DestinasiPerjalanan

Belajar Masa Lalu di Leang Leang Maros

Leang adalah kosa – kata suku Makassar yang berarti ceruk atau gua. Leang – Leang berarti banyak gua. Taman Leang – Leang Maros ini memang berada di kawasan karst Maros – Pangkep yang memiliki ratusan gua. Puluhan gua di antaranya memiliki tinggalan arkeologis manusia prasejarah yang bisa mengungkap kehidupan manusia beribu tahun lampau.

update: 1 Maret 2019

Biaya masuk Taman Prasejarah Leang-Leang saat ini adalah Rp. 10.000, untuk turis asing dan Rp. 3000, untuk wisatawan lokal. Sementara untuk anak sekolah dikenakan biaya Rp. 2000 per orang

Di Taman Prasejarah Leang – Leang ini sendiri terdapat dua gua yang memiliki tinggalan yaitu: Gua Pettae dan Gua Petta Kere. Kedua gua ini merupakan lokasi awal dari penelitian-penelitian terhadap gua-gua prasejarah dan awal penemuan lukisan yang terdapat di kawasan Maros – Pangkep.

Sejarah Leang-Leang Maros

Pada tahun 1950 Van Heekeren dan Miss Heeren Palm melakukan penelitian di kedua gua ini. Dalam penelitian itu Heekern menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat dan bagian dadanya terdapat mata panah menancap, sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan dengan latar belakang cat merah.

Penelitian itulah yang mengawali penelitian-penelitian lain di kawasan karst Maros-Pangkep yang dilakukan lebih intensif dan menghasilkan data yang melimpah tentang jejak hunian prasejarah di kawasan tersebut.  Berdasarkan hasil pendataan terakhir yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar terdapat ratusan leang prasejarah yang tersebar di kawasan karst Maros-Pangkep.

gambar gua Leang-Pettae-yang ada di Taman-Leang-Leang-Maros
gambar gua Leang-Pettae-yang ada di Taman-Leang-Leang-Maros

Leang Pettae – Leang Leang Maros

Di dalam Leang Pettae terdapat satu lukisan babi rusa dan tiga buah telapak tangan  dengan posisi panel terletak di langit-langit bagian tengah. Lukisan babi rusa menggambarkan babi rusa sedang meloncat. Ada pun tiga gambar telapak tangan itu satu di antaranya tegak sementara dua lainnya digambarkan dalam posisi miring. Selain lukisan, temuan lain dalam gua ini adalah artefak batu (mikrolit) yang menyebar dalam pelataran gua dan buangan sampah dapur berupa kulit-kulit kerang yang tersimpan di sisi pintu gua.

Leang Pettakere – Leang Leang Maros

Di leang Pettakere terdapat tinggalan arkeologis berupa lukisan dinding gua bergambar babi rusa 1 (satu) ekor, gambar cap telapak tangan sebanyak 22 buah, telapak tangan hingga siku 6 (enam) buah. Semua gambar menggunakan zat berwarna merah dengan posisi panel pada langit-langit bagian tengah.

Temuan lain berupa alat batu mikrolit termasuk mata panah yang sisinya bergerigi juga ditemukan menyebar di bagian lahan di bawah pelataran gua. Pada bagian lahan dimana alat-alat batu ditemukan tersebar pula sampah dapur berupa kulit kerang.

Foto Leang Leang Maros - Leang Petta Kere
Foto Leang Leang Maros – Leang Petta Kere

Selain kedua gua itu, Taman Prasejarah Leang – Leang  ini juga memiliki taman batu karst yang sangat menarik untuk disusuri. Untuk melepas lelah sehabis berkeliling terdapat empat gazebo yang bisa digunakan wisatawan untuk beristirahat.

Taman ini terletak di Jl. Poros Desa Leang-Leang, Kampung Leang-leang, Desa Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Untuk menuju ke sana harus menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan mengingat tak ada kendaraan umum menuju taman ini. Jarak dari Makassar hingga lokasi ini sekira 43 kilometer ke arah Bantimurung dengan jarak tempuh kira – kira dua jam.

Taman Leang-Leang Maros ini bisa menjadi pilihan wisata keluarga yang mengedepankan sisi edukasi. Menikmati keindahan batu – batu karst sembari mengenalkan anak pada kehidupan nenek moyang yang hidup beribu – ribu tahun silam.

*tulisan ini juga tayang di HelloMakassar

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.