Anging Mammiri Akan Terus Berembus Memanggilmu

lelakibugis

bermain.. terluka.. tertawa..

Kata KotaKomunitas

Anging Mammiri Akan Terus Berembus Memanggilmu

Lagu Anging Mammiri adalah sebuah lagu yang menceritakan tentang kerinduan seseorang pada kekasih hati yang jauh merantau. Pada angin yang berembus ia titipkan kerinduannya dan berharap sang kekasih pulang.

Anging Mammiri dalam bahasa Makassar berarti semilir angin yang berembus sepoi-sepoi. Warga Makassar punya kebiasaan menikmati embusan angin ini sambil menyesap keindahan semburat senja ketika matahari perlahan terbenam di Losari.

Anging Mammiri juga menjadi sebuah nama komunitas di Makassar. Beberapa blogger Makassar yang terhimpun dalam BlogFam Chapter Makassar berkumpul dan bersepakat membentuk sebuah komunitas yang kemudian mereka namai Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri.

Adalah Irayani Queency Putri, akrab dipanggil Rara, yang melontarkan gagasan pembentukan komunitas ini pada salah satu kopdar Blogger Makassar yang ketiga pada tanggal 11 Juni 2005 di Food Court Mal Ratu Indah. Yang hadir waktu itu: Leo, Toar Cikal, Aan Mansyur, Sultra, Adhi, Rara, Ocha.

Ide ini lama terbenam kesibukan masing-masing dan muncul kembali setahun kemudian. Secara resmi, Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri.org dideklarasikan pada tanggal 25 Nopember 2006, di Biblioholic, Makassar.

Tanggal ini pula yang menandai ulang tahun Anging Mammiri. Rara pun terpilih sebagai Ketua pertama Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri. Selebihnya adalah sejarah dan masa depan.

Untuk perjalanan Anging Mammiri dari 2006 hingga 2018 dengan tiga ketua setelah Rara, yaitu Daeng Ipul, Made dan Nunu bisa dibaca pada tulisan Daeng Ipul yang berjudul Tahun Baru, Nakhoda Baru dan grafis di bawah ini.

Grafis Perjalanan Anging Mammiri - Daeng Ipul
Grafis Perjalanan Anging Mammiri – Daeng Ipul

Nama Komunitas Blogger Anging Mammiri tak bisa tak disebut jika kita membahas komunitas di Makassar. Tahun 2012, pada masa kepemimpinan Daeng Ipul, Anging Mammiri terpilih sebagai tuan rumah gelaran kopi darat blogger se Indonesia yang bertajuk Blogger Nusantara.

Pada kegiatan Blogger Nusantara (#BN2012) ini, selain menjadi ajang pertemuan blogger se nusantara, Anging Mammiri juga melibatkan sekira 20an lebih komunitas untuk berperan serta. Anging Mammiri menyediakan lapak dan memberikan kesempatan pada komunitas – komunitas tersebut untuk memperkenalkan diri mereka pada peserta kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 9 – 11 November 2012.

Berawal dari #BN2012, pada tahun berikutnya, 2013, muncul ide untuk menggelar sebuah kegiatan yang melibatkan semua komunitas yang ada di Makassar. Anging Mammiri, melalui ketuanya saat itu Made, mengumpulkan teman-teman komunitas untuk duduk satu meja membahas Pesta Komunitas Makassar.

Hingga terkumpul 75 komunitas yang bersama-sama merancang dan menjadi pengisi Pesta Komunitas 2014. Baca lebih lengkap di Pesta Komunitas Makassar 

Meski tak pernah menjadi bagian dari pengurus dan tidak pernah bekerja keras untuk Anging Mammiri, entah kenapa saya merasa tak bisa jauh darinya. Komunitas ini seperti sebuah rumah yang nyaman untuk kembali. Selalu ada teman-teman yang siap menyambut dengan hangat ketika saya kembali, tak peduli sejauh apa pun saya pergi.

Tagline “Tempat Kumpulna Blogger Makassar” bukanlah sekadar slogan. Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri lebih dari sebuah wadah yang dimaksudkan untuk menampung para blogger-blogger Makassar atau pun yang berada di luar Makassar namun memiliki ikatan yang kuat dengan Kota Daeng ini.

Ada banyak blogger aktif dan pemilik blog (yang tidak lagi aktif mengisi blog) yang menjadi bagian dari komunitas ini tersebar di berbagai kota hingga luar negeri. Ada satu kesamaan dari mereka. Setiap pulang atau datang ke Makassar, pastilah saling mencari. Kopdar.

Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri
Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri

Lalu siang berpenangggalan 3 Februari itu, lantai dua sebuah kafe, saya kembali menjadi saksi betapa komunitas ini adalah sebuah rumah bagi setiap orang yang datang. Tak peduli pada usia, ada yang baru berusia 18 tahun dan ada pula yang sepantaran ibu saya.

