Ini Baru Pemanasan, Tunggu Kami di Konser Berikutnya!

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Gaya HidupMusik

Ini Baru Pemanasan, Tunggu Kami di Konser Berikutnya!

Konser Slank Anti Korupsi

Laporan Pandangan Mata dari Konser Slank Liquid, Hotel Clarion 12 Feb 10, Makassar

Ada yang terasa berbeda kali ini, konser Slank, band legenda rock n roll, tanpa semarak atribut bendera Slank dan ribuan penonton yang saling berdesakan. Bagi saya yang mengikuti hampir semua konser out door Slank di Makassar, konser indoor ini terasa kurang afdol. Menikmati lagu-lagu Slank tentu lebih asyik jika berbaur dengan ribuan Slanker.

Lima belas menit menjelang pukul 22.00 saya sudah berada di lobby Hotel Clarion. Kali ini saya datang untuk mengambil tiket konser Slank yang digelar di D’ Liquid Room. Ini kali ke tiga saya menonton pertunjukkan di tempat ini, dua sebelumnya adalah konser-konser Kla Project. Untuk hal lain, saya hanya pernah sekali-dua kali menghadiri undangan kantor dimana saya bekerja.

Tiket sudah di tangan, pukul 22.15 saya menuju D’Liquid yang berada di sayap kanan Hotel Clarion. Saya memperlihatkan tiket dan sebuah undangan sebesar kartu pos. “Ini ada dua pak, mau pake yang mana? Tiket atau free pas?” Tanya penjaga pintu masuk tangga menuju D’Liquid yang berada di lantai 3. Ternyata, undangan itu bisa berlaku sebagai free pass.

Saya menyerahkan tiket yang lalu dikembalikan setelah diperiksa. “Tolong pak, jangan masukkan siapapun yang tak punya tiket atau free pass, biar dia polisi” kata seorang panitia pada petugas penjaga tangga. Di tangga lantai dua, lima petugas keamanan berjaga di tangga menuju D’Liquid. Satu orang menyobek tiket dan satu memberi stempel pada pergelangan kiri, tiga orang lainnya hanya berdiri mengamati dan berjaga-jaga.

Pukul 22.30, D’Liquid masih lengang, hanya beberapa penonton dan sejumlah petugas keamanan yang berjaga-jaga meski pada publikasi dan tiket tertulis konser dimulai pukul 22.00. Di sebuah meja, berkumpul beberapa orang yang mengenakan seragam oranye bertuliskan Bidadari Penyelamat Makassar dengan logo Slank berlatar warna merah, kuning dan hijau, symbol rasta. Juga gambar tangan berjabatan di punggung mereka, serta emblem merah putih di lengan kiri.

Pengamanan konser kali ini memang tergolong sangat ketat. Selain keamanan hotel dan satgas Bidadari Penyelamat, Punggawa Production Event Organizer konser ini juga menyediakan tenaga pengamanan sendiri.

Pengamanan superketat ini dilakukan karena konser ini akan jadi ajang pembuktian bahwa konser Slank tidaklah rusuh, alasan yg dipakai aparat tuk mencekal penampilan Slank di depan publik. Slank dicekal karena lagu-lagunya banyak menyinggung penguasa negeri ini. Juga ada rumor yang menyebutkan Slank dianggap berdiri di belakang salah satu kepentingan karena mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi.

Makassar adalah kota pertama di luar Jakarta setelah pencekalan Slank diberlakukan. Tak gampang menggelar konser ini meski hanya berupa konser indoor. Aparat begitu parno untuk memberi ijin penyelenggaraan. “Sebulan lebih kami mempersiapkan konser ini, termasuk bolak-balik ke kantor polisi untuk mengurus perijinan,” ungkap Bondan, salah satu anggota Makassar Slanker Club. Tak kurang dari 500-an Slanker yg bertandatangan di Polwiltabes tuk menjamin keamanan konser Slank ini.

Baca Juga: Romantic Movie Quotes

Pukul 23.21. Slanker mulai memenuhi D’Liquid. Sebagian besar berpenampilan necis, maklumlah, kali ini konser dipenuhi Slanker berduit, harga tanda masuk saja mencapai 200rb. Uang sejumlah ini tentu sangat mahal bagi sebagian besar Slanker. Menyadari hal ini, Makassar Slanker Club sebenarnya telah meminta agar harga tiket diturunkan tapi pihak penyelenggara tak bergeming.

Dalam hitungan ekonomis, konser ini tak bisa menghasilkan keuntungan finansial. Jika dikalikan 1500 penonton, penjualan tiket hanya menghasilkan sekitar 300 juta rupiah, padahal menurut Bondan, konser ini menelan biaya paling sedikit 350 juta rupiah. Biaya sebesar itu mencakup biaya perjalanan Slank dan kru beserta peralatan, biaya akomodasi dan tentu saja bayaran untuk Slank sendiri.

Patokan 1500 penonton ini adalah batasan jumlah yang diberikan oleh pihak kepolisian. Kesepakatan tentang batasan jumlah penonton ini bahkan dimasukkan ke dalam perjanjian keamanan tadi. Pihak penyelenggara dan Makassar Slanker Club awalnya menginginkan agar jumlah penonton yang diijinkan bisa mencapai 2500 orang. Sayangnya, pihak kepolisian tak mau ambil resiko. Dalam perjanjian bahkan disebutkan bahwa konser akan dibatalkan bila penonton melebihi 1500 orang.

