si kecil rangking satu

baru saja si bungsu menelpon dari rumah dan mengabarkan bahwa ia baru saja terima rapor. dengan keriangan anak seusianya, ia bilang kalo kali ini ia rangking satu di kelasnya. saya tak tahu bilang apa.. saya tak begitu gembira mendengar hal ini. tapi, demi kebahagiaan si bungsu, saya berusaha mengatur suara agar ia tahu kalo saya pun turut senang mendengar kabar itu. lalu, ia meminta hadiah dari saya. saya menanyakan hadiah apa yang ia inginkan, ia hanya menjawab: “apa saja, yang penting ada hadiah”. katanya lagi, ini pesan bu guru.
saya sebenarnya tak heran ketika ia meraih rangking satu. “Dia kan dua tahun di kelas satu, jadi wajar kalo dia rangking satu” bilang saya pada ibu. tahun lalu, si kecil bungsu memang tinggal kelas. katanya, ia tinggal kelas karena pulang lebih awal tanpa menyelesaikan soal pelajaran agama sewaktu ujian kenaikan kelas, padahal menurut pengakuannya, saat itu gurunya membagikan jawaban dari soal-soal ujian. “saya pulang karena memang tak tahu jawaban soal agama” jawabnya polos ketika saya tanyakan alasannya tak tinggal dan mengisi jawaban yang disodorkan guru. pun sampai sekarang, ia jadi tak suka ke sekolah pada hari selasa dimana diajarkan mata pelajaran agama. kami tak memaksanya karena tahu, pada hari selasa ia ‘dipaksa’ meghafalkan ayat2 al qur’an yang tak mampu ia lakukan..
saya tak bisa memarahinya, bahkan salut atas pilihannya saat itu. si kecil itu ia sudah berani memutuskan sesuatu yang berbeda dari apa yang dilakukan teman sekelasnya, meski saya ragu apakah ia tahu resiko atas pilihan itu. saya, baru berani melakukan apa yang ia lakukan justru ketika setelah menginjak bangku kuliah. lebih baik keluar dari ruangan ujian daripada harus menyontek..
kami tak pernah menyalahkan dia meski harus mengulang setahun di kelas satu. ibu tetap ihlas meski sakit hati karena dia menduga si bungsu tak naik kelas disebabkan penolakan ibu pada pembayaran buku sekolah yang dianggapnya terlalu mahal.
sayangnya, saya tak mampu melepaskan adik saya sendiri dari sistem kompetisi yang dianut sistem pendidikan kita. sistem yang coba teman-teman di rumah kamu dan ininnawa kikis lewat program youthcamp. saya tak berdaya justru ketika yang menjadi korban adalah adik saya sendiri.

Related Posts

About The Author

Add Comment