Kuliner Makassar Bikin Gagal Move On

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

KulinerPerjalanan

Kuliner Makassar Bikin Gagal Move On

Saya lahir dan besar di Makassar. Sampai sekarang masih setia tinggal di Makassar. Apa sebab? Karena ada banyak jenis kuliner Makassar bikin gagal move on.

Sedari kecil saya sudah bermukim di Makassar. Pace dan Mace sudah berdomisili di Makassar sebelum saya lahir. Jadi, bisa dibilang, sampai usia segini (baca: 32 tahun) lidah saya sudah sangat lekat dengan kuliner Makassar

Selain janji pada Mace untuk tak pernah jauh dari beliyo, faktor makanan atawa kuliner Makassar juga jadi salah satu alasan kenapa saya susah move on dari Kota Daeng ini.

Apa saja Kuliner Makassar Bikin Gagal Move On itu?

1. Sayap Ayam Kios Semarang

Ini dia salah satu menu kuliner yang tak akan bisa saya temui di kota lain. Soalnya, Kios Semarang hanya ada di Makassar. Dan, Sayap Ayam Kios Semarang itu juara tiada tanding di kelas per-ayam-an!

Menu sayap ayam memang atau chicken wings mungkin memang akan mudah saya temui di kota lain ketika meninggalkan Makassar. Namun, saya tak yakin bisa menikmati sayap-sayap patah ayam seenak di Kios Semarang.

Kios Semarang menyediakan menu ala rumah makan China seperti Cap Cay, Nasi Goreng, Mie Kering dll. Nah, Sayap Ayam Goreng ini adalah menu favorit saya. Setiap ke sini, paling sedikit sebulan sekali, saya pasti memesan sayap ayam goreng ini. Apa yang membedakannya dengan sayap ayam goreng di rumah makan lainnya?

Ayamnya sih digoreng biasa dan dicocol dengan sambal yang pedas dengan aroma agak asam namun juga ada harum rempah. Sulit menggambarkan rasanya, karena saya bukan bloger kuliner, sepertinya ada lumuran bumbu di bagian luar dan aroma rempah pada kulit ayamnya. Bumbunya juga meresap sampai ke dalam daging. Pokoknya endess!

Kios Semarang adalah rumah makan legendaris di Makassar yang sudah ada sejak tahun 1970an. Lokasi dan gedungnya tidak mengalami perubahan berarti. Masih mempertahankan interior lama dan berada antara jejeran bangunan baru yang lebih mutakhir di kawasan Losari.

Sejatinya, kios ini adalah rumah makan keluarga namun sejak jaman dulu banyak ekspatriat yang datang untuk menikmati bir, banyak warga Makassar yang beranggapan bahwa Kios Semarang adalah tempat minum minuman beralkohol.

Alasan lain kenapa sayap ayam Kios Semarang ini menjadi kuliner Makassar bikin gagal move on adalah karena Kios Semarang ini terletak di Losari, salah satu spot melihat senja merona saat matahari terbenam. Bayangkan ini: makan sayap ayam enak plus teh bergelembung sambil memandang matahari perlahan kembali ke peraduan. Lalu teringat mantan.

abaikan tweet ini!

2. Mi Hengky

Mi Hengky adalah salah satu sajian mi kering Makassar. Mi kering adalah masakan Tionghoa Indonesia, agak mirip dengan I Fu Mi Tiongkok, disajikan dengan saus kental dan irisan ayam, udang, jamur, hati, dan cumi, hanya saja mi-nya lebih tipis.

Sebagian besar orang, baik yang tinggal di Makassar atau pun luar Makassar, sering salah kaprah terhadap mi kering ini. Mereka menyebutnya Mi Titi. Padahal, Mi Titi hanyalah salah satu jenama dari mi kering yang resepnya dibuat oleh  Angko Tjao. Mi kering buatan Angko terkenal di Makassar sejak awal70-an.

Angko Tjao mewariskan resep mi kering ini kepada tiga anaknya yaitu Hengky, Awa’, dan Titi yang melanjutkan usaha kuliner mi kering ini setelah  Angko  Tjao meninggal.

Ketiganya, plus Anto yang masih keluarga mereka, membuka rumah makan sendiri. Mi kering Titi kemudian yang paling populer di Makassar dan membuka cabang di mana-mana. Inilah awal salah kaprah itu, Mi Titi menjadi identik dengan mi kering Makassar. Dari keempat nama di atas, saya lebih menyukai mi kering ala Hengky atawa Mi Hengky.

Rasanya berbeda karena kuah Mi Hengky dibuat per porsi, berbeda dengan yang lainnya yang membuat kuah secara massal.

Selain mi kering, Mi Hengky juga menyajikan menu lain seperti mi kuah, mi panggang, mi Hokkian dan mi goreng, juga sajian berbahan bihun.
Mi Hengky juga menyediakan gorengan sebagai teman menyantap mi kering. Harga aneka menu berkisar pada Rp. 30.000,-. Sangat worth it untuk sajian dengan rasa orisinal.

