Citra Makassar dan Kultur Kekerasan

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Dinamika KotaKata Kota

Citra Makassar dan Kultur Kekerasan

“Tak khawatir tinggal di Makassar?” Begitu pertanyaan seorang kerabat
di Jakarta. Dalam kacamata orang luar, Makassar adalah potret
kekerasan, mulai kriminalitas, tawuran massal mahasiswa, hingga aksi
unjuk rasa yang berujung bentrok.

Apa daya “Kota Anging Mammiri” telanjur terstigma sebagai “kota
terpanas” di negeri ini. Sedikit-sedikit terjadi bentrokan. Setiap
aksi mahasiswa selalu berujung ricuh, selain tawuran antarfakultas.
Demo warga juga berakhir kisruh, termasuk isu yang menjurus suku,
ras, agama, dan antargolongan yang berkembang cepat awal Mei lalu.

Makassar ibarat menyimpan magma yang setiap saat siap membuncah dari
perut bumi menjadi lahar panas. Setiap kali ada aksi unjuk rasa
mahasiswa hampir bisa dipastikan berujung ricuh atau bentrok. Bukan
saja dengan aparat kepolisian yang saat ini justru lebih menahan
diri, tetapi juga dengan masyarakat sendiri.

selanjutnya

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.