Bak Jamur, Akun Alter Ego Bermekaran di Makassar

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

FenomenaKata Kota

Bak Jamur, Akun Alter Ego Bermekaran di Makassar


Ada yang tahu siapa pemilik akun twitter pertama di Makassar? Berdasarkan twopcharts, akun pertama di Makassar  adalah @rara79 yang telah ada sejak 20 April 2007 dengan follower 4831 per 6 juli. Akun yang dimiliki oleh Irayani Queency Putri, salah satu pendiri Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar ini adalah akun ke 35 di indonesia.  Saat ini, Rara, yang juga seorang dokter gigi adalah Makassar Regional Leader untuk @id_Mozilla.

Seperti mengamini anggapan banyak orang bahwa orang-orang Makassar itu latah, kesuksesan akun @supirpete2 meraih banyak follower memancing munculnya akun-akun baru bernuansa Makassar. Cobalah ketik di ‘daeng’ di kotak pencarian twitter, hasilnya menakjubkan. Banyak!

Bolehlah saya menyebut @supirpete2 sebagai trendsetter untuk dunia twitter Makassar. Akun ini adalah akun  bernuansa Makassar yang berhasil menggaet banyak follower. Per 5 Juli, jumlah follower akun ini sudah mencapai 15.030 orang. Namun, pemuda tampan yang memegang akun ini mengelak. Ia menyebut akun @tubekMksji sebagai akun pertama bernuansa Makassar dan lebih berhak disebut trendsetter.

Dalam bio @tubekMksji yg menyebut dirinya Dg. Ngantu’ yg menulis “Alasan bikin account ini untuk bebas. berpendapat semaunya. beropini sekadarnya. dan yg jelas untuk ma’calla sepuasnya. this is my alter ego” ini lahir 30 Juli 2010. Sedang @supirpete2 lahir pada tanggal 31 Juli 2010, menurut pengakuan admin @supirpete2 akun mereka hanya berselisih setengah jam.

Saat melakukan riset sederhana, saya menemukan sebuah akun bernuansa Makassar dengan nama @tolingu yang dibuat pada tahun 2008. Tapi, menilik jumlah follower dan kicauannya yang hanya 2000an sejak tahun 2008 saya menduga akun ini awalnya adalah akun personal yang sempat vakum lama. Akun ini kemudian aktif kembali setelah sebelumnya mengganti nama dengan nuansa Makassar mengikuti trend.

Lalu bagaimana menyebut akun-akun ini? Penyebutan untuk akun-akun non personal ini pun beragam. Media sering menyebutnya akun anonim mengingat siapa orang dibalik akun tersebut tidak jelas. Saya sendiri lebih senang menyebutnya akun alter ego karena ‘anonim’ berarti tidak punya nama. Nah, apakah akun-akun tersebut tidak punya nama? Tentu punya, seseorang tak akan bisa membuat akun twitter tanpa memakai nama. Jadi, sebutan akun anonim menurut saya tidak tepat.

Ada juga yang menyebutnya akun pseudonim yang berarti samaran. Sebutan ini lebih bisa berterima karena tak banyak pengguna twitter yang memakai nama aslinya sebagai nama akun.  Ada pula sebutan lain yang digunakan oleh @supirpete2 yaitu pseudonim parodi. Sebutan ini lebih mengarah pada akun samaran yang dimaksudkan untuk mengisi linimasa dengan lelucon. Untuk akun semacam ini, kita wajib menyebut akun @tribungtimur yang memelesetkan nama salah satu koran di Makassar. Akun @tribungtimur lahir 21 Juni 2011, dengan following 12.248 dan follower 14.107 per 5 Juli 2012, jauh lebih dahulu dibanding @liputan9 yang lahir 15 Februari 2012. Hal ini bisa jadi bantahan anggapan soal Makassar latah di atas.

Namun anggapan latah juga sulit dibantah jika melihat fenomena maraknya akun bernuansa Makassar setelah keberhasilan akun @topongoro_ yang lahir 1 Juli 2011 ini meraih banyak follower, per 5 Juli, ‘Orang Gilanya Makassar’ ini mengumpulkan 19.195 followers. Ketika mengetik @topongoro_ di kolom pencarian twitter saya menemukan setidaknya lima akun dengan kata yang sama. Topongoro sendiri berasal dari bahasa Makassar, to = orang, dan pongoro = gila.