Tak pula memandang usia blog dan jumlah postingan, dari bloger lawas, bloger lupa password, hingga yang baru saja membuat blog dan belum memunyai postingan. Juga tak peduli apa niche blogmu, dari bloger gado-gado seperti saya, bloger tehnologi hingga bloger kecantikan. Semua berbaur jadi satu. Sama rata sama rasa.

Itulah sebab saya bingung ketika seorang teman jurnalis yang baru bergabung hadir dan ingin meliput kegiatan mengirim pertanyaan ke saya.

Kira-kira begini, ”apa sebutan bagi para Dewan Senior di komunitas ini?” Pesan itu saya teruskan ke grup di mana banyak bloger dan pemilik blog lawas berhimpun. Tak ada yang bisa menjawab. Seorang teman malah balik bertanya ke saya, ”Adakah yang seperti itu di AM?”.

Saya menjawab pesan teman jurnalis tadi seperti apa jawaban teman-teman di dalam grup itu. Mungkin karena tak puas, ia kembali bertanya: ”jadi saya tulis sebagai apaki? Sesepuh, tetua atau apa?”. Tulis saja sebagai salah satu bloger Makassar, jawab saya.

Pertemuan itu sendiri, selain sebagai acara untuk berkumpul, juga bertujuan untuk mengenalkan para pengurus baru. Berbeda dengan penggantian ketua-ketua sebelumnya di mana kami biasanya hanya menunjuk satu orang sebagai ketua dan membebaskan ia memilih kabinetnya, pada hari itu pengurus lama yang diwakili oleh Nur Al Marwah Asrul memperkenalkan setidaknya 10 orang yang duduk pada jajaran pengurus.

Adalah Herviana Kamaluddin yang didapuk menjadi Ketua, Suryani Palamui sebagai Sekretaris dan Muhammad Raya dipercaya sebagai Bendahara. Juga ada nama-nama baru yang tak semuanya saya kenal yang duduk pada kepengurusan kali ini. Semuanya berusia muda. Raya, sang bendahara, bahkan baru berusia enam tahun ketika komunitas ini berdiri.

Kendali Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri kini berada pada tangan – tangan usia dan semangat muda. Pada mereka, saya percaya bahwa Anging Mammiri akan terus berembus. Memanggil kami kembali betapa pun jauh kaki melangkah.

Terima kasih untuk Kak Rara, Daeng Ipul, Kak Made, Kak Nunudan teman-teman yang telah menjaga Anging Mammiri sampai sejauh ini. Juga untuk Kak Evhydan teman-teman pengurus, semoga selalu amanah dalam drama keluarga kita ini.

Comments (24)

  1. Terima kasih Anging Mammiri, semoga terus berjaya dan siapapun yang mengurus kalian kelak tetap bisa menempatkan komunitas yang kita cintai ini di tempat yang selalu baik serta benar, tidak sombong, tetap rendah hati dan teruslah menulis…

  2. Senangnya baca tulisan ta’ dan Daeng Ipul tentang AM adalah ada selipan sejarahnya. Karena saya, apalagi teman-teman yang bergabung lebih belakangan tidak mengetahui kalau bukan kita’-kita’ yang menuliskannya. Adakah sejarahnya tertulis di website AM?

    Oya dan ini juga:
    pada tahun berikutnya, 2013, muncul ide untuk menggelar sebuah kegiatan yang melibatkan semua komunitas yang ada di Makassar. Anging Mammiri, melalui ketuanya saat itu Made, mengumpulkan teman-teman komunitas untuk duduk satu meja membahas Pesta Komunitas Makassar.

    Lama-lama orang ndak tahu mi sejarahnya seperti itu kaau tidak ada yang menuliskannya, yaitu bahwa cikal-bakal PKM adalah dari orang-orang AM.

    Mana pula Made ndak pernah mi muncul, aih …. orang ndak kenal mi nanti beliau.

  3. Saya suka baca sejarah..nice..apa lagi di fotonya ada gue juga tuh..setelah konfirmasi tertanyata ,ngak dewan pembina, ngak ada sesepuh, dll..semuanya sama yaitu bloger..saya cuma catat beberapa kata yg di sampai teman bloger waktu sesi sharing..ada bilang petinggi-petinggi .Ada bilang dewan pembina, ada bilang senior-senior dll..and finally saya dapat jawaban yang sesungguhnya dari Kanda Anchu..thanks kanda..

  4. Sepaham sama Kak Niar, mungkin AM bisa mengusulkan model baru pelaksanan PKM sehingga lebih banyak ide-ide aplikatif yang bisa dikolaborasikan.

  5. Senangnya bergabung di komunitas AM karena semua dipandang sama. Tidak ada senior-junior, tua-muda, miskin-kaya, aktif-gak aktif #eh 😂

  6. Sebagai yang datang belakangan, mmm… Speechless habis baca sejarah perjalanannya Komunitas Anging Mammiri, so proud to be in ;(

  7. selaluka suka kalau oppa menulis tentang komunitas AM keren bingits ki dibaca eh tp ini komunitas memang keren ^^ so proud bisa ada diantara kalian. orang2 yang dengan jemari nya yang menari di keyboard .. ahhh so cool!
    btw , kebayangka Raya masih main pasir, sementara dulu itu para sepuh sedang kopdar ..wkwkkww

  8. Ebuset… Raya baru enam tahun waktu Rara dkk mulai mendirikan Anging Mammiri? Hahaha

    Berapa jauh jarak itu.

