JK Tak Hormat Bendera dan Tong Kosong Nyaring Bunyinya

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganInternet

JK Tak Hormat Bendera dan Tong Kosong Nyaring Bunyinya

JK tak hormat pada bendera saat upacara Kemerdekaan RI ke 70 di Istana Negara dan media sosial pun heboh.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, -yang akrab dipanggil JK,- tertangkap kamera ‘tidak hormat’ bendera saat pengibaran bendera merah putih dalam upacara peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta. Kejadiannya memang hanya tampil selintas di layar televisi, tapi tak urung JK menjadi bulan-bulanan jadi bahan bully-an netizen di dunia maya utamanya di twitter.

Para pembenci pun bergembira karena punya alasan untuk menyalurkan hobi: bully, mencela dan mengumpat. Dari yang sekadar menanyakan nasionalisme JK sampai kicauan “sepertinya tangan dia bengkak abis main tinju”

Satu hal yang banyak tak dimiliki oleh para pembenci dan penggembira di media sosial adalah kemauan untuk mencari tahu. Benarkah apa yang dilakukan JK itu salah? Benarkah JK tak menghormati bendera? Padahal, kalau mereka mau meluangkan waktu sebentar saja untuk mencari tahu dengan googling kata kunci ‘cara hormat bendera’ tentu akan menemukan bahwa apa yang dilakukan Pak JK sudah sesuai aturan.

beberapa kicauan di twitter terkait 'JK Tak Hormat Bendera'
beberapa kicauan di twitter terkait ‘JK Tak Hormat Bendera’

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, Pasal 20, berbunyi:

“pada waktu upacara penaikan atau penurunan bendera kebangsaan, semua orang yang hadir harus memberi hormat dengan berdiri tegak, berdiam diri, sambil menghadapkan muka kepada bendera sampai upacara selesai. Mereka yang berpakaian seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat menurut cara yang telah ditentukan oleh organisasinya. Tetapi, mereka yang tidak berpakaian seragam, cukup memberi hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha, sedang semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali kopiah, ikat kepala, sorban dan kudung atau topi-wanita yang dipakai menurut agama atau adat-kebiasaan.”

Jadi berdasarkan PP No 40 Thn 1958 itu apa yang dilakukan oleh Pak JK itu tidaklah salah. Hal serupa juga dilakukan oleh Muhammad Hatta, Bapak Proklamator kita. Masih meragukan nasionalisme Bung Hatta?

PP No 40 Thn 1958 itu juga memberi keleluasaan untuk memberi hormat menurut organisasi bagi yang mengenakan seragam. Sayangnya, bagi yang suka gagal paham, menurut mereka cara hormat mungkin hanya satu yaitu ‘angkat tangan sejajar dengan dahi’.

Kasus ini mirip dengan kasus kancing jas Jokowi yang dikatakan lepas saat bertemu dengan pejabat dari negara lain. Juga mirip kasus saat Jokowi bertemu dengan Presiden Singapura yang kalau itu latar foto pertemuan kedua petinggi negara hanya menampilkan bendera Singapura.

Kedua kasus itu pun mencuat ke permukaan dan Jokowi menjadi korban bully. Para pembenci pun sontak gembira karena memiliki bahan untuk menertawakan Jokowi. Sayangnya, mereka lagi – lagi gagal paham dan ketika klarififikasi akan kasus – kasus itu muncul, mereka hanya diam. Rasa benci telah menutupi hati mereka untuk meminta maaf.

[baca juga: Modus di Balik Postingan Like dan Amin di Media Sosial]

Gagal paham itu penyebabnya, bisa jadi karena terlanjur benci plus tak mau mencari tahu dulu kebenaran akan sebuah isu dan diperparah dengan perasaan benar sendiri. Biasanya, para pembenci akan diam, tiarap dan bersembunyi beberapa waktu jika terbukti salah kemudian akan muncul kembali jika menemukan bahan bully-an baru. Begitu seterusnya. Berulang.

Semoga kita bukan bagian dari para pembenci (dan juga penggembira) dan selalu mau mencari tahu atau melakukan klarifikasi pada sesuatu sebelum ikut bersuara. Jangan sampai, hanya karena ingin ‘exist’, kita jadi tong kosong nyaring bunyinya.

Comments (2)

  1. what? artikel bagus begini tidak ada yang komen?
    keterlaluan!

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.