Varian akun yg lahir karena, terinspirasi, -kalau kita tak mau menyebutnya latah, dari akun @topongoro­_ ini ada beberapa, antara lain; @togarring, garring dalam bahasa Makassar bisa bermakna gila, juga bisa berarti sakit, @taujangeng yang dalam bahasa Bugis bermakna orang gila. Ada pula akun @poongorock yang jika dibaca bunyinya akan sama dengan pongoro.

Akun bernuansa Makassar, bisa jadi ada ratusan. Saya menemukan paling tidak ada 70an akun yang mencantumkan kata ‘Makassar’, ‘MKS’, ‘MKSR’ dan berbagai variasi lainnya. Belum lagi akun-akun yang menggunakan bahasa Makassar dan Bugis. @MksPromo berinisiatif membuat daftar akun-akun Makassar ini dan menemukan angka mendekati 500 akun.

Akun-akun ini, secara umum bisa kita bagi ke beberapa jenis; 1) sebagai wadah kampanye sebuah gerakan, semisal @mkstdkksr, @tanahindie, @kampung_buku, @savesombaopu, @mksrberkebun, @QuiQui_MKS, dll. 2) media promosi atau info tentang Makassar seperti @Jalan2Seru_Mks, @wiskulmks dll. 3) akun institusi/kampus/sekolah, semisal @PolantasMkssr, @KomunikasiUnifa dll  4) akun promosi produk atau jualan semisal @KoshMediatama, @chmbrs, @LulurBugis, dan 5) akun alter ego seperti @supirpete2, @topongoro­_ dll.

Alter ego, dalam ilmu psikologi adalah ‘aku yang kedua’, untuk lebih mudah memahami kita bisa mengambil contoh tokoh-tokoh superhero. Sebagai contoh, Spiderman dalam film The Amazing Spiderman adalah alter ego dari Peter Parker. Dalam ranah twitter akun alter ego ini adalah akun lain selain akun personal yang dimiliki seseorang. Nah, akun-akun yang bernuansa Makassar, menurut pengamatan saya, sebagian besar adalah akun-akun alter ego.

Kehadiran akun-akun bernuansa Makassar bak jamur ini tentu memberi dampak positif, paling tidak memperkenalkan Makassar di dunia maya. Namun, laiknya jamur yang tak semuanya bisa dikonsumsi, akun-akun  ini pun tak semuanya dapat dinikmati kehadirannya. Tak banyak yang mampu mengikuti jejak @topongoro_ @supirpete2 dan @tribungtimur dalam mengumpulkan followers.

Ketakmampuan menghadirkan kicauan-kicauan menarik dan/atau lucu menjadi salah satu penyebab kegagalan mereka. Bisa saja mereka beranggapan kicauan mereka sudah menarik dan/atau lucu, namun belum tentu bagi orang lain. Bukankah soal menarik atau lucu, berdasarkan selera atau sudut pandang orang yang pastilah berbeda satu sama lain.

 

Comments (27)

  1. Pong Padang

    mantap penelusurannya.
    sedikit saya ingin bertanya, apakah yang disebut alter ego memiliki latar motif dan atau tujuan yang sama? karena jika tidak, bisa jadi ada juga yang memang bermaksud hanya untuk pseudonym… entitas yang mirip dengan narasumber dalam suatu penelitian, mereka ingin disamarkan dengan alasan tertentu yg umumnya untuk melindungi identitas sebenarnya. IMHO, dalam beberapa kasus yg saya temukan, pseudonym belum ada yg menggunakan istilah profesi seperti supir dan tukang becak. bahkan sangat banyak penulis klasik Amerika yang bukan nama sebenarnya.

    Lalu harus kita sebut apa para penyiar radio yang juga menggunakan identitas berbeda?

  2. informatif. dan seolah memberi nasehat betapa pentingnya menata lini masa. hahahahahah… salam om…

  3. 1. Sebanyak apapun akun akun semacam itu, saya sih hanya follow seperlunya saja, berdasarkan isi timeline-nya tentunya… 😀
    2. IMO banyaknya follower berbanding lurus dengan isi twit-nya, jadi seharusnya akun akun seperti itu paham betul konsep following dan follower. 😉

  4. bunga nama samaran

    Maaf kaka, tulisannya kenapa harus menggunakan font yang besar? kayaknya ada makna penting yang tersimpan dibalik huruf besar itu.

    oia saya setuju sama pendapat Pong Padang

  5. Seingat sy akun tribung dulunya @discogalau ada sejak pertengahan feb 2012 bukan sejak tahun lalu karena sy ingat sama-sama saling promo, tdk lama kemudian adminnya merubah menjadi akun tribungtimur. Kalau sy salah tolong diralat. Terimah kasih salam cokko2 kk lebug.

