FilmGaya Hidup

Dilan dalam Film Dilan 1991 adalah Dilan Yang …

Film Dilan 1991

Film Dilan 1991 terdiri dari Bandung yang basah oleh gerimis, Dilan yang manis nan romantis, juga Milea yang puitis dan acap kali menangis.

Sebenarnya saya tak begitu berniat menonton film Dilan 1991 ini. Terlebih setelah membaca beberapa review dan mendengar apa kata teman-teman tentang sekuel Dilan 1990 ini. Menurut mereka, film yang kembali menampilkan Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescillia sebagai Dilan dan Milea ini biasa saja.  Film sebelumnya malah lebih bagus kata mereka.

Namun, aksi penolakan segelintir mahasiswa Makassar terhadap film yang diangkat dari novel trilogi Dilan dan Milea ini membuat saya penasaran. Benarkah bahwa film ini seperti tuduhan mereka bahwa film ini tidak sesuai dengan budaya Siri’ na Pacce’ orang Bugis dan Makassar, juga karena berisi kekerasan yang berpotensi meningkatkan kekerasan di dunia pendidikan?

Nah, demi menuntaskan rasa penasaran, saya memilih untuk menjadi bagian dari sejumlah 3 juta lebih penonton Dilan 1991 sampai pada hari kelima. Untunglah, saya tak mesti antri panjang untuk mendapatkan dua tiket. Hanya perlu berdiri di belakang dua orang yang terlebih dahulu membeli tiket. Plus bisa mendapatkan tempat duduk kesukaan saat menonton. Kursi yang berada di deret C atau D atau E dan nomor belasan yang berada di tengah. Padahal sebelumnya saya sudah khawatir akan duduk di barisan kursi depan layar.

Alasan utama saya menonton film yang merupakan sekuel dari Dilan 1990 ini salah satunya adalah untuk menunggu adegan ciuman dan tawuran. Untuk apa? Ya itu tadi, membuktikan bahwa tuduhan segelintir mahasiswa Makassar itu benar adanya, setidaknya itu bisa jadi pengurang rasa malu sebagai warga Makassar. Di Hamburg, mahasiswa berunjuk rasa demi perlindungan iklim, eh ini segelintir mahasiswa Makassar malah mendemo sebuah film remaja. Kurang kerjaan banget yah, padahal masih ada banyak isu krusial yang bisa mereka jadikan alasan demonstrasi.

Namun, sayangnya, sepanjang film adegan yang saya tunggu-tunggu itu tak muncul dalam film yang berdurasi 121 menit ini. Ada beberapa adegan yang sepertinya mereka akan ciuman tapi tak jadi. Berkali-kali Milea tampak belum siap berciuman dan Dilan tak pernah protes. Yang ada adalah ciuman itu digantikan dengan tangan yang membentuk bibir. 

Gerakan tangan ini mengikuti tujuan ciuman, misalnya tangan yang mewakili bibir itu menyentuh kening yah berarti mencium dahi, begitu pun dengan gerakan tangan ke pipi. Ada sih momen ketika jari jemari keduanya bersentuhan dan bergerak berlawanan arah layaknya orang sedang french kiss. Apakah adegan itu berlanjut ke adegan ciuman bibir? Tidak! Yang ada adalah kamera berpindah ke halaman rumah yang basah karena hujan.

Film Dilan 1991 produksi Falcon Pictures ini menampilkan Bandung yang selalu basah oleh hujan, baik itu gerimis mau pun hujan deras.  Adegan-adegan romantis di mana Dilan dan Milea saling berbalas gombalan di atas motor di tengah guyuran hujan mungkin akan bikin beberapa penonton baper. Dalam Dilan 1991 ini, Dilan tidak lagi terlalu banyak menggombal seperti pada Dilan 1990, Ia lebih banyak mencoba merayu melalui dialog-dialog lucu. Tepi tetap saja akan terdengar seperti gombalan bagi penonton.

