Di Balik Sayembara dan Pameran Logo Makassar

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Dinamika KotaKata Kota

Di Balik Sayembara dan Pameran Logo Makassar

Berawal dari rasa gemas terhadap Logo Makassar yang diperkenalkan walikota, kami kemudian mengadakan sayembara. Setidaknya, ada 150an desain yang masuk dan kami pamerkan.

Bagaimana rasanya jika kamu gemas dan tak suka pada sesuatu? Apa yang kamu lakukan? Sekadar mengutuk atau mencaci? Biasanya saya juga begitu. Apalagi untuk sesuatu atau kebijakan yang menyangkut kota yang saya cintai.

Hal yang bisa dan biasa saya lakukan adalah menuangkan keluh kesah ke dalam sebuah tulisan jika merasa tak nyaman dengan sebuah kebijakan.

Namun, saat Pemerintah Kota Makassar meluncurkan city branding atau logo Makassar pada tanggal 3 November, sekadar berkeluh kesah lewat tulisan di blog dan media sosial rasanya tak cukup. Logo Makassar itu tampak sangat mirip dengan logo I Love NY yang sudah melegenda. Makassar adalah kota yang sedang menggeliat dengan berbagai komunitas anak muda yang tak henti-hentinya melakukan kegiatan kreatif dan positif.

Begitu banyak anak muda kreatif di Makassar. Pun, desainer-desainer grafis berbakat dan punya nama bertebaran di Makassar. Mengapa pemkot tak melibatkan mereka dan harus meniru logo kota lain? Lantaran itulah kami menggelar Sayembara dan pada perjalanannya memutuskan mengadakan Pameran Logo Makassar sebagai bentuk apresiasi pada peserta. Cerita bagaimana sayembara ini kami adakan bisa dibaca di SAYEMBARA #LOGOMKS: KARENA KAMI CINTA MAKASSAR!

x-banner logomks - resize

Di luar dugaan, animo peserta ternyata besar, sampai batas waktu yang kami tentukan sebanyak 143 desain masuk ke email kami hanya dalam 4 (empat) hari waktu pemasukan desain. Terus terang ini pengalaman pertama kami mengadakan sayembara semacam ini. Kami beberapa kali mengubah teknis pelaksanaan sayembara karena terus terang kami awalnya tidak siap dengan jumlah peserta yang sebanyak itu.

Sayembara yang awalnya hanya iseng dan untuk seru-seruan ini tidak bisa lagi kami anggap sekadar iseng mengingat jumlah hadiah yang total mencapai angka Rp. 20 juta yang didapatkan dari sekian banyak donatur. Belum lagi ketika 3 orang yang sudah punya nama nama di bidangnya masing-masing bersedia jadi juri.

Ketiga juri itu adalah adalah Yoris Sebastian, seorang pekerja kreatif yang pernah menjadi CEO Hard Rock Cafe termuda di Asia Tenggara, lalu ada Glenn Marsalim, seorang profesional yang terkenal sebagai pakar branding. Ada pula Anwar Jimpe Rahman yang selain dikenal dekat dengan dunia literasi juga sangat akrab dengan dunia industri kreatif Makassar. Kerennya, ketiga juri ini tak kami bayar sepersen pun.

Kami kemudian tak bisa lagi menganggap sayembara ini sebagai sekadar keisengan, apalagi saat kami mengumpulkan 110 karya peserta dalam Pameran #LogoMKS. Rencana pameran ini awalnya mendapat sambutan dari beberapa mall yang menawarkan diri sebagai tempat penyelenggaraan pameran. Di kemudian hari mereka membatalkan penawaran mereka. Kami juga sempat terpikir untuk mengadakan pameran di salah satu taman kota, tapi dengan pertimbangan cuaca kami pun membatalkan niat itu.

suasana pameran #logomks

Dengan dana minim dan ketiadaan pengalaman mengadakan pameran logo Makassar, kami memutuskan untuk tetap mengadakan pameran ini di Kedai Pojok Adhyaksa. Tempat ini kami pilih dengan pertimbangan karena kedai ini adalah tempat berkumpulnya beberapa komunitas di Makassar. Satu alasan yang tak kalah pentingnya adalah Kedai Pojok tak memungut bayaran sebagai tempat pelaksanaan. Pada tanggal 29-30 November 2014 kami pun memamerkan 110 desain di Kedai Pojok Adhyaksa dengan menggantung desain-desain logo pada seutas tali serupa jemuran.