  6. mungkin ada baiknya, anda tidak menggunakan kata ‘JAMUR’ pada tulisan anda, saya yakin pasti ada beberapa pihak/akun yang tersinggung. makasih.

  7. bunga nama samaran

    Nah gitu dong, masa ngeblog pake huruf besar haha, pake huruf kecil saja supaya enak dibaca, kami disini bukan orang yang rabun haha…

  8. sebagai anonim MKS

    terlalu keras ki itu cara ta’ mungkin bilangi orang jamur !!! masih ada ji bahasa yang lebih baik di gunakan,coba anda di posisi mereka !!! pasti bakalan sakit juga to’,jadi mohon maaf kalo sya tidak setuju itu ANONIM di sebut jamur

  9. bapak budi Bdg

    kesan pertama membaca postingan diatas, sy cuma bisa tertawa, bisa dilihat bahwa postingan tsb adalah bentuk kecemburuan didunia twetter yg mana sang penulis berusaha disaingi, mencari bekingan akun2 besar dan memujanya agar bisa menarik perhatian pembaca, saya baru menemukan kasus seperti ini mgkn baru pertama diMakassar ataupun Diindonesia, dimana sang penulis merasa cemburu dgn kehadiran akun2 yg dianggap jamur, ini terbukti dgn hadirnya postingan diatas. apa maksud anda membuat postingan seperti diatas? anda mau menjatuhkan akun2 kecil lain krn anda tak mampu merebut hati followers? salah mereka apa? mereka meneror? mereka penjahat? ya mbo bersaing secara sehat lah..!! Ckckckckckc kasian

  10. hih ada namaku disebut hahahaha :))

  11. Follow @d3nun…

    ….kaburrrr…!

  12. ahh, cemburuji ini penuliska. kalah saing sama akun2 anomim. kentara dudui

  13. saya sendiri membuat akun @Orang_Makassar karna memang terinspirasi dari akun2 pseudonim senior yg disebutkan diatas, soalnya di akun tersebut saya bisa ngetweet sesuka hati padahal akun pribadiku punya jauh lebih banyak followers. 😀

  14. assalam kk lebug…

    setelah sekian lama berkunjung disini,bru sempat tinggalkan komentar,

    baru sempat ol pc , salam rock yook
    terharu,senang-.terus juga bingung kok akun saya masuk di tulisan kk.

    jujur awalnya sy belum tau apa itu sebenarnya akun anonim, pseudonim, atopun alter ego :’) .. org2 cuma jelaskan sya dgn sederhana,. klo itu akun yg ada adminnya/org yang menjalankan akun itu tidak ditau siapa :s

    sy bru tau setelah sktr setahun terakhir ini… klopun demikian,sy scara tidak langsung pernah duduk berdekatan dgn org2 yg menjalankan akun @supirpete2 , @topongoro_ .nah istimewanya dimana? batasan untuk menjadi akun2 alter ego atau apalah itu sampai dimana?

    ngomong2 dibanding2kan akun @topongoro_ – @poongorock itu kurang paham, masih ingat kk @topongoro_ pas followersnya masih di bawah 150 sempat nge retweet akun @poongorock kemudian saling follow..

    asal mula @poongorock itu dari bikin email di rock.com , iseng2ji cari nama akhiran ‘rock’ biar cocok2(mudah di ingat) , kurang tau pasti kalau pada akhirnya dikatakan ikut2an 😀

    *maaf komentarku berantakan, maklum dak ada bakat nulis*

  15. perasaan username nama samaran bukan hal yg baru, bukan twitter yg bikin menjamur. Masih ingat ga sama MiRC, Friendster. malah di friendster saya pake nama Akira Sato. padahal sy sendiri orang bugis…

  16. bekas anak makassar

    wih… keren ini posting nya bang. tapi setelah saya telusuri, akun – akun yg “sepertinya” abang jatuhkan atau abang sebut “bak / jamur” posting TWITT & interaksi dari followersnya bagus – bagus !
    malah yang jelek itu twitter yg punya catatan ini

  17. Wkwkkw Lucu kali ini orang posting ginian. jelas2 ini orang ngiri abisz, mau jadi MENTERI MENKOMINFO ya jeng..??? bersaing menjatuhkan yg laen, BAPAKMU YG BIKIN TWITTER..?? ato MAK LOE YG JADI PEMEGANG SAHAM..?? mending apus aja dah sebelum lo di hujat abis..!! lagian yg nulis komentar kayaknya gak ada yg ngedukung..!!!

