sekali lagi, kekalahan…

“hanya pemenang yang kita yakini, hanya pemenang” teriak vokalis pas band dalam sebuah lagu…
lagu itu dengan jelas menggambarkan kegelisahan mereka akan ketidaksiapan sebagian masyarakat kita menerima kekalahan..

bangsa kita memang tak pernah diajarkan menerima kekalahan.. tengoklah babak delapan besar liga indonesia. aremania mengamuk di stadion brawijaya dan mengakibatkan kerugian sekitar satu miliar lebih bagi pengelola stadion milik Persik Kediri itu.. tak sampai disitu, mereka pun merusak rumah dan kendaraan sepanjang jalan yg mereka lalui.. mereka yang belum tentu menggemari sepakbola turut menjadi korban dari kekecewaan suporter arema akibat kekalahan tim mereka dari persiwa wamena. mereka patut kecewa dan marah, tigal gol yang disarangkan oleh pemain andalan mereka dianulir wasit, tapi melampiaskan kemarahan pada stadion dan orang yang tak ada kaitannya dengan pertandingan itu tentu tak bisa dipahami…

mari sejenak berpaling pada berita-berita tentang pilkada di negeri ini.. hampir semua proses demokrasi itu diwarnai oleh ketidaksiapan para calon pemimpin menerima kekalahan. melalui para pendukungnya mereka menggelar demonstrasi besar2an… lalu apa hasilnya? kemacetan dimana-mana.. dan kitalah, yg selalu mereka atasnamakan, yang menderita karenanya.. bukan mereka… bukan para calon pemimpin yang kalah itu..

begitu banyak contoh betapa kita tak pernah siap untuk menerima kekalahan.. pun saya..

Related Posts

About The Author

Add Comment