Sebaliknya, Milea hadir dengan narasi-narasi puitis. Narasi-narasi puitis itu adalah ungkapan perasaan Milea ke Dilan yang ia pendam sendiri. Misalnya,

  • “Sekolah ramai, tapi aku sunyi. Aku rindu. Rindu Dilanku”
  • “Ah Dilan, malam itu rasanya tanganku diciptakan hanya untuk berpegangan dengan tanganmu”
  • “Hati Lea yang disiksa rindu. Ditawan cinta.”
  • “Bumi rasanya sunyi. Dan kesunyiannya itu justru yang terdengar paling keras di telingaku. Aku pulang membawa bunyi sunyi di kepalaku. Aku menyerah Dilan. Pada rindu yang mendadak punya suara.”
  • “Aku tak akan pernah melupakan malam itu, selamanya akan tertanam di dalam ingatan. Jantung yang berdebar, perasaan gembira. Ah, aku sudah membiarkan diriku jatuh cinta pada Dilan”

Dilan 1991 adalah sekuel di mana Milea terlihat cengeng karena acapkali menangis. Menangis karena ulah Dilan. Tentu saja Dilan tak menyakitinya tapi Dilan yang keras kepala, tak mau mendengar dan menuruti keinginan Milea adalah penyebab. Meski selalu manis di depan Milea, Dilan tetaplah panglima tempur geng motor. Namun tak satu pun adegan kekerasan muncul dalam film garapan Fajar Bustomi dan Pidi Baiq ini.

Alih-alih menampilkan Dilan yang sadis dan bengis, anak geng motor bernama Dilan ini adalah anak muda yang manis. Dilan yang manja disuapin oleh Milea. Dilan adalah panglima tempur geng yang tak bisa menunjukkan wajah yang dipenuhi amarah, bahkan ketika sahabatnya, Akew, mati karena ulah lawan. Tak ada dendam dalam raut mukanya. Dilan dalam film Dilan 1991 adalah Dilan yang teramat manis.

Comments (16)

  1. Ganteng sekali itu anaknya orang eh… Apalagi di film ini dia terlihat lebih chubby dibanding film sebelumnya.
    Dan film Dilan selalu sukses bikin saya baper mengenang masa SMA yang gak jauh beda tahunnya sama kejadian di film.

  2. JAdi pertanyaan, sama siapaki nonton? KAn ada dua tiket qt beli? Sama mileanya lebug yah?

  3. Berarti rasa penasarannya oppa terjawab sudah, kan? Dan ternyata nggak ada adegan kiss langsung sama tawuran seperti yang didemokan segelintir mahasiswa Makassar yang sepertinya memang kurang kerjaan banget ya, hehe.

  4. Masa niatnya nonton cuma buat nungguin adegan ciuman haha. Berarti kalo gak ada adegan ciumannya anda yang demo in produser filmnya gara2 adegan seperti itu ditiadakan 😂

    Tapi saya juga sebagai mahasiswa merasa risih betul dengan kelakuan para pendemo itu, semoga diberikan hidayah lah mereka2 ini.

  5. Akhirnya tuntasmi juga penasaranku. Nda jadi ma pi nonton deh terjawabmi pertanyaanku dari tulisanta.

  6. susah sekali masuk di akalku ini film, endak tahu kenapa
    mungkin karena belumpeka nonton….

    tapi mantap ulasanna lebug, nanti traktirka nonton yaaa

  7. Film2 Dilan ini sama sekali nda bikin saya tertarik. Menurutku terlalu cheesy (apa ya bahasa indonesianya?).

    Yah soal selera sih.
    Cuma ya heran juga kenapa film seperti ini justru didemo segelintir orang nda jelas yang bawa-bawa nama mahasiswa.

  8. Apa pun alasannya ..ini negara demokrasi ..ada hak menyuarakan pendapat..setuju saja dengan pendapat kepala dinas pendidikan Makassar..yang menrima kritikan dari mahasiwa..Hal ini juga sudah tertulis dalam UUD 1945 pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat..

    Kalau adegan ciuman itu ,kyk si pendemo lagi khilaf..hwhhe,,,tapi klw adegan ank SMA pake seragam sekolah pukul gurunya..yah itu yg harus dpertanyaankan..apalagi pengaruh film ini besar dikalangan siswa.. Jgn sampai ada yg ikutan2 melawan guru..

  9. Menurut saya, segelintir mahasiswa yang berdemo soal dilan 1991 ini hanya ingin mencari sensasi agar diliput media. Hikss #kurangkerjaanbanget

  10. Belum nonton yang 1991 sih, tapi yang 1990 cukup menghibur dengan kenangan-kenangan dumba2 gleter habis nungguin telepon si dia, perasaan bahagia ketika dapat surat cinta, dll.. hahahaha

  11. jadi assnarnya kak mahasiswaiya demo ?. belumpa tau yg alasan sembunyi sembunyinya..

  12. Mahasiswa kok Demo Film +13. haduh… negara +62 semakin memperlihatkan keunikannya. BTW *YANGNULISMASIHMAHASISWA.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.