Catatan RinganWarita

Jejak Orang Makassar di Australia

Jejak Orang Makassar di Australia

Jejak orang Makassar di Australia yang tersisa dan paling tampak adalah bahasa. Setidaknya ada 200 – 300 kata yang digunakan suku Yolngu yang berasal dari bahasa Makassar atau bahasa Melayu.

Semasa kecil saya sering mendengar tetangga-tetangga saya menyebut kata maregge. Sebutan itu diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang berkulit hitam dan berambut keriting. Baik itu yang dari Ambon, Papua, atau pun Timor. Pokoknya, semua yang berkulit hitam dan berambut keriting adalah orang maregge.

Cukup lama saya menyimpan rasa penasaran dari mana asalnya sebutan itu. Kenapa orang Makassar, dan juga Bugis menyebut saudara-saudara kita yang berkulit hitam dan berambut keriting sebagai maregge?

Barulah pada tahun 2006 saya mendapatkan jawaban. Ternyata Mare’ge adalah nama tempat yang diberikan oleh pelaut Makassar pada wilayah pantai utara Australia tempat mereka berlabuh. Adalah buku The Voyage To Mare’ge yang menuntaskan rasa penasaran saya. Kata maregge adalah jejak orang Makassar di Australia.

Buku The Voyage to Marege’ membuka sudut pandang baru dalam melihat sejarah orang-orang Australia. Selama ini orang dunia mengenal James Cook sebagai penemu benua Australia pada kisaran tahun 1770an. Namun, ternyata hampir seabad sebelum Kapten Cook melayari pantai timur laut Australia, pelaut dari Makassar rutin mendatangi Marege’.

Para pelaut Makassar itu rela menempuh pelayaran panjang dan berbahaya demi mengumpulkan dan mengawetkan teripang yang dihargai mahal oleh penduduk Tiongkok. Sebagai gantinya, mereka memberikan beras, tembakau dan alat-alat logam, seperti pisau, kapak, dan senapan pada penduduk setempat.

Buku Voyage to Marege’ karya CC McKnight yang diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia itu memaparkan sejarah orang-orang Makassar yang menempuh perjalanan panjang dan menantang gelombang samudra menuju Australia demi hewan laut bernama teripang. Buku ini menyebut teripang sebagai industri modern pertama Australia.

Aktivitas pengumpulan, pengolahan, dan perdagangan teripang dimulai abad ke-18 di sepanjang pesisir yang sekarang masuk wilayah federal Northern Territory, terutama di daerah Arnhem Land. Pelaut-pelaut Makassar menamai daerah itu Marege’. Setidaknya 1.000 orang dengan puluhan kapal melakoni perjalanan itu setiap tahun sebelum akhirnya aktivitas tersebut dilarang total Pemerintah Australia pada 1907.

Sebuah peta yang  berasal dari manuskrip lama yang kemudian dimuat dalam buku Sedjarah Goa (Jajasan Kebudajaan Sulawesi Selatan dan Tenggara di Makassar, 1967) yang ditulis oleh Abdurrazak Daeng Patunru menggambarkan kekuasaan Kerajaan Gowa (Makassar) sampai meliputi pantai utara Australia.

Baca juga: Peluncuran buku Voyage To Marege’

Buku Voyage To Marege' yang mengupas jejak orang Makassar di Australia
bisa didapatkan di Penerbit Ininnawa
Buku Voyage To Marege’ yang mengupas jejak orang Makassar di Australia
bisa didapatkan di Penerbit Ininnawa

Salah satu jejak orang Makassar di Australia adalah Macassan Beach, yang disebut sebagai titik pertama kapal pinisi yang membawa pelaut dan saudagar Makassar dan Bugis bersandar. Nama Macassan adalah sebutan yang disematkan warga suku Yolngu kepada para pelaut dari Sulsel itu. Suku Yolngu adalah penduduk Aborigin di Arnhem Land, Northern Territory, Australia.

Paul Thomas, Coordinator Indonesian Studies School of Languages, Literatures, Cultures and Linguistics dari Monash University, dalam laporan Jelajah Australia Kompas, mengatakan bahwa hubungan perdagangan antara suku Yolngu dan pelaut dari Makassar berlangsung dengan baik.

Berdasarkan riwayat perjalanan Mangathara (sebutan suku Yolngu untuk orang Makassar) yang dicatat Belanda di Sulawesi serta lukisan orang Aborigin di dinding gua, hubungan ini berlangsung hampir 1,5 abad, yaitu sekitar akhir abad 17 hingga awal abad 19.

Hubungan dagang antara Makassar ini meninggalkan banyak jejak orang Makassar di Australia, khususnya di bagian pantai utara. Salah satunya adalah orang Makassar memperkenalkan tehnologi logam. Sebelumnya, segala alat kerja suku Yolngu terbuat dari batu. Mereka juga diajari oleh pelaut dari Makassar untuk membuat lipa-lipa, sejenis sampan yang digunakan oleh suku Yolngu, dulunya mereka tak mengenal tehnologi itu.

Baca Juga: Bianglala Orang Bugis – Makassar

Jejak orang Makassar di Australia yang tersisa dan paling tampak adalah bahasa. Setidaknya ada 200 – 300 kata yang digunakan suku Yolngu yang berasal dari bahasa Makassar atau bahasa Melayu.

“Kurang lebih ada 200-300 kata dalam bahasa Yolngu yang dipengaruhi oleh bahasa para pelaut dari Makassar dan pengucapannya juga berubah ya,” ujar Paul Thomas, Coordinator Indonesian Studies School of Languages, Literatures, Cultures and Linguistics dari Monash University saat ditemui di Clayton, akhir Mei 2016.

