Gaya HidupMusik

Ethno-Contempo Music Tour 2014 “Jejak Suara Suvarnadvipa”

Pernah dengar Swarnadwipa belum? Kalau belum, Riau Rhythm Chambers Indonesia  mempresentasikannya lewat 9 karya musik yang menarik dan informatif. Mereka akan menampilkan tentang kisah kerajaan Melayu yang menjadi asal sejarah Asia dengan tema Ethno-Contempo Music Tour 2014 “Jejak Suara Suvarnadvipa”.

Seperti apa karya musik terbaru dari Riau Rhythm Chambers Indonesia…

Jangan Lewatkan!

Poster konser riaurhytm

Singapura, The Esplanade Outdoor Theatre, 30-31 Agustus 2014

Papua, Taman Budaya Jayapura, 10 September 2014 Pukul 20.00 – 21.45

Makassar, Gedung Societeit de Harmonie, 16 September 2014 Pukul 20.00 – 21.45  

Surabaya, Gd. Cak Durasim, 25 Oktober 2014 Pukul 20.00 – 21.45 

Surakarta, Teater Kecil ISI Surakarta 27 Oktober 2014 Pukul 20.00 – 21.45

Yogyakarta, Gd. Pertunjukan Fak. Seni Pertunjukan ISI, 29 Oktober 2014 Pukul 20.00 – 21.45

Bandung, Celah-Celah Langit, 01 November 2014 Pukul 20.00 – 21.45

 Serang, Rumah Dunia03 November 2014 Pukul 20.00 – 21.45

 Jakarta,  Galeri Indonesia Kaya (dlm konfirmasi) 05 November 2014 Pukul 20.00 – 21.45

 Padang Panjang, Gd Pertunjukan Huriah Adam ISI Padang Panjang, 15 November 2014 Pukul 20.00 – 21.45

 Medan, Auditorium UNIMED, 18 November 2014 Pukul 20.00 – 21.45

 Tj. Balai Karimun Coastal Area, 21 November 2014 Pukul 20.00 – 21.45 

 

Sekilas Riau Rhythm Chambers Indonesia 

RRCI (Riau Rhythm Chambers Indonesia) terbentuk berawal dari rino dezapati (gambus) , hari sandra (clarinet) dan alyusra (biola) mencoba bermain dalam wilayah musik tradisi, hingga diperkenalkan oleh kurator kita (alm) Ben M Pasaribu dan salah seorang pemusik medan anton sitepu di tahun 2001.
Setelah menjalani berapa kali proses pergantian musisi, hingga saat ini 8 orang musisi bergabung multi instrument :

  • Rino dezapaty (director & composer)
  • Viogi rupiyanto (biola, vocal & gambus)
  • Aristofani (flute, suling & perkusi)
  • Cen putra yanis (celo)
  • Bayu Ceisar  (perkusi, vibraphone & vocal)
  • Giring Fitrah (vocal, talempong & perkusi)
  • Reizki habibulah (celo, accordion & perkusi)
  • Violano (gambus, 14 string guitar)

menyatakan bahwa kelompok musik ini lebih memilih warna musik yg bermain di wilayah konsep-konsep tradisi dengan kekayaan lokal. kita bebas mengeksplorasi gaya bermain instrument menjadi konsep musik inovatif yang tetap bersumber dari akar melayu. Latihan kontinyu dan bebas mengeluarkan pendapat, menjadi bekal dan wadah kita berekspresi terhadap karya musik, sehingga kita bebas melakukan experience terhadap musik dan instrument tradisi lama yang hampir terlupakan.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.