Catatan RinganTips & Trik

Jangan Salah Pilih! Panduan Memilih Calon Anggota Legislatif

Panduan Memilih Caleg 2019

Sebulan ke depan, jika panjang umur dan cukup umur, kita akan berpartisipasi pada pemilihan presiden dan turut memilih calon anggota legislatif 17 April 2019 nanti. Jangan sampai salah pilih!

update: 4 Maret 2019

Pemilihan kali ini agak berbeda dengan pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif pada pemilu-pemilu sebelumnya. Kali ini, pemilihan presiden dan anggota legislatif akan dilaksanakan serempak.

Secara bersamaan, kita harus memilih anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab/Kota, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi,
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat dan Presiden.

Pada tanggal 17 April 2019 nanti kita akan mencoblos lima kertas suara dengan warna berbeda. Abu-abu untuk pemilihan presiden, kertas suara berwarna hijau untuk calon anggota legislatif DPRD Kab/Kota, warna biru untuk DPRD Provinsi, kuning untuk DPR RI, dan merah untuk calon anggota DPD.

warna kertas suara pemilu 2019 untuk pemilihan presiden dan anggota legislatif
warna kertas suara pemilu 2019 untuk pemilihan presiden dan anggota legislatif

*

Tak terasa, 4 (empat) hari lagi kita akan tiba pada hari pelaksanaan Pemilihan Anggota Legislatif yang sering disingkat Pileg. Jika kamu memutuskan untuk menggunakan hak pilih, ada baiknya kamu membaca Panduan Memilih Calon Anggota Legislatif (Caleg) ini. Sebaliknya, jika memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilih atau golput berarti baca sampai di sini saja 😀

Saat ini tingkat kepercayaan masyarakat pada anggota legislatif, baik itu angggota DPR, DPRD I dan II maupun DPD bolehlah dikata sangat rendah. Hal ini tak lepas dari kinerja mereka sendiri. Baru-baru ini Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) merilis hasil penelitian mereka di Gedung Djoeang, Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Hasilnya, Dewan Perwakilan Rakyat mendapatkan rapor merah karena kinerjanya dinilai masih buruk. Dari 519 anggota DPR periode 2009-2014, hanya empat anggota yang kinerjanya sangat bagus. Empat anggota DPR dianggap berkinerja sangat baik karena memiliki nilai rata-rata di atas 8,5. Selebihnya, hasil penelitian Formappi menyebutkan, mayoritas anggota DPR, yakni 435 (83,3 persen) berkinerja buruk. Sebanyak 117 anggota (22,5 persen) mendapat rapor buruk serta 318 anggota (61,3 persen) mendapat rapor sangat buruk. Selain empat anggota berkinerja sangat bagus, ada 29 anggota DPR (5,6 persen) yang diberi rapor baik. Jumlah anggota DPR yang kinerjanya dinilai cukup 51 orang (9,8 persen).

Penelitian itu sendiri menggunakan setidaknya ada enam indikator untuk menilai kinerja anggota DPR, yaitu kunjungan ke daerah pemilihan (dapil), memiliki rumah aspirasi di dapil, menghadiri rapat-rapat komisi, melaporkan harta kekayaan, menyampaikan gagasan dan aspirasi dalam rapat komisi, serta melaporkan kegiatan selama masa sidang dan reses.

Adapun analisis penilaian menggunakan berbagai sumber data; seperti dokumen resmi DPR, daftar hadir komisi, risalah rapat komisi, dokumen fraksi, dokumen partai, dokumen anggota, dan situs anggota DPR selama tahun 2012. Dokumen kinerja DPR tahun 2012 diambil dengan alasan pada tahun itulah DPR memiliki aktivitas paling tinggi.

Melihat kenyataan di atas, tentulah memiriskan hati mengingat pada merekalah kita memercayakan nasib kita. Merekalah yang berperan dalam penyelenggaraan negara ini dan menentukan nasib kita sebagai rakyat. Nah, relakah kita memercayakan nasib kita pada anggota dewan berkualitas rendah itu? Sampai di sini, jika kamu memilih golput.. silakan 😀

*

Untuk lima tahun ke depan, jika kamu ingin menggunakan hak pilih, maka pandai-pandailah memilih. Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Mendudukkan orang-orang yang sama pada kursi dewan itu.

Lalu bagaimana agar kita tak salah memilih wakil kita? Mau tak mau kita harus pro-aktif mencari tahu latar belakang para calon anggota legislatif (caleg) itu. Selain itu, kita harus menentukan parameter kita yang akan kita pakai untuk menentukan pilihan kita.

Saya sendiri menggunakan parameter yang sangat sederhana. Mencari tahu caleg yang tidak melanggar aturan mengenai alat peraga dan bahan kampanye. Ini pun sudah sangat sulit sebenarnya, mengingat hampir semua caleg memajang wajah mereka dengan cara memaku alat peraga kampanye pada pohon, di tempat yang sebenarnya terlarang pula. Setelah itu barulah saya mencari tahu rekam jejak mereka melalui internet. Alasan saya memakai cara ini untuk menyaring caleg ini bisa dibaca di Jangan Pilih Pemaku Pohon.

Cara lain adalah dengan memilih calon anggota legislatif berusia muda dan sebelumnya belum pernah duduk di kursi dewan. Setidaknya mereka masih memiliki idealisme, meski mungkin sedikit. Juga, mereka masih belum berpengalaman melakukan korupsi.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan sendiri parameter kita lalu mencari tahu jejak rekam mereka melalui internet. Saat ini setidaknya ada dua website yang bisa membantu dalam mencari tahu siapa-siapa caleg di daerah pemilihan (dapil) kamu, yaitu; bersih2014.net dan orangbaik.org. Informasi dari kedua web ini sebenarnya belum memuaskan, tapi paling tidak bisa membantu kamu dalam menentukan pilihan.

Untuk menghindari terpilihnya anggota-anggota dewan periode sebelumnya yang berkinerja buruk seperti dijelaskan di atas, kamu bisa memilih calon anggota legislatif (caleg) bernomor urut tengah karena biasanya caleg petahana menempati nomer urut atas.

Ingat, pilihan kita pada bulan April nanti akan menentukan nasib kita selama lima tahun ke depan. Selamat Memilih!

Comments (1)

  1. Belum pih ada pilihanku saya ini kodong. Masih galau ka’. Haha.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.