Salah satu kosa kata bahasa Yolngu yang diperkenalkannya adalah balanydja atau membeli sesuatu barang atau jasa. Kata ini dipengaruhi oleh bahasa yang dipakai para pelaut Makassar. Dalam bahasa Indonesia, kata ini mirip lafal dan artinya dengan belanja.

Selain itu, jejak orang Makassar di Australia ada kata prau yang berasal dari kata perahu, juga manik-manik yang dipakai untuk menyebut kalung. Ada pula jinapan yang berarti sama dengan kata senapan dalam bahasa Indonesia saat ini, jalatan yang sama artinya dengan kata selatan, jarang yang penggunaannya merujuk pada kuda, lipa-lipa yang sama dengan kosa kata bahasa Bugis yang berarti kano, hingga bandira dari kata bendera.

Contoh lain adalah dariba, taripang, djama (dari jama, bekerja), wukiri (dari ukiri,menulis), botoru (dari botoro’, berjudi), dan billina (dari bilang, menghitung).

Penyerapan ratusan kata dalam bahasa Makassar merupakan salah satu warisan budaya dari interaksi orang-orang Makassar dengan Aborigin di masa lalu. Merujuk pada kosa kata yang diserap, muncul kesimpulan bahwa para pelaut yang datang dari Makassar itu tidak semuanya adalah orang-orang dari Tanah Sulawesi, seperti Makassar, Bugis dan Bone.

“Diperkirakan, para awak kapal dari kapal pinisi Makassar ini berisi pula orang-orang dari Maluku, Nusa Tenggara, bahkan Jawa dan Melayu.” Lanjut Paul.

Sisa-sisa jejak orang Makassar di Australia itu berupa serapan bahasa masih bisa kita dapatkan melalui manikay atau serangkaian lagu yang berisi pengetahuan dari para leluhur mengenai bagaimana cara Suku Yolngu hidup, biasanya dinyanyikan pada saat upacara adat.

Unsur budaya Makassar lainnya yang masih tertinggal di wilayah pantai Australia Utara adalah bentuk perahu kecil lepa-lepa dan juga beberapa peralatan untuk mencari biji besi dan cangklong madat dimana orang Aborigin mengisinya dengan tembakau.

Orang Makassar juga cukup meninggalkan kesan di bidang-bidang lain. Hal ini dapat dibuktikan bahwa orang Aborigin menuangkannya dalam bentuk lukisan-lukisan dinding di gua-gua dan kulit pohon asam. Lukisan rumah, perahu, badik, dan orang Makassar terdapat di sekitar Tanah Arnhem.

Comments (15)

  1. Jauhna tong pergi bugis makassar dih.

  2. Yang jadi pertanyaan saya sekarang, di tahun 1700an itu orang Makassar bicaranya pakai bahasa apa? Karena setauku Bahasa Indonesia belum ada, tapi kenapa ada kata senapan dan bendera?

  3. Tulisan panjang tapi menyenangkan untuk di baca, nenek moyangku memang seorang pelaut, dimana bumi dipijak disitu kenangan dilepas hingga meninggalkan kesan yang mendaoam. Hihi…
    Dan bahagia rasanya buku Voyage To Marege ini bisa jadi salah satu penghuni rak buku di rumah.

  4. Bagi kita yang hidup ratusan tahun setelahnya, menemukan hubungan itu menakjubkan, ya.
    Dan rasanya menyenangkan ada orang dari wilayah lain bumi ini yang memiliki bahasa yang mirip dengan bahasa Makassar

  5. Berarti bisami disebut kalau penemu Australia itu sebenarnya orang Makasar. bukan James Cook.

  6. Bayangkan kalau dulu orang Bugis Makassar datang ke Australia dengan maksud menjajah. Mungkin sekarang Australia isinya orang Bugis Makassar semua hahaha

  7. berbanggalah kita sebagai orang bugis apalagi mereka yang bugis makassar karna bahasanya yang termasuk banyak diterapkam disana. kira kira sekarang ndk hilangmi orang Makassr kalau kesanaki kak?

  8. Klo dikampung saya di Ara Kab. Bulukumba, sering sekali mendengar cerita dari kakek” yang memiliki peninggalan” barang” yg didptkan dari hasil pelayaran ke negara” waktu dulu, termasuk Australia. Katanya dulu orang di Ara sdh memiliki TV tapi sinyalnya belum dapat. Maka jadi hiasan rumah sajaTV waktu itu.

  9. Ternyata jejak petualang orang Makassar luas juga yah..tidak salah orang Makassar juga di sebut pelaut ulung.. Buku The Voyage to Marege menjadi saksi bisu jejak Orang Makassar di Manca Negara..

  10. wetss ternyataaa…
    ahhah di lorongku dulu semua orang panggil sapaan begitu ke orang itam
    “mare’ge ka itu yang bawa..”
    kayak2 begitu haahaha
    banggaku dehhh dengan orang Makassar gang .

  11. …nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera…

    Penggalan lagu ini sangat tepat menggambarkan ketangguhan Orang Bugis Makassar mengarungi samudera dengan kapal phinisi, kemudian bermukim di tempat yang baru dan berkembang biak di sana. Eh, bahasaku kok berkembang biak? Beranak pinak, mungkin?

  12. Saya pernah baca juga kisah mahasiswa atau traveler (sa lupa tepatnya) dari Makassar yang sampai di destinasi wisata yang ada suku Aboriginnya. Pas ditauki dari Makassar, ada penduduk yang ajak ketemukanki dengan neneknya. Neneknya ini senang sekali, ka beliau bede waktu kecil dulu sering sekali dikisahkan tentang para pelaut dari Makassar

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.