Assikalabineng: Kitab Persetubuhan Orang Bugis [1]

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

BukuGaya Hidup

Assikalabineng: Kitab Persetubuhan Orang Bugis [1]

Mantra Bugis Kamasutra Versi Bugis

Setelah sempat mengalami paceklik tak menerbitkan buku setahun lebih, pada akhir tahun 2008 akhirnya kami berhasil menerbitkan sebuah buku lagi. Buku itu berjudul Assikalibeneang: Kitab Persetubuhan Orang Bugis.

Judulnya terkesan provakatif, apalagi ditambah dengan tagline Kamasutra versi Bugis. Lebih lengkapnya di sini saya sajikan ulasan di Harian Tribun Timur yang dimuat selama empat hari berturut sejak 14 januari 2009 sampai 18 Januari 2009

Rabu, 14 Januari 2009 | 03:19 WITA

SEBAGAIMANA di kebudayaan lainnya, seks bagi masyarakat Bugis selalu dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif, sakral, dan tabu untuk dibicarakan secara luas.

Maka pengetahuan tentang hal itu sedapat mungkin dijaga dengan rapat. Selain karena ini menyangkut pola komunikasi paling personal antara sesama manusia, seks juga dipandang sebagai bagian dari kehormatan manusia.

Adalah Muhlis Hadrawi yang menjadi salah satu dari sekian ahli naskah kuno Universitas Hasanuddin yang mengungkap bahwa di masyarakat Bugis, pengetahuan tentang seks sebenarnya juga terangkum dan terdokumentasi dengan baik.

Berbekal ketekunan menghimpun naskah kuno Bugis dalam bentuk lontara, lahirlah buku Assikalabineng Kitab Persetubuhan Bugis yang diterbitkan Penerbit Ininnawa akhir tahun lalu.

Buku ini sekaligus menjadi penjelas dari sekian tabir yang hanya bisa dilewati orang tertentu sejak dulu kala. Dan uniknya, semua pengetahuan itu masih bisa dipraktikkan dengan baik di zaman modern ini.

KITAB persetubuhan Bugis, Assikalabineng, punya ciri khas tersendiri. Dia adalah pergulatan pengetahuan, pengalaman, dan spiritualitas masyarakat Bugis yang soal puncak kebudayaan yang amat bersifat private, atau pribadi. Buku ini adalah hadiah pernikahan terindah.

Kitab ini menempatkan hubungan seks di malam pertama dan malam-malam selanjutnya sebagai ritual keagamaan, bukan wadah pelampiasan nafsu, atau menghabiskan masa honeymoon.
Buku ini, seperti ajaran Islam, mengajarkan bagaimana menahan dan mengatur hawa nafsu dengan prosedur teratur dan zikir.

 Kitab Assikalaibaineng adalah ilmu yang ditunggu-tunggu atau hadiah pernikahan terindah dan berharga bagi pria dewasa yang segera ke pelaminan dan akan mempraktikkannya di malam pertamanya. 

Kitab ini menempatkan hubungan seks di malam pertama dan malam-malam selanjutnya sebagai ritual keagamaan, bukan wadah pelampiasan nafsu, atau menghabiskan masa honeymoon. Buku ini, Assikalabinenang: Kitab Persetubuhan Bugis, seperti ajaran Islam, mengajarkan bagaimana menahan dan mengatur hawa nafsu dengan prosedur teratur dan zikir.

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.