Catatan RinganWarita

Bagaimana Saya Terhubung Dengan NabilahJKT48?

Saat nongkrong di kafe atau kedai kopi bersama teman-teman, ada seseorang yang menghampiri kalian dan kamu ingin menyapanya tapi teman kamu menyapanya duluan? Tanpa kamu sangka sebelumnya, ternyata mereka saling kenal! Hal ini juga sering terjadi kan?

Ada yang pernah me-mention dan men-tag  seorang teman lalu tiba-tiba teman lainnya nimbrung dan bertanya “kalian saling kenal yah?” rasa-rasanya hampir semua pengguna media sosial pernah mengalaminya.

Bertambahnya populasi manusia, plus semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi membuat kita semakin mudah terhubung satu sama lain. Produsen gadget dan pengembang aplikasi berlomba menciptakan berbagai sarana untuk memudahkan komunikasi kita. Dunia pun menyempit bersamanya.

Adalah penulis cerpen Hungaria bernama Frigyes Karinthy di tahun 1929 mencetuskan sebuah teori yang menyatakan bahwa setiap manusia terhubung satu sama lain dan hanya terpisah oleh enam orang. Lalu pada pada tahun 1967 Stanley Milgram, seorang psikolog, melakukan eksperimen dan membuktikan teori tersebut. Penelitian Milgram, yang meminta orang-orang untuk mengirimkan kartu pos ke teman-teman mereka, menunjukkan bahwa orang di Amerika Serikat dihubungkan oleh kira-kira tiga ikatan persahabatan atau enam orang saja.

Teori ini kemudian populer dengan istilah Six Degres of Separation setelah John Guare, seorang pengarang sandiwara/film yang terilhami cerpen Frigyes, membuat film dengan judul yang sama pada tahun 1993. Lalu bagaimana menjelaskan teori ini? Saya akan mencoba menguraikannya melalui gambar di bawah ini:

six-degrees-of-separation-lelakibugis

Masih kurang jelas?

Jadi gini, saya punya seorang teman saat kerja dulu, sebutlah namanya si 1. Nah, si 1 ini punya adik yaitu si 2. Terus si 2 ini punya pacar yang namanya 3 yang punya adik yaitu si 4. Si 4 ini punya teman, sebut saja namanya 5. Si 5 ini yang merupakan sahabat dekat si NabilahJKT48. Jadi kalau ada yang mau titip salam sama si Nabilah cukup lewat saya. Alur ‘salam’ itu akan seperti gambar dan penjelasan di atas. Kalau mau lebih gampang sih yah cukup dengan mention akunnya langsung, tapi yah kemungkinan terbaca oleh Nabilah si kecil. Secara mentionan yang masuk ke dia pasti bejibun.

Adanya media sosial pun semakin mendekatkan keterhubungan seseorang. Penelitian terbaru yang melibatkan pengguna facebook malah menunjukkan bahwa rentang pemisah pertemanan seseorang hanya terpisah sebanyak empat orang. Misalnya, si A kenal B yang merupakan teman si C yang berteman dengan D. Si A bisa saja adalah teman si D karena terhubung oleh B dan C.

Thanks to Social Media

Perkembangan media sosial seperti Facebook dan Twitter yang sangat pesat membuat kita makin mudah terhubung satu sama lain. Secara iseng saya pernah menanyakan, teman-teman dan followers di twitter, bagaimana mereka bisa saling mengenal satu sama lain. Saat itu saya menggunakan hestek #RantaiTeman. Hasilnya tak jauh dari penelitian di atas, rata-rata mengatakan kenal si C dan D karena teman si B. Si C dan D ini pun rata-rata saling mengenal sebelumnya.

Media sosial memang ajaib. Definisi teman pun semakin cair dibuatnya. Kalau dulu teman adalah orang-orang dekat kita atau minimal kita pernah berinteraksi langsung secara tatap muka. Kini, orang-orang yang tak pernah kita lihat wujud fisiknya pun bisa kita anggap sebagai teman. Follower yang hanya kita kenali lewat avatar dan kicauannya pun bisa kita anggap teman karena saking seringnya kita berinteraksi, meski hanya via kicauan.

Berawal dari kicauan, status follower dan following kemudian memudar dan menjadi teman. Pun jika sudah berlanjut pertemuan, tentu status pertemanan akan semakin menjadi meningkat. Tak lagi sebatas teman di dunia maya tapi juga teman di dunia nyata. Adalah Trans Studio Makassar yang pernah mempertemukan saya dan beberapa follower yang kemudian menjadi teman dalam arti sebenarnya.

Dengan dukungan Trans Studio Makassar, saat itu saya dan beberapa teman mengadakan kuis dengan hadiah lumayan besar, dan tentu saja hadiah tambahan berupa tiket masuk ke wahana TSM. Bersama beberapa follower yang beruntung memenangkan kuis, kami bermain sepuasnya di berbagai wahana. Keseruan bermain di wahana-wahana itu semakin mendekatkan kami.

Sekat antara kami pun menghilang, tak ada rasa malu ketika harus menjerit saat bermain di wahana ekstrim. Kedekatan itu pun tak hanya berlangsung hari itu saja. Sampai sekarang pun pertemanan kami berlanjut, baik itu di dunia maya maupun dunia nyata.

Bagaimana dengan NabilahJKT48? Bisakah saya dan dia menjadi lebih dekat? Tentu saja bisa. Caranya, Trans Studio Makassar mengundang NabilahJKT48 dalam sebuah event lalu mengijinkan saya untuk menjadi liason officer-nya atau minimal tukang angkat kopernya lah. So, rentang keterhubungan saya dengan NabilahJKT48 tak lagi enam atau empat orang tapi hanya melalui Trans Studio Makassar.

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.