Setan Narsis Dilarang Masuk!

Biasanya saya sangat pemilih untuk urusan film Indonesia yang akan saya tonton. Saya akan melihat dulu siapa sutradara atau pemain dari film tersebut. Bukan apanya, saya tidak mau mengeluarkan duit percuma untuk film yang jelek. Sebaliknya, bagi film yang saya anggap bagus saya sebisa mungkin nonton di bioskop. Ini sikap dan bentuk apresiasi saya bagi film Indonesia.

Lalu bagaimana cara cari tahu film apa yang layak saya tonton? Gampang kok, tinggal tanya Paman Google atau langsung kunjungi blog – blog yang suka mereview film. Kalau lagi malas blogging, saya tinggal ngetweet tanya ke follower atau mention langsung ke teman yang memang kerjaannya nonton film dan bikin review J

Film Indonesia yang terakhir saya nonton itu A Copy of My Mind. Film besutan Joko Anwar ini menarik perhatian saya karena pembahasannya sering wara – wiri di linimasa media sosial saya. Banyak pujian pada film itu. Saya penasaran dong..

Saya beruntung karena film itu masih tayang saat ke bioskop. Seperti biasa, film – film Indonesia yang bagus justru masa putarnya pendek karena penontonnya sedikit. Mungkin karena film – film itu menuntut penontonnya untuk menggunakan otak dalam menalar logika film.

Lalu datanglah tawaran ikut acara nonton bareng sebuah film Indonesia melalui grup komunitas blogger Anging Mammiri . Tawaran yang membuat saya penasaran karena film ini disutradai oleh Nayato Fio Nuala. Pernah dengar nama ini? Nama ini pernah menjadi bahan pembicaraan saat penyelenggaraan FFI 2006.

Saat itu film Eksul besutan Nayato ini meraih tiga penghargaan, Nayato sendiri meraih sutradara terbaik. Kehebohan pun kemudian terjadi di dunia perfilman Indonesia karena film itu. Masyarakat Film Indonesia (MFI), yang dimotori Riri Riza, Mira Lesmana, Hanung Bramantyo, Rudy Sudjarwo, dan beberapa nama lainnya, mengembalikan 37 Piala Citra yang mereka dapatkan. Kenapa mereka melakukannya? Silakan tanya Paman Google yah…

Rasa penasaran lain muncul karena film ini juga diproduseri oleh seorang, konon, digelari raja film horor Indonesia. Tahu orangnya? Shanker R. S. Kalau kamu termasuk penikmat film horor Indonesia pasti tahu nama ini. Iya, Dilarang Masuk ini film horor komedi.

Oh iya, genre film horor sebenarnya bukan pilihan saya. Boleh dibilang saya menghindari jenis film ini. terakhir nonton film horor seingat saya adalah Jelangkung karya Rizal Mantovani dan Jose Poernomo pada tahun 2001. Hmmm..

Kembali ke nobar Dilarang Masuk. Makassar adalah kota ke 6 (enam) penyelenggaraan nonton bareng film yang akan serentak diputar di bioskop se Indonesia ini pada tanggal 24 Maret ini. Nonton bareng ini dihadiri oleh beberapa pemeran film Dilarang Masuk yaitu; Maxime Bouttier (Adhit) dan Yova Gracia (Indah)  dan seorang pemeran pembantu yaitu Reymond Knuliq pemeran Mas Jono (satpam sekolah).

Pemeran Dilarang Masuk Maxime Bouttier Yova Gracia dan Reymond Knuliq

Pemeran Dilarang Masuk Maxime Bouttier Yova Gracia dan Reymond Knuliq dalam acara nonton bareng di MaRI XXI, Makassar.

Sebelum pemutaran film, para penonton diberi kesempatan untuk berfoto bareng Maxime Bouttier dan Yova Gracia. Beberapa pengunjung remaja dan ibu – ibu tentu saja tidak melewatkan kesempatan ini. Antrian pun jadi memanjang.

Pemutaran film lalu dimulai setelah basa – basi dari panitia dan para pemeran film yang datang. Film ini dimulai dengan adegan Adhit yang tak sengaja merekam Lisa, seorang siswi baru, yang dinyatakan hilang dalam film ini. Adhit dan kawan – kawannya yang penasaran dan kasihan pada orang tua Lisa kemudian memutuskan untuk mencari Lisa di lantai 2 sekolah yang selama ini dibiarkan kosong. Bagaimana cerita selanjutnya? Nonton sendiri yah..

Sebagai film yang dimaksudkan sebagai film horor komedi, film ini tidak memberikan efek menyeramkan sebagaimana film Jailangkung yang saya nonton belasan tahun silam. Oh iya, maaf kalau pembandingnya adalah film lama banget. Seperti saya bilang sebelumnya, film horor Indonesia yang pernah saya nonton yah Jailangkung itu.

Setan – setan yang muncul di Dilarang Masuk ini terlalu narsis. Setan – setan berseragam SMA ini sering muncul tiba – tiba tanpa penjelasan kenapa mereka menjadi setan dan kenapa mereka harus muncul  dalam film ini. Kehadiran setan – setan ini menjadikan mereka tampak seperti banci kamera. Bikin ilfil. Film ini sedikit tertolong oleh akting Jordhy Onsu dan Reymond Knuliq yang lumayan menghadirkan suasana lucu meski beberapa kali jokes mereka terlihat garing.

Sebenarnya ada banyak plot hole, lubang – lubang dalam cerita, di dalam film ini yang menimbulkan pertanyaan di kepala saya. Namun, seperti pada umumnya, menonton film horor komedi Indonesia memang sebaiknya tidak melibatkan otak. Nikmati saja kekagetan – kekagetan yang muncul karena efek suara dalam film ini.

Oh iya, ada satu pertanyaan yang harus saya ajukan setelah menonton Dilarang Masuk ini. Pertanyaan itu adalah: film ini bercerita tentang anak – anak SMA, kok ada satu siswi SMP yang tidak dilarang masuk ke kelas dan berada di antara anak – anak SMA lainnya? Coba perhatikan deh gambar di bawah ini.

Anak SMP di antara anak - anak SMA di film Dilarang Masuk.

Anak SMP di antara anak – anak SMA di film Dilarang Masuk.

 

catatan: terima kasih Mas Reymond Knuliq untuk popcorn-nya. Lumayan tuk mengganjal perut selama nonton 🙂

Silakan bagikan jika kamu anggap artikel ini berguna bagi orang keluarga, teman atau siapa pun..

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook
Facebook
Google+
http://lelakibugis.net/setan-narsis-dilarang-masuk">
RSS
Follow by Email