Wisata Sepeda: Menyusuri Selayar Dengan Sepeda

Sudah lama saya ingin menyusuri daratan Pulau Selayar dengan sepeda. Keinginan ini muncul setelah saya memiliki sepeda setahun lalu. Bertugas di Kab. Bulukumba, sebuah kota kecil memunculkan keinginan itu. Beberapa titik di Bulukumba telah saya susuri, saya menyiapkan diri untuk menyusuri Bulukumba ke Bira dan daratan Selayar dari Pamatata hingga Kota Benteng.

Melalui akun @lelakibugis di media sosial twitter saya mencari teman untuk perjalanan bersepeda itu. Saya memilih bulan Mei karena ada long weekend, juga masih ada waktu sebulan lebih untuk mempersiapkan diri. Long weekend dimulai dari hari kamis, jadi ada waktu empat hari hingga hari Minggu.

Empat hari ini rasanya terlalu lama untuk perjalanan bersepeda dari Kota Bulukumba ke Pelabuhan Bira dan Pelabuhan Pamatata ke Kota Benteng. Jarak masing-masing hanya berkisar 40–50 km. Untuk jarak itu, waktu yang ditempuh hanya berkisar tujuh jam bersepeda sementara libur ada empat hari.

Ide awal menyusuri pesisir Selayar dengan bersepeda kemudian berkembang menjadi berwisata ke titik-titik wisata yang bisa dikunjungi sepanjang jalur darat Pamatata–Benteng. Berkat bantuan @VisitSelayar yang peduli dengan pengembangan wisata Selayar, akhirnya saya memperoleh titik-titik wisata yang bisa saya kunjungi.

            Ide ini akhirnya berkembang lagi menjadi sebuah upaya Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan melalui sebuah event atau paket wisata reguler yang akan dikelola oleh teman-teman @VisitSelayar mengingat sangat banyak potensi wisata yang belum tergali di pulau yang terletak di selatan kaki pulau Sulawesi ini.

Kabupaten Kepulauan Selayar adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan.  Kabupaten yang beribukota Benteng ini memiliki 2 sub area wilayah pemerintahan yaitu wilayah daratan (12,91%) meliputi Kecamatan; Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Buki, Bontomatene dan Bontosikuyu. Wilayah kepulauan (87,09%) meliputi Kecamatan; Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Takabonerate, Pasimarannu, dan Pasilambena.

Total luas Kabupaten Kepulauan Selayar ini adalah 10.503,69 km² (wilayah daratan dan lautan) yang memanjang dari Utara ke Selatan. Kabupaten ini adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi dan memiliki gugusan beberapa pulau sehingga membentuk suatu wilayah kepulauan.

Kepulauan Selayar memiliki banyak potensi wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi wisata itu meliputi wisata bahari, alam, maupun wisata sejarah. Selama ini orang lebih banyak mengenal keindahan Sepotong Surga bernama Takabonerate dan wisata bahari lainnya, padahal daratan Pulau Selayar pun kaya akan potensi wisata.

Sebagai wilayah sebuah pulau, Selayar kaya akan pantai-pantai cantik yang membentang di pesisirnya. Sebut saja, Pantai Taloiya, Pantai Pa’badilang, Pantai Labuang Nipaiya, Pantai Rampang-Rampangan, Pantai Pamatata, Pantai Lembangia, Pantai Tanaera, dan Pantai Lansangireng di Kecamatan  Bontomatene.

Kecamatan Bontomatene ini memiliki sebuah pulau, yaitu Pasitanete dan objek wisata lainnya berupa wisata alam; Sumur Tajuiya, Goa Ereposo,  Kebun Mente , dan Ujung Pa’badilang. Bagi pecinta sejarah dan budaya, bisa berkunjung ke Kompleks Makam Bone Lohe, Makam Tua Bongaiya, Makam Tua Bulaenna Parangia, Masjid Tua Saluk,  Kompleks Makam Opu Bembeng, Kompleks Makam Opu Dg. Massese, Kompleks Makam Batangmata dan Rumah Adat Batangmata.

Rute berikutnya adalah Kecamatan Bontomanai. Ada banyak objek wisata di kecamatan ini, antara lain wisata alam; Pemandian alam Eremata, Air Terjun Suttia, Pantai Baba Ere, Pantai Ngapalohe, Kebun Cengkeh Lembang Lau, Kebun Pala Laloasa, Labuang Bajo & Mata Ere, dan Pantai Appa Batu. Untuk wisata budaya dan sejarah antara lain; Kompleks makam Mare-mare, Masjid tua Gantarang, Perkampungan Tua Gantarang, Benda Pusaka Kerajaan Gantarang, Dinding Benteng Kerajaan Gantarang,  Pakkojokang, To’do (pusat bumi), Tempat Pembakaran Mayat, Gaukan Opu, dan Kampung Bissorang.

