Sepucuk Surat dan Bingkisan Bagimu, #DearKamu

 

 

 

#DearKamu..

 

 

Bebz…

Harusnya bingkisan ini sampai padamu berbulan-bulan lalu. Tapi, seperti inilah, saya baru mengirimkannya saat ini, sepulang dari Wakatobi. Ini bukan kado, bukan pula hadiah atas perayaan apapun. Hanya ingin sampai padamu. Entah tuk alasan apa.

Ada album foto. Saya tak tahu apakah ini akan berguna karena hampir semua orang sekarang lebih senang menyimpan kenangan di dalam memori komputer atau gadget mereka. Ada pula buku catatan dari kertas daur ulang. Saya ingat kamu pernah bercerita ingin menuliskan sebuah cerita. Tuliskanlah kisahmu, mungkin ada kisah kita di dalamnya. Tulislah di buku itu.

Kain Manggarai itu pakailah untuk menghalau angin ketika bepergian. Keseringan masuk angin tak baik bagi kesehatanmu. Kotak kayu itu bisa kamu gunakan untuk menyimpan benda kecil, apapun itu.

Tentang tas lipat itu, saya ingin agar kamu pakai sehari-hari saat berbelanja. Kurangi kantong kresek. Bumi kita sudah terlalu tua tuk menampung lebih banyak sampah. Oh iya, di dalam kotak kayu itu ada beberapa gantungan kunci dan pembatas buku. Saya berharap kamu masih terus membaca, meski hanya novel dan komik, seperti dulu.

Kaos dan semua yang ada dalam bingkisan itu saya beli ketika bepergian ke Taman Nasional Komodo, Bali dan Wakatobi. Seharusnya, semuanya kita beli bersama. Berjalan mengelilingi negeri ini bersamamu, seperti kamu tahu, adalah mimpiku dulu. Meski, jujur, mimpi itu masih sering kali melintas.

Sudah dulu yah. Sebenarnya, saya masih ingin menulis dan bercerita lebih banyak lagi tapi tak ingin mengganggu waktumu. Tak perlu kamu habiskan waktu tuk membaca surat panjang dari saya. Mungkin tak penting lagi.

 

With Luv

Surun

-walks alone-

 

Related Posts

About The Author

One Response

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.