Wisata Religi di Pulau Mansinam Manokwari

“Berjalanlah semakin ke timur, maka akan kau jumpai langit dan laut yang sangat bersih dan cantik”

Bagi para pejalan atau siapa pun yang sering mengunjungi kawasan timur Indonesia pasti akan mengamini ucapan di atas. Semakin ke timur wilayah Indonesia maka kita akan menjumpai alam yang masih terjaga. Langit dan laut masih biru. Juga di Pulau Mansinam Manokwari.

Salah satu, dari sekian luas bentangan keindahan alam yang dimiliki kawasan timur Indonesia itu adalah Pulau Mansinam. Mansinam berada di Teluk Doreh, yang jika dilihat dari peta, pulau kecil ini seakan bersembunyi di bagian belakang kepala burung Cendrawasih.

Secara administratif Mansinam merupakan bagian wilayah ibukota Papua Barat, Manokwari. Penduduk pulau yang terletak sekira 6 (enam) kilometer dari pusat kota Manokwari hanya berkisar 800an jiwa. Pulau seluas 410,97 Ha ini dapat dicapai dari Pantai Kwawi berpasir putih Manokwari dengan perahu nelayan selama kurang lebih 10 menit.

Dari kejauhan jejeran pohon kelapa menjulang di tepi pantai seakan berbaris menunggu perahu nelayan merapat di dermaga. Sebuah patung besar berwarna putih tampak dari jauh. Semakin dekat, hamparan pasir putih akan memanjakan mata. Tak jauh dari dermaga sebuah tugu dan dua patung kecil berdiri.

Patung Ottow dan Geissler dan Tugu Peringatan di Pulau Mansinam Manokwari

Patung Ottow dan Geissler dan Tugu Peringatan di Pulau Mansinam Manokwari

Kedua patung yang menghadap ke daratan Manokwari itu adalah patung Carl Wilhelm Ottow dan Johann Golttlob Geissler, dua orang berkebangsaan Jerman yang membawa Kristen masuk ke tanah Papua. Mereka menginjakkan kaki di Papua, tepatnya di Pulau Mansinam Manokwari, sekira 160 tahun silam. Sebuah tugu juga berdiri sebagai peringatan kehadiran mereka di tanah Papua.

Patung Ottow dan Geissler itu juga menjadi bagian dari bangunan tak berdinding dengan luas sekira 50 x 100 m. Pada dinding bagian belakang terdapat diorama yang menggambarkan proses kedatangan keduanya. Ada pula dua buah patung malaikat yang mengapit sebuah salib besar. Di bagian depan patung malaikat dan salib itu berjejer bunga perdu di tepi jalan setapak. Tak jauh dari pagar, ada sebuah prasasti yang menorehkan doa Ottow dan Geissler ketika mereka pertama kali mendarat di Mansinam.

Baca Juga: Dentum Sunyi Pantai Bara

Pulau Mansinam Manokwari, selain menawarkan pemandangan alami nan cantik, juga adalah sebuah destinasi wisata religi. Dari pulau inilah Ottow dan Geissler mengabarkan Kristen pada suku Numfor di Mansinam kemudian meluas hingga ke wilayah Papua lainnya.

Berjalan agak ke dalam terdapat sebuah gereja yang diberi nama Gereja Pengharapan. Gereja ini dibangun pada tahun 1864 dan merupakan gereja pertama di Papua. Saat ini sebuah bangunan gereja baru berdiri di samping gereja yang asli. Bangunan gereja tua sampai sekarang masih dipertahankan dengan perbaikan hanya pada bagian atap.

Masih di lokasi gereja, terdapat pula sumur yang dibuat oleh Ottow dan Geissler. Hingga kini masyarakat Mansinam tetap memanfaatkan air sumur itu. Uniknya, meski berdekatan dengan laut, air sumur tak terasa asin. Berdekatan dengan gereja terdapat sebuah museum. Di antara gereja dan museum ada makam tua, makam ini berisi jasad para prajurit atau pelaut asing yang terdampar di Mansimam atau yang meninggal karena sakit.

Di sekitar gereja ada beberapa lapangan yang ditutup atap dan berlantai beton. Lapangan-lapangan itu adalah tempat pelaksanaan ibadah dan penghormatan kepada Ottow dan Geissler yang menginjakkan kaki pertama kali pada tanggal 5 Februari 1855. Setiap tahunnya, pada tanggal 5 Februari, warga Pulau Mansinam Manokwari mengadakan ibadah penghormatan dengan nama Parade Pekabaran Injil. Konon peserta yang datang bukan hanya dari Manokwari tapi hampir dari seluruh tempat di Papua dan tempat-tempat lain di Indonesia.

Patung Jesus Kristus Pulau Mansinam Manokwari

Patung Jesus Kristus Pulau Mansinam Manokwari

Patung yang terlihat dari kejauhan di daratan Manokwari adalah Patung Jesus yang terletak di bagian belakang pulau. Untuk menuju ke lokasi patung itu kita bisa meniti jalanan dari beton yang menanjak ke atas bukit. Di beberapa tempat ada papan petunjuk arah evakuasi tsunami yang berujung pada sebuah bangunan besar yang eksteriornya mirip gereja. Bangunan ini dijadikan pusat evakuasi kalau-kalau bencana tsunami menyerang.

Lokasi patung Jesus Kristus ini adalah puncak bukit yang ada di Pulau Mansinam Manokwari dan menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Dari lokasi ini kita bisa melihat kota Manokwari dan pegunungan Arfak yang dipisahkan dengan Mansinam oleh lautan biru.

Sekilas, patung ini mirip patung Yesus yang berada di Rio De Janeiro, Brazil. Berdiri tegak membentangkan tangan menghadap ke arah barat. Patung berwarna putih ini berdiri diatas bangunan yang terdiri dari empat pilar dengan corak etnik khas Papua. Tinggi patung sendiri mencapai 14,5 meter. Sementara pilar penyangganya mencapai 15 meter. Di sekitar patung dan jalan menuju patung terdapat taman-taman yang tertata rapi. Beberapa gazebo juga tersedia sebagai tempat beristirahat dan menikmati kilauan matahari terbenam.

 

all photos by daenggassing.com

Related Posts

About The Author

Add Comment