FilmGaya Hidup

5 Film Korea Lawas Pengisi Masa Pandemi

Selama masa pandemi saya mengisi kebosanan dengan menonton film-film Korea lawas. Lumayan bisa mengurangi stress dan bisa menambah imunitas tubuh.

Sebenarnya ada banyak, tak hanya lima, film Korea lawas yang saya tonton dalam masa karantina diri sendiri ini. Namun, saya sengaja memilih lima film Korea jadul di bawah ini dulu. Mungkin nanti saya akan mengulas lainnya.

Berikut 5 Film Korea Lawas yang bisa kalian tonton juga.

1. A Long Visit aka My Mom (2010)

Sebuah film drama Korea tentang hubungan seorang anak perempuan dan ibu-nya, tepatnya tentang seorang Ibu. Yoo Sung-Yup, sutradara sekaligus penulis naskah mengawali film dengan menampilkan Ji-Suk (Park Jin-Hee) mengunjungi ibunya (Kim Hae-Sook).

Dalam kunjungan itu penonton dibawa kembali ke masa kecil Ji-Suk.  Ia adalah gadis cerdas dan ceria. Meski hidup dalam keluarga miskin ia tetap berjuang untuk mencapai mimpinya. Setiap hari ia harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah dengan menumpang bis yang dikemudikan ayahnya.

Keluarga Ji-Suk bukanlah keluarga bahagia. Ayahnya seorang pemarah yang seringkali memukuli ibunya. Si Ibu tetap bertahan meski Ji-Suk memintanya bercerai, agar Ji-Suk tetap bisa konsentrasi belajar dan mengejar cita-citanya.

Kisah dalam film ini begitu dekat dengan keseharian banyak orang. Demi anaknya, Ibu melakukan banyak hal yang terkadang bagi kita norak dan memalukan. Pun dengan Ji-Suk remaja (Kim Min-Ha), baginya tindakan ibu-nya menawar belanjaan di pasar itu tindakan memalukan. Padahal Ibu melakukannya agar bisa menabung untuk biaya kuliah Ji-Suk. Begitu pula ketika penerimaan raport, Ji-Suk melarang ibunya datang karena malu pada penampilan ibunya.

Pada akhirnya, ketika dewasa, Ji-Suk menyadari berbagai hal norak yang dilakukan ibunya adalah bukti kecintaan Ibu padanya. Ji-Suk tak lagi merasa malu ketika ibunya terus mengirimkan makanan kepadanya, meski makanan itu sebenarnya bisa ia beli di Seoul dan secara finansial ia sanggup. Atau, ketika ibunya meraung-raung memaksa ingin menemani Ji-Suk di ruang bersalin ketika Ji-Suk akan melahirkan.  Perlahan ia bisa menerima kondisi keluarganya dan memaklumi karakter norak sang ibu.

Film ini nyaris datar, tak ada konflik dengan letupan berarti.  Lebih banyak pada penggambaran relasi antara anak perempuan dan ibu yang kadang konyol, lucu, suka bertengkar, kemudian tertawa lagi, marah, lalu baikan lagi. Namun, justru adegan-adegan itulah yang menguatkan film ini.

Ada satu adegan yang akan bikin mewek. Saat Ibu memilih untuk menekan harga dirinya dan menemui calon ibu mertua Ji-Suk dan meminta maaf agar Ji-Suk bisa menikah bersama kekasihnya.

Pada 1/3 akhir film ketika Ji-Suk bertemu dengan Ibunya dalam kunjungan itu terungkap salah satu dari mereka mengidap kanker pankreas stadium akhir.

A Long Visit atau My Mom, salah satu film Korea lawas yang bisa jadi pilihan pengisi masa stay at home kalian di masa pandemi ini.

“Do you know what? The best thing I did in this world is having you.”

— Ji-suk’s Mom.

Film ini kuat dan akan menguras emosi justru karena ceritanya biasa saja dan dekat dengan kehidupan banyak orang. Tontonlah bersama ibu kalian selagi masih bisa.

Buat cowok, coba tonton bersama (calon) ibu anak-anak kalian..

3/5

2. Ahjussi! The Man From Nowhere (2010)

Jangan nonton film ini kalau berharap menyaksikan adegan romantis. FIlm yang rilis tahun 2010 ini adalah film laga yang penuh adegan kekerasan dan bermandikan darah.  Film The Man from Nowhere atau Ahjeossi merupakan sebuah film thriller asal Korea Selatan yang menghadirkan Won Bin sebagai aktor utamanya.

