Bermain Kata di Kedai Pojok Adhyaksa

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Catatan RinganTips Menulis

Bermain Kata di Kedai Pojok Adhyaksa

Sore di Kedai Pojok Adhyaksa, dalam pertemuan Kelas Menulis Kepo, kami sepakat untuk bermain kata. Aturannya sederhana; setiap peserta menyodorkan satu kata lalu peserta merangkai semua kata usulan menjadi sebuah tulisan.

Kata – Kata Usulan

Kata – kata usulan yang muncul dari peserta itu antara lain; angin, perahu, bernafas, gerbang, merah, kenangan, baca, detik, akar, sembilu, dan telpon.

Saya pun turut bermain dan inilah hasil rangkaian kata – kata itu..

*

Rangkaian Kata – Kata Usulan

Angin berhembus perlahan. Sepoi – sepoi saja. Hembusannya menyapu wajahku. Di kejauhan, sebuah perahu tertambat di tepi danau. Tentu ada tali tak terlihat yang mengikatnya agar perahu itu tak pergi terbawa air. Tali itu mungkin terikat di sebuah pohon yang tak jauh dari perahu itu.

Saya bernafas lega, setidaknya saya tak seperti perahu itu. Terombang – ambing di atas riak danau tapi tak bisa kemana-mana karena terikat sesuatu. Saya membayangkan betapa tak menyenangkannya menjadi perahu itu.

Seharusnya ia berada di tengah danau, mengarungi danau bersama seorang nelayan yang mencari ikan. Mungkin juga menjadi saksi sepasang kekasih memadu asmara di tengah danau itu. Tapi kini, ia tertambat, terombang – ambing tak bisa kemana-mana. Tali yang tak terlihat itu mengekangnya.

Mungkin seperti itulah kenangan, mengikat orang – orang yang tak mau berdamai dengannya. Tak bisa beranjak dari masa lalu. Gagal move on kalau kata anak – anak sekarang.

Ingatan saya kembali pada seorang perempuan penyuka warna merah. Semua aksesoris yang melekat di tubuhnya berwarna merah. Baju, rok, celana bahkan jam tangan dan mata kalungnya pun berwarna merah.

Dulu kami bertemu pertama kali di gerbang kampus, tak jauh dari danau itu. Saya tak menaruh perhatian padanya saat itu. Barulah pada pertemuan kedua, di sebuah pelatihan menulis yang diadakan oleh sebuah kafe baca, saya menyadari ada sesuatu yang berbeda dari perempuan itu.

Masih terbayang jelas detik – detik pertemuan itu. Ah, setiap detik kebersamaan kami selanjutnya pun masih bisa saya gambarkan pada kalian. Tapi apa gunanya?

Setiap kali mengenang kebersamaan akan semakin menguatkan akar ingatan. Saya tak mau ingatan mengekang langkah. Seperih apapun, tak boleh meninggalkan luka, meski ia menyayat hati serupa sembilu.

Tiba – tiba telepon genggam di dalam tas berbunyi. Dengan malas, saya merogoh tas dan mencoba meraih telepon genggam itu. Di layar telepon, sebuah nama terpampang. Tanpa ragu saya mematikan telepon genggam itu.

*

Kelas Menulis Kepo bermain kata di Kedai Pojok Adhyaksa
Kelas Menulis Kepo bermain kata di Kedai Pojok Adhyaksa

Menulis itu tak begitu susah kok. Tertarik memulai menulis? Silakan baca Tips Menulis Bagi Pemula dan Enam Kesalahan Mendasar Penulis agar bisa lebih lancar dalam latihan menulis.

Comments (9)

  1. Bagusnya, mauka juga ikut tantangan itu suatu saat. Kapan lagikah ada Kelas Menulis Kepo? Mauka ikut terutama yang ada tantangan bermain katanya.

  2. Mantap, dari yang kata-kata yang random, bisa tercipta karangan fiksi, sepertinya bisa juga diterapkan jika ingin membuat sebuah cerpen. Nice share buat tips menulis bagi pemula.

  3. Permainan ini sangat membantu dalam merangkai kalimat hingga cerita berdasarkan suasana.Materi yang layak ditunggu kalau di Kelas Menulis Kepo. Kapan ada lagi, Kak?

  4. Untung saya sudah move on dri masa lalu, eh. Hahahaa
    Jadinya bisa nukis tanpa harus mikirin masa lalu

    • Bermain kata sperti ini bisa juga diterapkan dalam pertemuan Metroseksul Bloger AM..hehe Bisa juga nih senjata kata sperti ini bisa dipake untuk odo’2 cewek..

      Seru yah ,tantangan main kata ini..mengaktifkan imajinasi seorang penulis..

  5. Wah, ini permainan menarik, terutama bagi mereka yang punya passion untuk mengolah “kata”. Dengan mengolah kata-kata yang diajukan itu, serta merta kita bisa meresapi makna dan bagaimana menggunakannya.
    Permainan seperti ini harus sering2 diulang2 ke teman2 untuk juga menumbuhkan minat dan budaya literasi.

  6. Waaaaaah ada saya! Jadi rindu main kata lagi di kelas. Dulu sering ketemu kata baru tiap main kata kayak begini.

  7. Mantap tulisan hasil permainan katanya oppa. Sepertinya seru yah bermain kata seperti ini. Cuma kalau saya kayaknya masih perlu banyak belajar untuk bisa meramu kata-kata seperti di atas.

Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.