Komunitas dan Banjir di Makassar [1]

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Kata KotaKomunitas

Komunitas dan Banjir di Makassar [1]

Hujan berturut sejak awal Januari mengakibatkan banjir di beberapa titik di Sulawesi Selatan. Kali ini, hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung bahkan menelan korban jiwa. Tercatat, paling sedikit 15 orang meninggal dunia karena bencana ini.

Minggu awal Januari, saya tak begitu menyimak timeline. Barulah pada tanggal 5, saya memiliki banyak waktu untuk menengok lebih detail kabar-kabar yang berseliweran. Dan, alangkah sedihnya melihat begitu banyak kabar tentang bencana ini. Ada yang rumahnya tergenang air hingga kabar tentang banjir yang merenggut korban jiwa.

Sedih, tentu saja. Namun di balik setiap awan gelap, tersembunyi sinar matahari. Begitu kata orang bijak. Selain membawa duka, bencana ini menyimpan sesuatu yang mengharukan; kepekaan, solidaritas dan soliditas komunitas-komunitas di Makassar. Adalah akun @supirpete2 yang mengambil langkah cepat dan tanggap pada bencana ini. Akun yang selama ini menjadi semacam pusat informasi tentang Makassar dan Sulsel menjadi tempat berbagi informasi seputar banjir.

Dini hari 5 Januari, akun @supirpete2 mengajak beberapa komunitas tuk menggalang bantuan untuk korban banjir di Sulawesi Selatan. Tagar #PrayForSulsel yang berisi kabar-kabar duka bencana banjir pun ia ubah menjadi #PeduliSulsel dengan ajakan penggalangan bantuan. Tak menunggu lama, gayung pun bersambut.

Berbagai komunitas pun menyatakan kesiapan tuk bergabung. Pengelola WoodsyGab, melalui akun pribadi @wawanwoodsygab, pun menyediakan Kafe dan Resto yang terletak di Jl. Urip Sumoharjo KM 6 sebagai posko bantuan. Bantuan pun mengalir dari masyarakat dan juga komunitas lain yang melakukan penggalangan dan menjadikan Posko Woodsy Gab sebagai tempat penyaluran.

Posko Woodsy Gab - Peduli Sulsel
Posko Woodsy Gab – Peduli Sulsel

Penyaluran berbagai sumbangan dalam bentuk sembako, pakaian, selimut hingga popok bayi itu kemudian dikordinir oleh relawan-relawan Komunitas Earth Hour Makassar @EHMakassar bersama Tim Bantuan Medis Calcaneus Fak. Kedokteran Unhas Makassar. TBM Calcaneus ini juga membuka posko di WoodsyGab dan menerima bantuan dana di tiga rekening mereka.

Radio-radio anak muda Makassar seperti I-Radio FM Makassar, Madama FM dan Prambors FM tak ketinggalan pula mengumpulkan bantuan dari para pendengar mereka. Ajakan membantu sesama mereka serukan via radio dan juga akun twitter mereka. Ada juga Agan-Agan Kaskuser Makassar yang membuka posko online dan menerima bantuan dana via rekening.

Saya mencatat paling tidak ada belasan komunitas yang berpartisipasi pada penggalangan bantuan ini. Ada Komunitas United Indonesia Makassar @UtdIndonesiaMKS (pecinta klub Manchester United), @IndoBarca_Mksr (pecinta klub Barcelona) dan @Madridista_Mks (pecinta klub Real Madrid), @JCI_Makassar (pecinta klub Juventus). Meski berbeda chant dan yel-yel saat menyaksikan klub kesayangan mereka bertanding, bahkan saling mengejek di timeline, mereka begitu kompak dan bahu membahu menolong sesama.

Bersama komunitas-komunitas lain, -yang tak saya sempat saya tuliskan,- mereka mengumpulkan bantuan di homebase masing-masing lalu menyalurkan melalui posko WoodsyGab maupun menyalurkan langsung pada korban bencana. Hingga tanggal 10 Januari kemarin, bantuan bagi korban banjir itu tersebar ke lebih 12 titik di Makassar dan empat kabupaten; Maros, Pangkep, Jeneponto dan Takalar.

Bencana ini, selain mengirimkan duka, juga membawa sebuah harapan. Betapa bangsa ini bisa bermimpi indah pada semangat dan kebersamaan anak-anak muda yang tergabung ke dalam berbagai komunitas. Mereka begitu peka dan bergerak cepat mengulurkan tangan membantu sesama, tanpa menunggu pemerintah yang lamban bergerak.

[bersambung ke Komunitas dan Banjir di Makassar [2]]

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.