Ahjussi, yang berarti paman atau tuan dalam bahasa Korea, adalah panggilan untuk Cha Tae-sik (Won Bin) dari seorang anak kecil yang bernama Kim Soo-mi (Kim Sae-ron). Ahjussi bercerita tentang ‘persahabatan’ mereka berdua. Beberapa permasalahan sosial seperti eksploitasi atau pelecehan pada anak, ketergantungan obat bius atau narkoba, human-trafficking, serta kekerasan pada wanita, menjadi menjadi latar belakang yang kuat untuk mendukung jalinan kisah yang terjadi antara Tae-sik dan So-mi.

Tae-sik adalah seorang pria anti-sosial yang hidup sendiri dan memiliki toko gadai. Oleh tetangganya ia dicurigai sebagai anggota mafia. Satu-satunya teman Tae-sik adalah Soo-mi, seorang anak kecil yang suka datang mengganggunya. Soo-mi adalah anak dari seorang penari klub yang kecanduan narkoba. Ia tumbuh sebagai anak perempuan yang sering mencuri dan dirisak oleh teman-temannya.

Tae-sik dan Soo-mi kemudian harus terlibat dengan sindikat narkoba dan perdagangan organ tubuh ilegal ketika ibu Soo-mi mencuri narkoba milik salah satu bandar besar.

People like you live only for tomorrow. People like you get fucked up by the people living for today. I live for today.

Tae-shik

Film Korea arahan sutradara Lee Jeong-beom ini tak sekadar menampilkan aksi laga yang apik dan sedikit gore dengan percikan darah menghiasi adegan sepanjang film, namun juga dipenuhi dengan adegan-adegan drama humanis yang mempermainkan perasaan para penontonnya.

3.5/5

3. Bandhobi

Awalnya, saya mengira film ini adalah film India, namun ternyata film Korea yang menggunakan bahasa Bangladesh sebagai judul. Bandhobi mengisahkan pertemuan antara dua budaya yang berbeda, Korea Selatan dan Bangladesh melalui dua karaktek utamanya; Karim dan Min Seo. Bandhobi sendiri berarti ‘sahabat perempuan’ dalam Bahasa Bengali (Bangladesh).

Baca juga Rekomendasi Film India Pilihan Yang Harus Kamu Tonton

Karim (Mahbub Alam Pollob) adalah imigran muslim dari Bangladesh yang bekerja di Korea Selatan. Masa berlaku visa-nya tersisa satu bulan dan ia harus meninggalkan Korea Selatan, namun mantan bos-nya belum membayar gajinya selama setahun.

Min Seo ((Jin-hee) adalah gadis Korea SMA berusia 17 tahun yang memiliki sifat pemberontak. Ia tinggal di sebuah apartemen kecil bersama sang ibu dan kekasih baru ibunya; yang tidak disukainya.

Karim dan Min Seo bertemu tak sengaja bertemu di atas bis. Saat itu dompet Karim terjatuh dan dipungut oleh Min Seo. Karena sedang butuh uang untuk membayar les, Min Seo pun tak mau mengembalikan dompet Karim. Namun, Karim berhasil menangkapnya dan berencana melaporkannya pada polisi. Agar tidak dilaporkan, Min-seo menawarkan bantuan pada Karim untuk menemukan alamat mantan bosnya.

Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi sebuah hubungan persahabatan. Mereka satu sama lain merasa saling membutuhkan dan melengkapi. Lalu apa yang akan terjadi jika perasaan lebih dari sekadar sahabat mulai tumbuh di antara mereka?

Film independen berbiaya rendah ini mengangkat tema yang sebenarnya tak ringan. Ada isu mengenai kesejahteraan tenaga kerja asing, rasisme, kemiskinan, tekanan yang dialami pelajar akibat sistem pendidikan hingga prostitusi gadis di bawah umur.

Meski demikian, sang sutradara Bae hae-seong berhasil mengangkat tema yang sebenarnya berat ini menjadi tontonan yang ringan, menghibur, cerdas, sarat pesan moral namun tidak terkesan menggurui.

