SMS-mu, Tipuanmu..

Suatu pagi, ibu menerima telepon dari seseorang yang mengabarkan bahwa adik saya mengalami kecelakaan di sekolah. “Adik saya terjatuh dan kepalanya membentur tembok” kata ibu saya mengutip omongan orang di balik telepon itu. Ibu bilang, orang itu menelpon sambil menangis dan meminta kami segera menghubungi sebuah nomer.

Melihat ibu panik, saya mengambil alih telepon dan berbicara pada orang itu. Anehnya, suara di seberang telepon biasa saja. Tak menunjukkan orang yang menangis seperti ketika ia berbicara dengan ibu. Saya lalu menanyakan kondisi adik saya, tergesa ia meminta saya menelpon ke sebuah nomer atas nama Ibu Fahira.

Saya mulai curiga begitu mendengar nada suaranya. Saya teringat maraknya telpon atau sms penipuan. Orang itu meminta saya menghubungi nomer yang ia berikan secepat mungkin. Juga tanpa nada sedih seperti ketika ia berbicara dengan ibu. Ia begitu tergesa menutup telepon setelah saya bertanya lebih jauh. Saya menyimpan kecurigaan itu dalam hati sembari menyuruh adik perempuan saya tuk bersiap-siap. Jangan sampai kabar itu benar adanya.

Saya kemudian menelpon nomer yang diberikan si penelpon tadi. Kecurigaan saya bertambah ketika yang mengangkat telepon adalah seorang lelaki. Berbeda dengan yg disampaikan penelpon tadi yang menyebut nama seorang perempuan, Ibu Fahira. Lelaki yang mengangkat telpon tak banyak berbicara ketika saya menyampaikan maksud saya menelpon nomernya. Ia meminta saya menunggu. Mungkin ia mau memanggil orang yang bernama Fahira, pikir saya. Ternyata, ia malah menutup telepon.

Alih-alih menelpon ulang, saya mencoba menelpon ke nomer adik saya. Panggilan saya tak terjawab. Dua kali, masih sama. Saya mulai cemas. Untunglah panggilan ke tiga saya terjawab. Saya langsung menanyakan dimana adik saya begitu mendengar suaranya. “Di sekolah, lagi belajar. Kenapaki?” jawabnya heran karena saya jarang menelponnya ketika ia berada di sekolah. Setelah menjelaskan apa yang terjadi, adik saya lalu memberikan telpon pada seorang gurunya untuk meyakinkan saya bahwa ia baik-baik saja.

Apa yang saya pikirkan ternyata benar. Kecurigaan saya akan modus penipuan seperti ini terbukti. Sudah beberapa kali saya mendengar dan membaca modus seperti ini. Komplotan penipu memilih secara acak korbannya, lalu menelpon mengabarkan bahwa salah satu keluarga mengalami kecelakaan. Para penipu ini pandai membuat calon korban menjadi panik, lalu meminta korban mengirimkan uang melalui atm ke sebuah rekening. Biasanya, mereka mengatakan bahwa keluarga korban, -bisa ibu, bapak, suami/istri atau anak,-  butuh perawatan darurat yang membutuhkan biaya. Jika calon korban panik, maka dengan mudah termakan tipuan itu dan mengirimkan dana sejumlah uang yang diminta oleh penipu itu.

Beberapa hari yang lalu, saya menemui cerita serupa melalui kicauan seorang teman di jejaring sosial twitter. Berikut saya kutipkan isi sms penipuan dari kicauan teman tersebut pada pada 26 Januari itu: no rekening BRI 122301003266505 atas nama armin bastian nomor tsb sy dapat dr pelaku percobaan penipuan “anak kecelakaan” di rumah kemarin”. Sayang teman tersebut tidak menceritakan kronologis kejadian percobaan penipuan itu. Saya hanya menemukan satu kicauan saja ketika menelusuri timeline teman tersebut ketika ingin tahu lebih jauh.

Cara penipuan ini sebenarnya hanyalah salah satu modus yang digunakan oleh para penipu. Modus yang paling sering saya temui adalah via sms semisal: “Kirim aja uangnya ke BRI A/n Jamal W. Rek: 0045-0104-3953-503. Sms saja klau sudah dikirim. Tks. Pengirim: 082130958371”. Sms semacam ini hampir setiap hari saya terima.

Modus yang paling terkenal adalah sms meminta pulsa. Anehnya, meski sudah tergolong basi tapi sms-sms penipuan seperti ini masih sering beredar. Para penipu itu mungkin masih berharap ada orang yang bisa tertipu. Saya kadang tersenyum ketika menerima sms seperti ini: “Pa, kirimin Mama pulsa di nomer ini sekarang. Mama lagi di kantor polisi”. Sebenarnya saya mengharapkan sms serupa ini, sayang saya belum memiliki istri yang bisa memanggil saya dengan sebutan ‘Pa’.

Modus-modus telepon atau sms penipuan yang saya ceritakan mungkin hanya sedikit dari beragam cara yang ditempuh komplotan penipu itu untuk memperdaya orang. Ada yang pernah mengalami hal serupa? Cerita dong…

Baca info dan tips menarik di Serba5

Related Posts

About The Author

6 Comments

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.