Pukul 23.30. Dado salah satu jaddah Slank mulai menyiapkan perlengkapan Ridho, salah satu gitaris Slank. Jaddah adalah sebutan bagi kru personil Slank. Setiap personil punya satu Jaddah. Para jaddah inilah yang menyiapkan kebutuhan Slank di panggung. Selain Dado, ada Wahyu jaddah Ivanka [bassist], Edy jaddah Bimbim, Memet jaddah Abdi [gitaris], dan Darwis jaddah Kaka.

Pukul 23.40. Edy mulai mengecek drum Bimbim yang sedari tadi terpasang di panggung. Begitupun jaddah lainnya. Bidadari Penyelamat mulai mendekati pagar panggung. Walau bertugas sebagai pengamanan, tak satu pun mereka bertampang sangar atau pun berbadan kekar laiknya pasukan pengamanan. Banyak di antara mereka berbadan kurus. Tapi, jangan tanyakan seberapa besar nyali mereka, tugas mereka sangat membutuhkan keberanian dan fisik yang kuat. Merekalah yg akan berhadapan dengan Slanker yang bertindak nekat, misalnya merangsek ke panggung.

Tugas mereka malam ini sangat berat, memastikan konser berjalan damai. Rusuh sedikit saja akan menggagalkan misi konser Slank kali ini, membuktikan bahwa Slank dan Slanker bukanlah tukang rusuh! Bila konser Slank kali ini berjalan damai, tentu akan mematahkan alasan rezim yang mencekal Slank.

Baca Juga: Jangan Pilih Pemaku Pohon!

Jam sudah mendekati angka 00.00, tapi Slank blom muncul. Meski menunggu se jam lebih, Slanker tetap tenang. Dari repertoar lagu di dekat mik Kaka, konser Slank kali ini akan dibuka dengan ‘Mars Slanker’. Total lagu yg akan dibawakan berjumlah 21 lagu.

Pukul 00.16. Slanker mulai merangsek ke depan begitu melihat para Bidadari Penyelamat mulai bersiaga di balik pagar terali. DJ D’Liquid yang menemani para penonton, -dengan lagu-lagu rock menghentak,- menunggu, meninggalkan panggung tepat 00.25. Kru segera menutup lubang tempat DJ tadi beraksi dengan melipat soundsystem ke arah dalam lubang.

“Mars Slanker” dan “Lo Harus Gerak” membuka penampilan band legenda rock n roll ini, lalu menyusul “Seperti Para Koruptor”, lagu ini lah yang dinyanyikan oleh Slank di depan kantor KPK sebagai bentuk dukungan mereka. Menyusul berturut-turut lagu “Tong Kosong”, “Gara2 Kamu”, “Makan Gak Makan Asal Kumpul”, “Iblis”.
“Salut buat MSC, juga buat kepolisian yg ngijinin Slank tampil di Makassar” kata Kaka di sela penampilannya. “Maafkan” lalu mengalun, lagu melodius inilah yang mengangkat nama mereka di industri musik Indonesia ini. Lagu yang terdapat dalam album pertama yang bertitel “Suit Suit He He [Gadis Sexy]” terbukti ampuh mendinginkan suasana. Sedari lagu pertama, para penonton depan panggung sudah berjingkrakan dan berjoget. Apalagi menyusul kemudian lagu-lagu seperti “Terlalu Manis”, dan “I miss U but I Hate U”

Bertepatan dengan kedatangan Slank ke Makassar, beberapa anggota Pansus Century juga sedang berada di Makassar untuk menyelidiki aliran dana Bank Century. “Katanya Pansus sedang di Makassar yah? Semoga ini hanya gossip” harap Kaka disela intro “Gosip Jalanan”. Inilah lagu yang membuat merah kuping para anggota dewan. Orang-orang terhormat itu lalu berencana menggugat Slank. Namun sehari setelah beberapa anggota dewan mengutarakan niat untuk mengajukan Slank ke meja hijau, KPK justru menangkap seorang anggota dewan, Yusuf Emir Faisal, atas kasus korupsi pengalihan lahan di Riau. Niat itu pun urung terlaksana, mungkin mereka malu karena apa yang diteriakkan Slank lewat lagu telah terbukti kebenarannya.

Berturut-turut mengalir lagu “Orkes Sakit Hati”, “Esbeye”, “Love Curse”, Ku Tak Bisa Jauh”, dan “Pulau Biru”. Pada lagu “Pandangan Pertama” Kaka mengundang seorang penonton cewek untuk naik berduet dengannya. Lagu yang dipopulerkan oleh A. Rafiq ini diaransemen ulang oleh Slank dengan berduet dengan Nirina Zubir.

Baca Juga: Galau Yang Kacau

Selepas “Kuil Cinta” dan “Punk Javal” dan “Rasa Sayange”, para personel Slank pun meninggalkan penonton yang sepertinya belum puas bernyanyi dan bergoyang. Para Slanker, utamanya yg berada di depan panggung, tanpa dikomando serentak berteriak meminta Slank untuk naik kembali ke panggung.

Tentu ini bukan akhir dari konser, setelah jeda sejenak. Para personel band yang merayakan ultah ke 26 tanggal 26 Des 2009 ini kemudian satu persatu-satu menuju ke panggung dan langsung memainkan “Kilav”.
“Kamu Harus Pulang” kemudian menjadi lagu penutup, seperti konser-konser sebelumnya. “Ini baru pemanasan, tunggu kami di konser berikutnya. Semoga pihak kepolisian memberikan izin konser di tempat yang lebih besar.” Tutup Kaka mengakhiri konser.

Rasanya tak sabar menunggu konser itu tiba. Menyaksikan Slank di tempat terbuka bersama ribuan Slanker lainnya. Malam itu, Slank dan Slanker telah mematahkan alasan pencekalan. Slank dan Slanker bukanlah perusuh!

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.