Mi Hengky, Kuliner Makassar bikin gagal move on
(foto: kulinermakassardotcom)

Kalau mau menikmati Mi Hengky datanglah pada pukul 18:00 – 01.00 wita. Lebih awal lebih bagus karena semakin malam biasanya semakin ramai dan harus menunggu antrian karena tempatnya tak besar.

Sampai saat ini penerus Hengky tidak membuka cabang selain yang ada di Jl. Nusantara no 358, tepat di depan gerbang pelabuhan, dengan mempertahankan tempat dan gedung yang mereka pakai sejak tahun 1980an.

Sebagai orang yang menjadikan aneka olahan mi sebagai makanan utama, Mi Hengky menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak bisa move on dari Makassar. Menikmati seporsi Mi Hengky adalah menikmati sajian mi kering orisinal Makassar dengan suasana jaman dulu.

Salah satu teman, Dokter Cinta namanya, berbeda dengan saya lebih memilih Mi Awa sebagai kuliner Makassar yang selalu bikin dia kangen. Ceritanya bisa di 5 KULINER KHAS MAKASSAR YANG SELALU MEMBUAT RINDU

3. Songkolo Bagadang Alhamdulillah Pannara

Songkolo adalah makanan yang terbuat dari beras ketan hitam yang disajikan dengan bajabu’ kaluku (serundeng) yaitu  kelapa parut berbumbu disangrai hingga berwarna cokelat, juku mairo (ikan teri kering yang digoreng dengan bumbu), dan sambal manis pedas. Terkadang pula dengan telur itik, asin atau tawar. Sedang bagadang adalah pengucapan orang Makassar dari kata begadang.  

Resep dan cara membuat bajabu bisa didapatkan di sini

Jadi, songkolo bagadang adalah beras ketan hitam dengan lauknya yang disantap sambil begadang.

Songkolo Bagadang Warung Alhamdulillah Pannara’

Bicara soal songkolo bagadang, ada banyak penjualnya yang tersebar seantero Makassar namun ada satu yang jadi pilihan utama: Warung Songkolo Bagadang Alhamdulillah di daerah Pannara’. Warung milik Hj Hania ini agak tersembunyi di dalam lorong. Sebagai penanda adalah masjid sebelah kanan dari arah Jl. Abdullah Daeng Sirua sebelum jembatan Bukit Baruga. Lorong itu persis setelah masjid. Warung ini berada tepat di belakang masjid.

Meski tersembunyi, warung ini selalu ramai oleh pelanggan yang berasal dari beragam latar profesi. Mulai dari tukang ojek dan tukang becak, mahasiswa, sampai waria kerap datang memenuhi warung ini, utamanya saat malam mulai larut. Saking ramainya warung ini, di dinding warung banyak tertempel stiker iklan dan caleg , bahkan ada yang sudah saling timpa saking banyaknya.

Warung milik perempuan Makassar asli ini menggunakan timbangan dapur sebagai penakar dengan dua harga berbeda. Saat ini, salah satu anak Hj. Hania mengikuti jejak usaha ibunya dengan membuka warung songkolo bagadang di kawasan kuliner Pasar Segar, Panakukkang.

4. Pisang Ijo dan Sirup DHT

Pisang Ijo adalah salah satu kuliner Makassar asli Sulsel yang sudah tersebar ke penjuru Indonesia. Jadi sebenarnya mudah ditemukan ketika berada di luar Makassar. Tapi bagi saya tetap saja Pisang Ijo yang dijual di Makassar yang jadi juaranya. Saya belum menemukan es pijang ijo seenak yang ada di Makassar ketika mengunjungi kota lain. Apa yang membuatnya berbeda?

Kuncinya ada pada Sirup DHT. Sirup kental dengan aroma khas pisang ambon. Tanpa sirup DHT, es pisang ijo akan terasa berbeda. Seperti hari-harimu tanpa dia.. halah!

Sirup DHT bisa jadi pilihan oleh-oleh kuliner Makassar
Sirup DHT bisa jadi pilihan oleh-oleh kuliner Makassar

Es pisang ijo terbuat dari pisang kukus yang dibalut kulit dadar berwarna hijau, lalu disajikan dengan kuah kental yang berasal dari olahan santan. Sirup DHT inilah yang menjadi pelengkap yang dituangkan untuk memperlezat cita rasanya.

Konon nama sirup DHT ini adalah singkatan ‘Dari Hasil Tangan’ karena proses pembuatannya masih bersifat pengolahan rumah tangga. Sirup ini hanya diproduksi oleh CV DHT dari pabrik di kawasan Sungguminasa, kabupaten Gowa. Itulah sebab sirup ini hanya dikenal luas di Sulsel dan jarang ditemui di luar.

Baca juga tulisan Ummi Sudais 5 Makanan Khas Makassar Yang Manisnya Kayak Kamu

5. Coto Makassar

Suku Makassar terkenal suku perantau. Mereka mudah ditemukan di mana-mana. Dari daerah pelabuhan hingga pegunungan dan lembah. Makanya tak begitu sulit mencari hidangan coto di kota lain di luar Makassar. Saat ke Wamena, yang berada di Lembah Baliem, belasan tahun lalu saya menjumpai setidaknya ada empat warung Coto Makassar.