Fadly Padi LogoMKS
Salah satu pengunjung pameran karya sayembara #logomks. Tahu kan siapa dia? 🙂

Dari 135 desain yang masuk ke meja juri, ada 5 (lima) desain yang terpilih sebagai pemenang pilihan juri plus Desain Favorit pilihan netizen melalui voting yang kami adakan secara daring. Kelima desain ini memang layak menang, apalagi pemenang pertama. Desain city branding Makassar dengan gambar ayam mengendarai komet berbintang ini menjadi pemenang pilihan juri dan juga pilihan netizen.

5 desain pemenang sayembara logo Makassar (foto: Glenn Marsalim)
5 desain pemenang (foto: Glenn Marsalim)

Kelima pemenang itu kami umumkan pada Malam Pengumuman Pemenang Sayembara #LogoMKS di Kedai Pojok Adhyaksa. Sebuah acara sederhana kami gelar dengan menghadirkan bintang tamu Tabasco Band, sebuah band beraliran brit-pop asli Makassar yang sedang naik daun. Seorang teman yang biasa menjadi pemandu acara atau Master of Ceremony pun kami todong menjadi MC dadakan.

“Setelah ini, lalu apa?” pertanyaan ini kemudian banyak ditujukan pada kami. Jujur saja, kami tak pernah berpikir jauh selain mengadakan sayembara dan pameran. Yang ada dalam benak kami adalah adalah desain-desain pemenang akan kami cetak ke dalam bentuk merchandise seperti baju, mug dan lain-lain yang bisa dijadikan sebagai souvenir atau buah tangan. Keuntungan merchandise ini rencananya akan kami peruntukkan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan kreatif lainnya.

Tak sedikit pula yang bertanya pada kami; “bagaimana respon walikota?” Kami hanya bisa menjawab, “sampai saat ini tak ada”, karena memang tak ada. Kami sendiri tak begitu memusingkannya. Pun ada upaya seorang teman untuk mengundang walikota ke dalam pameran tapi gagal. Termasuk janji Ibu Kepala Dinas Parekraf Makassar yang ingin memfasilitasi untuk mempertemukan kami dengan walikota yang sampai saat ini tak ada kabar beritanya lagi.

Bagi kami, tak penting untuk bertemu dan membahas masalah #logomks ini dengan Walikota. Kami hanya ingin membuktikan bahwa di Makassar ada banyak anak muda yang bisa menciptakan city branding kota ini tanpa harus meniru milik kota lain. Kalau pun nantinya pemkot berniat baik menjadikan desain pemenang ini sebagai city branding Makassar, tentu akan lebih bagus lagi.

Ternyata, via twitter, ada yang meneruskan desain pemenang pertama #logomks ke akun walikota dan inilah tanggapan walikota, seperti di gambar. Sepertinya ada yang gagal paham membedakan antara city branding dengan logo event 

respon walikota


Satu yang pasti, kami belajar banyak dari sayembara dan pameran #logoMKS ini. Berawal dari sekadar iseng dan seru-seruan, kami mendapatkan pengalaman bagaimana mengadakan sayembara dan pameran sekaligus dari dana crowdsourcing (penggalangan) dana publik secara sukarela. Bagi saya pribadi, pelajaran yang paling penting adalah jangan memutuskan sesuatu jika hanya karena sedang gemas. 

Last but not least, mewakili teman-teman Flock perkenankan saya menghaturkan terima kasih tak terhingga untuk semua teman yang telah membantu hingga sayembara dan pameran #logomks bisa terlaksana.

x-banner terimakasih resize

Comments (4)

  1. Pada dasarnya, Makassar sebenarnya punya banyak anak-anak muda yang kreatif. Sudah seharusnya terus berkarya. Dan acara kemarin, benar-benar mempertemukan para kreator Makassar. Keep going! :D/

    • Mas Imam..

      makasih sudah berkunjung..
      tujuan kami memang adalah untuk menunjukkan kalau Makassar tak kekurangan anak muda yang kreatif. salam m/

  2. aku terharu bacanya kak 🙂

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.