Pilih Coto Makassar atau Pisang Ijo?

“Gila! Gak cukup nih waktunya untuk menjajal wisata kuliner di Makassar. Harus seminggu lebih nih!”

Begitu gerutu seorang teman sesaat sebelum meninggalkan Makassar bulan lalu. Ia hanya punya waktu tiga hari di Makassar. Waktu yang singkat baginya untuk menjajal kuliner Makassar. Belum lagi wisata kuliner itu ia lakukan di sela-sela kegiatan utamanya dalam menghadiri sebuah pertemuan kantor di mana ia bekerja.

Makassar memang terkenal dengan khazanah kuliner yang melimpah. Di Makassar bahkan ada seloroh yang mengatakan pola makan orang Makassar itu bukan tiga kali sehari tapi lima kali sehari. Lima kali!

Tidak percaya? Mari kita susun jadwal dan menunya..

Pagi hari, orang Makassar punya kebiasaan sarapan dengan Bassang, olahan bubur khas Makassar yang terbuat dari jagung.

Antara pagi dan siang, atau brunch di lidah Pangeran William, adalah waktu yang tepat untuk makan Coto Mangkasara’. Belum pernah makan Coto? Duh..

Mie kering bisa jadi pilihan untuk menu makan siang. Boleh pilih satu olahan di antara empat bersaudara ini; Mie Titi, Mie Awa’, Mie Anto atau Mie Hengky.

Sore hari adalah waktunya makan Pisang Epe’ sambil menikmati matahari terbenam di Losari. Ada pula yang memilih menyantap Buroncong sambil minum the atau kopi di teras rumah sendiri.

Untuk malam, tentu tak boleh melewatkan menu makanan (hasil) laut atau seafood. Mau ikang bakar, cumi atau udang? Semua ada!

Sudah lima kali makan, bukan? Kalau masih sanggup, bisa digenapkan dengan makan tengah malam atau supper dengan menu Songkolo Bagadang. Sanggup makan enam kali sehari? 🙂

Dengan pola makan dan menu seperti di atas, pasti kebayang kalau orang Makassar rentan kena banyak penyakit seperti kolesterol dan lain-lain. Rupanya orang Makassar punya penawarnya. Jeruk nipis! Hampir di semua warung makan di Makassar menyediakan jeruk nipis untuk menu apapun. Andai gerai makanan cepat saji seperti KFC dan Pizza Hut menyediakan jeruk nipis, niscaya orang Makassar pun akan meniriskannya ke makanan mereka.

Kekayaan kuliner itu ternyata dilirik oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Makassar. Tersedianya beragam kuliner membuat Disparekraf Makassar ingin menumbuhkan wisata kuliner di Makassar. Upaya itu ditunjukkan pada Kamis 12 Mei 2016 saat mengadakan Focus Group Discussion: Penentuan Naskah Potensi Wisata Kuliner bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.  Pada FGD itu, Coto Makassar dan Pisang Ijo disodorkan menjadi Ikon Kuliner Makassar.

Coto Makassar dan Pisang Ijo, adalah dua makanan khas yang sangat lekat bagi warga Makassar. Itu terlihat dari hasil survei Ikon Kuliner Makassar yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar pada rentang 15 April hingga 16 Mei 2016. Survei itu sendiri dilakukan secara luring dan daring.

survei Ikon Kuliner Makassar secara daring di makassarsedap.com

survei Ikon Kuliner Makassar secara daring di makassarsedap.com

Survei luring diadakan di berbagai tempat publik seperti mall dan kantor-kantor. Sementara survei daring dilakukan di makassarsedap.com. Sebuah website yang dibuat dan dikelola oleh Disparekraf Makassar untuk memperkenalkan kuliner Makassar.

Survei dilakukan dengan meminta warga Makassar untuk memilih jenis makanan yang digemari oleh mereka dan kira-kira yang bisa dijadikan Ikon Kuliner Makassar. Tim tehnis yang mengadakan survei menyodorkan 20 jenis makanan. Dalam survei daring yang diisi oleh 2109 total responden dengan 4303 total pilihan. Satu responden diperkenankan jika ingin memilih lebih dari satu menu.

Kedua puluh jenis kuliner ini muncul setelah melalui dua tahapan. Tahapan pertama adalah mengidentifikasi dan menentukan apa saja jenis kuliner yang dimiliki oleh Makassar. Tim yang diketuai oleh Dr. Syamsul Rizal  Direktur LSP (Lembaga Sertifikasi Pariwisata) Phinisi Makassar ini kemudian memunculkan 130 jenis kuliner.

Tahapan kedua adalah menyeleksi 130 jenis kuliner ini menjadi 30 jenis lalu menjadi 20 jenis. Keduapuluh jenis kuliner inilah yang disodorkan pada warga Makassar untuk dipilih menjadi Ikon Kuliner Makassar. Hasilnya? Dari survei daring, Coto Makassar menduduki tempat teratas diikuti oleh Pisang Ijo, Pallubasa, Sop Sodara, dan Konro Bakar.

Baca Juga: Ke Makassar Yukkk – Maritage Indonesia

Hasil ini nantinya akan diserahkan ke Walikota Makassar untuk memilih dan menentukan mana yang akan jadi ikon kuliner Makassar.

Nah, jika kamu yang berhak menentukan pilih mana; Coto Makassar atau Pisang Ijo?

 

foto oleh emaronie.com

Related Posts

About The Author

7 Comments

Add Comment