Memilah Kenangan dan Harapan

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganWarita

Memilah Kenangan dan Harapan

Batas antara kenangan dan mimpi sangatlah tipis. Pesan itu yang saya tangkap dalam film ‘Inception’ yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio. Dom Cobb (LeonardoDiCaprio), bersama Pointman Arthur (Joseph Gordon-Levitt) dan arsitek Nash (Lukas Haas) berada di sebuah misi ekstraksi menggunakan mimpi mimpi untuk menanamkan ide.

Targetnya adalah Robert Fischer (Cillian Murphy) dan tujuannya adalah untuk meyakinkan Fischer untuk membubarkan perusahaan ayahnya. Masalahnya adalah, Cobb terus dibayangi oleh istrinya, Mal (Marion Cotillard), setiapkali ia memasuki dunia mimpi.

Cobb dan Mal, pernah mati dalam dunia mimpi sehingga harus memasuki limbo dimana mereka kemudian membangun dunia bersama. Setelah terbangun, Mal tetap yakin bahwa mereka masih bermimpi dan memilih bunuh diri agar tetap bisa berada dalam dunia yang mereka bangun.
Misi mereka pun terganggu oleh kehadiran Mal.

Solusinya adalah Cobb memilih tinggal bersama Mal di dalam dunia mimpi atau meninggalkannya agar bisa bertemu anak-anaknya di alam nyata.. Hanya saja, cinta Cobb pada Mal teramat besar sehingga ia sulit untuk memilih..

#
Saya: sepertinya kamu lagi mengingat seseorang. tepatnya, memikirkan..
Rina: iya.
Saya : seseorang dari masa lalu?
Rina : sepertinya..
Saya : belum menjadi masa lalu mungkin. atau paling tidak, masih ada harapan masa lalu..
Rina : semoga ada, walaupun akan hilang, tentangnya kan selalu indah
*
Semua yang melangkah pergi pasti meninggalkan jejak. Jejak itu bernama kenangan.  Ada yang kelam. Ada yang indah. Namun, seringkali kita hanya mau menghadirkan kenangan yang indah saja.

Mungkin juga, kita tak tahu bagaimana melepaskan diri dari sergapan kenangan. Kita bahkan menikmatinya berada di dalamnya padahal ia serupa penjara.

Penjara kenangan selalu bersalin rupa menjadi impian. Ketika bayangan indah masa lalu hadir kita pun mengingkari bahwa itu hanya masa lalu dan membayangkan momen itu hadir kembali di masa nanti. Itulah harapan.

Kita tak bisa membedakan yang mana kenangan dan yang mana impian. Masa lalu yang indah bertukar posisi dengan harapan. Kita buta sehingga tidak bisa lagi membedakan kejadian yang terjadi di masa lalu dengan momen yang kita harapkan terjadi di masa depan.

Karena batas antara kenangan dan harapan amatlah tipis..

#
Rina : masalahnya tak akan pernah jelas, apakah dia benar pergi atau masih ada di sisi.
saya: sudah bertanya padanya?
Rina : tak pernah jelas.
Saya : lalu mengapa bertahan?
Rina : karena penjaranya terlalu indah untuk dilepas
Saya: ‘penjaramu’ mungkin saat ini terlalu indah tuk kau lepas.tapi, bila tak keluar bagaimana kau bisa melihat keindahan di luar penjara itu?

Malam ini, perlahan mimpi dan kenangan pun menyublim…

Comments (5)

  1. Dalam dunia filsafat, juga tasawuf, mimpi itu adalah kehidupan nyata, dan paralel. Ia bukan sekedar imaji, tp sebuah alam eksistensial.
    Mungkin, ketika kita mati pun, mimpi masih menjadi bunga tidur kita…tp saat itu, ia tidak saja berbunga, juga berbuah…dan menjadi pokok kuat, di sisi Tuhan…

  2. beugh…review film yang ujung2nya jadi curhat..?
    hahaha

  3. Suka dengan komennya dg. rusli diatas… postingannya apalagi. aih mentong sy kalah jauh dr kita deh, mantap!

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.