    Tapi di sini mi dilihat, meski jaraknya jauh toh tetap saja Raya sekarang adalah pengurus dari sekumpulan bloger lawas yang lebih pantas jadi om/tantenya

    Hahaha

  9. Ainhy Edelweiss

    Yeayy pertama kali ketemu sama oppa lebug, ya ampuunn kocak banget ternyata orangnya hahaha, tp sy gak berani dekat pdhl pengen menyapa dan ngobol hhhha

  10. Siska Dian Wahyunita

    Sangat senang akhirnya bisa bergabung dengan komunitas blogger AM ini, padahal udah kenal komunitas ini dari jaman kuliahan (sekitar tahun 2013) cuma belum tahu cara bergabungnya…

    Yah, semoga ke depannya AM makin suskses jaya dan semoga ketua terpilih dan jajarannya bisa amanah. Harapan saya juga bisa ikut Tudang sipulung maupun kegiatan AM ke depannya..😄

  11. Selamat buat ketua AM yang baru… smoga bisa membawa AM lebih eksis dan lebih jaya lagi. Btw, di foto diatas banyak muka2 baru nda ku kenal… hehe… dan anggota ceweknya jadi tambah banyak di’

  12. Apa mau kubilang di?

    Saya orang baruji di komunitas ini, memberanikan diri bergabung ka mauka juga dibilang bloger, hihihi…

    Alangkah lucunya kalau suatu saat ada yang tanya, bloger dari manaki terus saya jawab bloger Makassar.

    Terus ditanya lagi, apa buktinya Dawiah bloger Makassar, sudah bergabungkah di komunitas blogernya Makassar?

    Wih pasti malu. Makanya saya minta bergabung, minta tolong sama Niar agar saya diangkut hehehe…

    Untung diterima, ka AM tawwa tidak pilih-pilihji. Dari yang paling imut hingga yang paling tuir.

    Jadi bisama juga menjadi bagian dari sejarahnya AM yang keren. Anggota Anging Mammiri. Tzaa!

  13. Senangku sama komunitas ini. nyaman sudah kayak seperti keluarga. Selamat yaa kepada pengurus baru. Selamat bertugas 🙂

  14. Beh sebuah kesyukuran bisa bergabung di Komunitas ini dan kenal orang2 di dalamnya, satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.bisa menulis di blog, bisa sharing, ikut event, dan paling penting, bisa kenal lebih banyak orang.
    teman akhirnya tidak hanya itu2 saja.

    semoga Anging Mammiri berusia panjangggggggg

  15. Terima kasih catatannya kakak. Tahun 2005 itu sudah 14 tahun lalu 😁

  16. Tidak salah mi ada lagunya artis lawas mengatakan “home is where the heart is”, karena Angingmammiri selalu menjadi rumah tempat kembali walaupun sudah beribu-ribu kilo melangkah 🙂

    Semoga saya dikasih kesempatan untuk bertemu dengan para pengurus yang baru ini, sekali lagi salam kenal buat semua dadah2 dari mamahkota

  17. Kala itu tahun 2010, saya masih kuliah semester 3, dan masa2nya mahasiswa mencari jati diri mau mengeksplor minat ke arah mana. Trus senior sy mmberi saya bukunya yg dia salah beli judulnya “tata cara membuat blog di blogspot”. Trus tmn sy itu jg blg, klo suka nulis buat blog aja, trus gabung ada namanya komunitas blogger anging mamiri di Makassar, sapatau eksis. Namun kala itu sy mulai buat blog dan isinya ttg khidupan diari anak muda yg ngga penting. Hingga saat ini sya merasa, menulis bagi saya adalah penting dan kebutuhan, yakni kebutuhan untuk menuangkan wadah pemikiran dan karya berupa tulisan yg dibaca oleh org. Dengan adanya dan bergabung di komunitas ini semoga bisa membuat kita pribadi semangat dan konsisten menulis. Sebab untuk konsisten menulis tidak hanya butuh passion sj, namun lebih dr sekedar passion.

  18. Terima kasih telah memaparkan kisah terbentuknya Komunitas nan kece ini. Jadi tahu siapa aja yg berperan dalam pembentukan komunitas blogger Makassar AngingbMammiri. Semoga makin jaya kedepannya. Aamiin…

  19. Panjangnyami tawwa perjalanannya AM. Pertama kali tahu AM pas acara Blog for Life di PTC, tahun 2007 lalu. Saking semangatnya, langsung praktik bikin blog juga pas di sana. Kemudian makin rajin ikut seminar dan pelatihan-pelatihan blog yang diadakan setelahnya.

Jika Berkenan Silakan Komentar di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.