Lagu bertajuk sama dengan nama band dan album mereka, Jalan Pulang, mereka tempatkan sebagai lagu penutup. Plus, Percakapan Tangis, yang mereka jadikan sebagai lagu bonus. Sayang, lagu Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi tak ada dalam album ini.

Sungguh saya menyesal terlambat menemukan Jalan Pulang. Sebuah band, yang lewat lagunya, mewakili beragam kegelisahan betapa sebuah kota kehilangan sisi kemanusiaan. Kemacetan dimana-mana, lahan – lahan resapan air yang berubah jadi bangunan kotak yang kita sebut ruko, debu – debu beterbangan akibat perbaikan jalan, juga ancaman kriminalitas yang kini tak lagi mengenal waktu; pagi, siang dan malam.

Lagu Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi, sejatinya, tak hanya mewakili Yogyakarta tapi juga Makassar. Mungkin juga, kota yang kalian sangat cintai.

Di Kota Ini Tak Ada Kamu Lagi

Lirik:

Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita

Mimpi tentang rumah kita kehilangan tidurnya

Kosakata kota ragu terbata-bata

Tiada lagi yang tersisa dari mimpi kita

Pagi datang terburu-buru khianati waktu

Ingatan tentang wajahmu kabur oleh debu

Gelak tawa dan nyanyianmu tertindih mesin berderu

Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita

Katakanlah padaku

Di manakah hangat pelukmu?

Pohon-pohon lupa di mana ia dilahirkan

Langkah-langkah kaki tersesat dalam keramaian

Kenangan-kenangan terhempas asap kendaraan

Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita

Katakanlah padaku

Di manakah hangat pelukmu?

Tunjukkanlah padaku

Kemana rindu harus bermuara?

Pohon-pohon lupa di mana ia dilahirkan

Langkah-langkah kaki tersesat dalam keramaian

Kenangan-kenangan terhempas asap kendaraan

Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita

(Sirna…)

Pohon-pohon lupa di mana ia dilahirkan

(Lupa…)

Langkah-langkah kaki tersesat dalam keramaian

(Sirna…)

Kenangan-kenangan terhempas asap kendaraan

(Lupa…)

Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita

Tiada lagi yang tersisa dari rindu kita…

Untuk menikmati lagu Di Kota Ini Tak Ada kamu Lagi – Jalan Pulang, kalian dapat mendengarkannya di akun Soundcloud mereka di sini.

*sumber foto: http://kanaltigapuluh.info/

Comments (3)

  1. Sepertinya kalau di Makassar ini lebih cocoknya “Lagu Berdua”, Daeng.

    Ikaaann..
    Ikaaann..

    He3.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.