3/5

4. Introduction To Architecture (2012)

Ada berapa banyak orang yang beruntung bisa hidup bersama cinta pertamanya? Tentu tak banyak. Mungkin hanya satu dari seribu. Bahkan mungkin hanya one in a million. Sisanya, berakhir di tengah jalan dengan berbagai varian jalan cerita.

Introduction To Architecture, film Korea Selatan yang mengangkat kisah cinta lama yang belum usai.

Introduction To Architecture, film Korea Selatan besutan Lee Young-ju, mengangkat kisah cinta semacam itu. Adalah Seung Min, seorang arsitek, yang mendapat kunjungan seorang perempuan yang menginginkan dirinya membangun kembali rumah masa kecilnya di Pulau Jeju. Perempuan tersebut adalah Seo Yeon yang ternyata cinta pertama Seung Min di tahun pertama kuliah kelas arsitektur.

Pertemuan itu membangkitkan kembali cinta lama yang ternyata belum selesai. Young-ju, yang juga menulis script, menggunakan alur maju mundur dan membagi film menjadi dua masa; masa kedua tokoh dewasa dan masa ketika Seung Min dan Seo Yon muda, dengan rentang 15 tahun.

Film yang aslinya berjudul Architecture 101 ini tak hanya bercerita tentang perihnya dua orang yang saling cinta namun tak bisa bersama hanya karena kesalahpahaman-kesalahpahaman kecil masa muda, yang berujung pada keputusan yang harus berujung pada penyesalan dan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.

Film ini juga menampilkan relasi keluarga; antara Seung Min dan ibu-nya, dan Seo Yon dengan ayahnya, yang tergarap dengan baik dan menampilkan bagaimana hubungan keluarga yang emosional.

Sesuai judulnya, melalui film ini kita juga paling tidak bisa tau bagaimana untuk memahami arsitektur itu sendiri. Bagaimana Seung Min dan Seo Yon bisa saling jatuh cinta terjalin dari tugas mata kuliah Pengantar Arsitektur.

Saat bertemu kembali, Seung Min telah tumbuh menjadi pria dewasa dan akan segera menikah dengan kekasihnya, sementara Seo Yon telah berpisah dengan suaminya. Pertemuan-pertemuan saat membangun rumah impian masa kecil Seo Yon membangkitkan kembali apa yang pernah mereka miliki. Akankah berakhir bahagia? Saksikan sendiri..

*

Jika kalian diberi kesempatan bertemu dengan cinta pertama, apa yang akan kalian lakukan atau katakan pada dia?

Baca Juga: Film Tentang Cinta Yang Tak Biasa

3.5/5

5. Cyborg She

Film ini bermula dengan adegan seorang pemuda, Jiro (Keisuke Koide) yang merayakan ulang tahunnya sendirian tanpa ditemani siapa pun. Saat Jiro merayakan ulang tahunnya yang ke-20 ia bertemu dengan seorang gadis cantik (Haruka Ayase).

Mereka berdua menghabiskan waktu bersama selama beberapa jam, dan itu menjadi momen yang paling indah bagi Jiro seumur hidupnya. Sayangnya, kebahagiaan itu hanya berlangsung beberapa saat saja karena gadis cantik yang ia temui menghilang dari kehidupan Jiro.

Saat merayakan ulang tahun ke 21, setahun kemudian, Jiro bertemu kembali dengan gadis itu.  Setidaknya dia terlihat sama, tetapi kali ini dia agak berbeda. Ini adalah awal dari sebuah cinta yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Cyborg She” adalah film Korea romantis yang tidak biasa. Film ini menyuguhkan bagaimana Jiro yang jatuh cinta dengan cyborg yang ia bangun sendiri di masa depan dan dikirim kembali ke dirinya sendiri di masa lalu. Membingungkan?

Alur film ini menjadikannya memiliki  cerita yang menarik. Jangan lengah pada bagian menjelang akhir film. Twist-nya akan terjelaskan dan akan menjawab pertanyaan – pertanyaan yang muncul pada bagian awal film.

3/5

Bagaimana jika cinta sejatimu hampir setiap hari berada di dekatmu tanpa kau sadari? Mungkin kamu harus menonton film Turn Left Turn Right.

Comments (1)

  1. A Man From Nowhere ini kek agak nanggung kurasa, bagus ceritanya tapi pas pertarungan terakhirnya kurang megah ki.
    Apalagi kalau dibandingkan sama The Raid 2 misalnya.
    Masih kurang greget

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.