    • kebenaran sebuah opini tak harus karena ia didukung banyak orang, bung/mbak.. dan hak semua orang ut beropini. yg tak dianjurkan adl menghujat sepeti yg cenderung anda lakukan 😀

  18. komentar untuk sampah

    WOW… gilaaaa’.
    ternyata, jamur di makassar keren – keren !
    lebih punya rank-ing di banding Blog ini. hhe. padahal blog nya berbayar loh
    mending pake .wordpress atau .blogspot aja kak. ke banding domain ber bayar tapi isi blognya limbah (hal yang nda penting buat kakak tapi di sindir) ! eh, mending JAMUR dari pada LIMBAH

  19. memakai istilah alter-ego hanya untuk menunjuk jenis akun yang tidak memuat identitas asli pemiliknya (yg di atas disebut ‘akun pseudonim’) mungkin akan bermasalah. mengapa? sebab kalau kita ketat pada pengertian alter-ego, bisa jadi akun asli kita (yg memuat identitas asli kita) itulah yang tepat untuk disebut sbg ‘alter-ego’

    asumsi2nya berkitar di seputar hal berikut.

    bahwa banyak (kalau bukan semua) orang percaya bwh apa yang kita tampilkan di dunia maya itu tidak pernah merepresentasi diri kita yg sebenarnya. dgn kata lain, ‘semua itu cuma gimmick’–kalau pake istilah yg agak tajam.

    (atau bahkan lebih radikalnya: separuh (jika bukan semua orang) malah percaya bahwa diri yg kita tampilkan di dunia nyata sehari2 itu tidak pernah merepresentasi diri kita yg sebenar2nya. dgn kata lain; jika diri kita yg sebenarnya adalah A, maka diri yg hadir dalam dunia sosial sbnrnya cuma A’ –dan, oleh sebab itu, diri yg tampil di dunia maya adalah = A”)…

    kesimpulannya? mungkin memang lebih ‘aman’ ut menyebut akun yg tidak berisi identitas asli pemiliknya sbg akun ‘pseudonim’..

    atau sebutlah, jika diri kita di dunia nyata (sehari2) adl A, maka diri kita dalam akun ‘asli’ kita adl A’. dimana, oleh sebab itu, maka diri kita dalam akun pseudonim itu adalah A”..

    kata alter-ego pertama2 menunjuk ke akun asli kita dpd akun kita yang pseudonim…

    just usul bro.. 🙂

  20. ttg kata alter-ego, kata itu agaknya tidak cuma merujuk ke ‘diri pseudo’ seseorang dengan diri aslinya seperti contoh Spiderman – Peter Parker di atas..

    relasi tokoh ‘Doel’ dan ‘Mandra’ dalam sinetron si doel anak sekolahan juga sering disebut sebagai relasi alter-ego… 🙂

  21. *garuk garuk dagu*

    di bagian mana ya, bentuk kecemburuan si penulis. *garuk garuk kaki* :p

  22. wah, panassss.. *pasang kipas angin*

  23. menurut kk sebagian yg kakak post tdak benar.. penggunaan kata jamur sangat tdak baik dlam sebuah penulisan yg baxk yg bisa tersinggung dgan itu.. hati-hati dgan penulisan kk sndiri bisa jdi mnjadi satu hujatan.. walaupun baxk tpi mereka smua kreatif yg bisa mmbuat org trtarik untuk follow twitter mereka bkan cman nyampah aja kq..
    salam.. Aoyama

  24. Nah bagaimana kalo kata “jamur” diganti dengan kata cendawan atau spora biar lebih ilmiah sedikit.. 🙂

  25. 😀 saya suka postingan ini, setidaknya memetakan melalui minat dan kecenderungan si pemilik akun akan membutuhkan penelusuran yg lama, tapi untuk bikin postingan ini kaka lebug paling cuma perlu secangkir kopi, jadilah postingan yg mengalir lugas.

    keep posting kk

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.