Lalu kenapa Coto Makassar saya masukkan ke dalam kuliner Makassar bikin gagal move on dari mantan? Sebabnya, adalah di kota lain saya belum pernah menikmati Coto Makassar yang rasanya seenak yang ada di Makassar.

Coto Makassar Nusantara 2 Jl. Merpati

Saya sendiri belum tahu apa sebab sehingga coto-coto yang dijual di luar Makassar itu memiliki rasa yang tak sama dengan coto yang ada di Makassar. Ada yang bilang karena bumbu, ada pula yang bilang karena dagingnya. Padahal, secara umum bahan dasar coto sama yaitu daging sapi, hati, usus dan

Beberapa warung mengolah bahan dasar coto dan bumbu secara beragam dengan tambahan rahasia dapur masing-masing untuk menciptakan cita rasa yang khas yang berbeda dari yang lainnya.

Pilih mana Coto Makassar atau Pisang Ijo?

Di Makassar, sudahlah enak pilihan coto pun tersedia banyak. Mau Coto Gagak, Coto Nusantara, Coto Ranggong, Coto Pettarani, atau Coto Abdesir?

Kalau kamu, kuliner Makassar apa yang paling kamu suka dan akan rindukan kalau jauh dari Makassar?

Comments (17)

  1. 6 tahunka di Makassar hanya sayap ayam kios semarang yang belum pernah kucoba kak, saya kira kios semarang itu tempat nongkrong dengan menikmati secangkir kopi ternyata saya salah besar. terimaksih kakak informasinya

  2. Oppa enak memang ini coto nusantara 😭 pkai ketupat pakai kacang + jeruk nipis. Nyamanna kodong e 😂

  3. Cuman pengen komen :
    1. Haddeh.. Dibahas mi Kios Semarang di tulisan ini, haha..
    2. Mie Hengky juga jadi favorit suamiku. Kalo saya mulai agak jijay dengan aroma kucing dan tumpukan barang penuh debu di bagian belakang kiosnya.
    3. Baru 1X saya ke kios Songkolo Bagadang Alhamdulillah dan langsung jatuh cinta, tapi gak pernah ke sana lagi.. 🙁
    4. Favoritnya Papiku banget tuh Es Pisang Ijo dan Syrup DHT. Tapi dia sebutnya “stroop”, haha.. Kentara skali produk jajahan Belanda.
    5. Coto Makassar nda usah dikomentari. Beda mentong rasanya kalo kita makannya di Makassar dibanding di kota lainnya.

    • 1. Maunya sih tulisan panjang soal Kios Semarang tapi susah wawancaranya itu koko
      2. Terakhir datang agak mendingan mi.
      3. Ada cabangnya di Pasar Segar, coba ki di sana.
      4. Iya dih, kakekku juga sebutnya stroop.
      5. No Comment

      😀

  4. Damn, buka postingan ini malam-malam bikin ngiler. Btw nda pernah ki kuliat makan coto?

  5. Saya suka ayam goreng kios Semarang, dulu kecil sering diajakin sama om-ku sana, saya makanin ayam goreng dia karokean sama temannya dan opaku. Dari situ saya mulai sadar kalau orang karokean selain ditemani sama ayam goreng pasti ada cewek-cewek juga yang temani. Haha… Nakalnya omku.

  6. Sudah lama saya tidak makan Songkolo Bagadang. Membaca tulisan ini, rinduku makin membuncah akan menu ini. Akan kucari ke sampai ke Pasar Segar, tempatx lebih dekat.

  7. Dulu waktu tinggal di Mamahkota, sirup DHT ini wajib masuk koper saat mudik dan akan kembali ke Jakarta. Untungnya sudah ada kemasan yang plastik. Jadi aman dibawa terbang dengan pesawat. Sekarang pun, selalu nyetok di kulkas.

    Semua kuliner yang Oppa bahas ini memang selalu dirindukan. Seperti merindu pada ia yang tersayang, namun hanya bisa memandangnya lewat stalking Instagram. #eaaaa

  8. Deh Kios Semarang. Saya lupa tahun berapa ya terakhir pergi makan nyuknyang sama es palubutung di kios Semarang. Legendaris mentong ini dari jamannya.

  9. Kuliner khas Makassar yang saya rindukan kalau lagi di luar Makassar hanya satu; ikan bakarnya Paotere.

    Kalau yang lain-lain nda ji.
    Makanya kalau balik Makassar, ikan bakar Paotere adalah salah satu tujuan yang nda boleh dilewatkan.

  10. AStaga baru ka’ tahu kepanjangannya DHT. Ke mana saja saya selama ini …

    Memang tong, ndak ada kalah rasanya pisang ijo dengan sirup DHT. Paling top mi rasanya.

  11. Mana nih ulasan sop saudara atau sop konro?

  12. Temannya sayap ayam tidak disebut? 🤣

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.