Selanjutnya adalah Kecamatan Benteng, kecamatan ini tak kalah kaya akan potensi wisata, utamanya wisata kota semisal; Gong Nekara, Benteng Pertahanan, Museum Negara, Dermaga Benteng, Lapangan Pemuda Benteng, Plaza Marina,  Pasar sentral Benteng dan sebuah tempat berkumpul para pecinta wisata yaitu Kafe Tempat Biasa.

Ke tiga kecamatan itulah yang nantinya saya lintasi dengan bersepeda. Mengingat sangat banyak objek wisata yang tersebar di tiga kecamatan itu, saya meminta bantuan @VisitSelayar untuk memilih beberapa objek wisata untuk menjadi titik persinggahan dalam petualangan bersepeda ini. Titik-titik point ini pula yang nantinya akan menjadi paket wisata sepeda yang akan dikelola oleh @VisitSelayar.

Perjalanan ini akan bermula dari Dermaga Pamatata, pelabuhan ini merupakan pintu gerbang utama memasuki daratan Kabupaten Kepulauan Selayar melalui jalur laut dengan fasilitas penyeberangan berupa kapal feri. Objek wisata pertama yang akan saya jumpai adalah Pantai Rampang-Rampangang yang berjarak 39,5 km dari Kota Benteng.

wisata bersepeda selayar - pamatata

Titik selanjutnya adalah (2) Pantai Pa’ba’dilang, merupakan salah satu potensi wisata andalan yang terletak di penghujung utara kabupaten yang dikenal pula sebagai Bumi Tanadoang (red: Negeri Udang). Setelah itu titik berikutnya adalah (3) Makam Saudagar Melayu di Bonelohe. Titik (4) Goa Tajuiya, (5) Perkampungan Pandai Besi di Dusun Sariahang, (6) Kebun Jeruk Keprok di Kalaroi. Hari pertama ini berakhir di (7) Batangmata dan bermalam di salah satu rumah penduduk. Perjalanan bersepeda pada hari kedua berlanjut keesokan paginya bersepeda menuju titik (8) Benteng/Makam Embayya di Buki.

Pantai Pa'badilang (foto: selayaronline.com)

Pantai Pa’badilang (foto: selayaronline.com)

Ada satu titik yang sulit dijangkau dengan bersepeda yaitu Air Terjun Suttia, yang memiliki curahan air dengan ketinggian 30 meter. Medan pada delapan titilk di Kec. Bontomate’ne ini cukup menantang, selain aspal, beberapa ruas jalan masih perkerasan dan pendakian. Jarak dari titik 1 s/d titik 8 sekitar 20 km, tapi karena beberapa tempat tidak berada di jalan poros seperti titik 2,3,5,7 maka jarak tempuh bersepeda seluruhnya menjadi 30 km.

wisata bersepeda selayar - pamatata - bentengTitik wisata selanjutnya adalah (9) Makam Raja2 di Silolo, (10) Kampung Pa’batteang. Setelah istirahat makan siang, perjalanan bersepeda akan berlanjut ke jalan poros melewati kampung Tanabau Tenro, Lebo/Pajalaiya & Kampung Tulang. Sore hari, tiba pada titik (11) Desa Barugaia, melihat kegiatan pembuatan kopra & arang tempurung kelapa. Kampung ini akan menjadi titik persinggahan untuk bermalam sebelum berlanjut pada keesokan harinya menuju ke titik (12) Desa Polebunging/Karajaang. Setelah makan siang dan istirahat di titik (13) lalu bersepeda menuju titik (14) Kolam Eremata, sumber air bersih PDAM Selayar.

wisata bersepeda selayar - 3

wisata bersepeda selayar - 4

Perjalanan akan berakhir melalui titik (15) Appa’ Batu untuk menuju titik akhir yaitu (16) Kota Benteng untuk melakukan wisata kota. Pemandangan senja pada dermaga kota Benteng ini sangat sayang jika dilewatkan. Malam hari, berbincang dengan teman-teman yang tergabung dalam Sileya Scuba Diver di Kafe Tempat Biasa adalah hal wajib dilakukan sebelum pulang keesokan harinya melalui Pelabuhan Rachman Rauf menggunakan kapal laut cepat fiber menuju Pelabuhan Lappa’e Kab. Bulukumba.

Gong Nekara Perunggu Selayar

Gong Nekara Perunggu Selayar

Gambaran wisata petualangan bersepeda di atas memakan waktu empat hari dan tiga malam. Masih banyak titik-titik wisata yang belum masuk dalam titik-titik kunjungan. Tentu saja, titik-titik wisata itu membuka kemungkinan beragam paket wisata petualangan bersepeda dan backpacking. Upaya-upaya dari teman-teman @VisitSelayar haruslah mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Selayar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan demi pengembangan kekayaan aset wisata yang melimpah.

Related Posts

About The Author

7 Comments

Add Comment