Hoax Satpol PP Menendang Juru Ketik

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganInternet

Hoax Satpol PP Menendang Juru Ketik

Kebencian tidak dapat mengusir kebencian; hanya cinta yang dapat melakukannya.

Kebencian itu membutakan. Menutupi mata hati dan mengotori jiwa. Orang – orang yang hatinya diselimuti kebencian, percayalah, akan memiliki jiwa yang tak tenang. Mereka akan melakukan apa saja untuk melampiaskan kebenciannya. Segala cara. Termasuk fitnah dan menyebarkan berita palsu atau yang biasa kita sebut hoax. Termasuk, Hoax Satpol PP.

Salah satu contoh paling mutakhir adalah apa yang dilakukan pemilik akun facebook bernama Sugianto. Pemilik akun ini membuat berita palsu berisi fitnah pada Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, di grup facebook. Di laman grup Relawan Jokowi Menuntut Jokowi Lengser, Sugianto menulis status;

“Astafirulloh. PNS terpaksa mengusir paksa seorang juru ketik tua di pinggir jalan, yang mencari nafkah setiap hari didepan kantor gubernur jawa tengah. ‘Sebenarnya saya tidak tega, tapi kalau saya tidak turuti dan pak Ganjar marah, saya bisa dipecat,’ jawab Slamet Fahmi Anggota PNS yang menghebohkan media sosial dengan prilakunya yang ternyata atas perintah Ganjar Pranowo gubernur jawa tengah tersebut. ‘Kalau sampai dipecat istri dan anak saya mau makan apa? saya bahkan disuruh kalau perlu menyeret juru ketik itu kalau tidak mau pindah, jadi saya tendang saja mejanya, agar dua tidak lagi nongkrong di depan kantor’,”

Untuk lebih meyakinkan, status itu disertai gambar gambar seorang aparat yang menendang seorang laki-laki tua yang menjadi juru ketik di tepi jalan. Sugianto menulis bahwa foto itu diambil oleh jurnalis Voa Islam langsung dari lokasi kejadian yaitu di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Status dan gambar itu sempat melintas di timeline facebook saya, seorang teman sempat membagikannya dan tentu saja disertai dengan hujatan pada sang gubernur. Melihat sekilas gambar itu saya sudah yakin kalau apa dalam status itu adalah berita palsu. Tak susah kok untuk mengetahui bahwa itu hoax. Wajah orang – orang dalam gambar, yang katanya, Satpol PP dan juru ketik itu sangat jelas berwajah ras India.

Baca Juga: Kunci Sukses Malam Pertama

Tak butuh waktu berapa lama, terungkap bahwa gambar itu Hoax Satpol PP. Seorang following saya di twitter memberi tautan ke berita asli dimana gambar itu diambil. Foto itu adalah kejadian di sebuah wilayah bernama Lucknow di India. Saat itu seorang petugas kepolisian menendang mesin ketik seorang juru ketik bernama Kishan Kumar yang sehari – hari menjajakan jasanya di depan kantor pos Lucknow. Berita tentang Kishan Kumar ini bisa dibaca di berita The Hindu berjudul ‘Lucknow typist who was humiliated by cop gets threat call’ 

Kasus ini sempat ramai di media sosial di India, utamanya facebook dan twitter, kemudian menjadi perhatian beberapa stasiun tivi setempat. Di twitter muncul tagar #JusticeForKishan dari orang – orang yang bersimpati pada juru ketik berusia 65 tahun itu. Kishan Kumar sendiri sudah menjalani profesi menjadi juru ketik dan duduk di depan kantor pos itu sejak 35 tahun lalu.

Hoax Satpol PP. Salah satu kicauan di Twitter dengan tagar #JusticeForKishan
Hoax Satpol PP. Salah satu kicauan di Twitter dengan tagar #JusticeForKishan

Banyaknya simpati dari netizen India dan liputan media membuat pihak kepolisian setempat akhirnya menghukum pelaku penendangan. Kishan Kumar bahkan dihadiahi dua mesin tik baru sebagai permintaan maaf pihak kepolisian Lucknow.

Kishan sendiri, dalam artikel The Hindu, menyatakan sudah memaafkan pelaku yang menendang dan merusak mesin ketiknya. Ia juga mengaku tidak menyimpan dendam pada pelaku yang telah menyadari kelakuannya. “I don’t hold any grudge against him because he is like my son. He also realized his mistake.” Ungkap Kishan seperti yang dilansir The Hindu.

Entah apa yang melatari hingga pemilik akun Sugianto hingga menyebarkan Hoax Satpol PP yang berisi fitnah pada Ganjar Pranowo. Bisa jadi berawal dari kebencian yang mengakar dari kekecewaan pasca pilpres mengingat grup Relawan Jokowi Menuntut Jokowi Lengser berisi banyak pembenci Jokowi. Ganjar Pranowo sendiri adalah kader PDIP, partai yang mengusung Jokowi dalam pilpres lalu.

Postingan – postingan dalam laman grup itu sebagian besar berisi celaan pada Jokowi, meski tak sedikit juga yang membela dan memuji presiden ke 7 Indonesia itu. Akun Sugianto sendiri sebelumnya pernah menyerang putra Jokowi, Gibran Rakabuming, dengan menyebut bahwa usaha catering Chilli Pari milik Gibran menggunakan angciu atau arak dalam pengolahannya.

Begitulah, kebencian pada seseorang atau sebuah kelompok bisa membutakan mata. Sugianto dan penyebar hoax, plus fitnah, mungkin lupa kalau kebohongan – kebohongan yang mereka buat tak akan mampu bertahan lama dan dengan mudah terungkap, apalagi era internet ini.

Hoax Satpol PP. Bagaimana cara mengetahui kebenaran sebuah berita atau hoax baca di Cara Mengetahui Hoax 

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.