Petuah La Mellong Tentang Pemimpin

Pada sebuah pagi bertahun lalu, seorang teman memperlihatkan sms yang baru saja dia terimanya. Dia merasa heran, apa maksud si pengirim (yang juga teman saya) mengirimkan sms dengan seperti ini;

– Awaraningeng nasibawai nyamekkininnawae 
– Lempue nasibawai tau 
– Ada tongeng nasibawae tike 
– Siri’ nasibawai getteng 
– Appesona ri Dewata Seuwae 

Saat itu saya tak dapat menjelaskan artinya dan hanya bisa hanya bisa mengatakan bahwa isi sms itu adalah kebijakan lokal orang Bugis. Saya tidak mengerti maknanya secara penuh meski memahami bahasa Bugis di atas.

Hingga lama kemudian saya menemukan bahwa 5 pesan di atas adalah petuah La Mellong, seorang cendikiawan Bugis, dan menjadi semacam pedoman bagi raja-raja Bone. Pesan-pesan itu artinya kira-kira seperti ini;

1. Keberanian disertai sikap welas asih.
2. Kejujuran disertai rasa takut akan Allah.
3. Kebenaran disertai kedisiplinan.
4. Harga diri disertai keteguhan.
5. Tawakkal terhadap Tuhan YME.

 

 

 

La Mellong memang sudah lama berpulang, kerajaan Bone pun sudah lama masuk dalam lembaran sejarah. Namun, petuah La Mellong di atas tentulah masih relevan hingga saat ini. Apalagi, tahun 2014 ini kita kenal sebagai tahun politik, tahun di mana kita harus menentukan pilihan pada calon pemimpin yang akan menentukan nasib kita 5 tahun ke depan. Seminggu lagi, 9 April 2014, kita bisa memilih menggunakan hak pilih kita atau malah golput pada Pemilihan (anggota) Legislatif (Pileg).

Jika memutuskan untuk berperan serta dalam pesta demokrasi lima tahunan ini, 5 kriteria dalam pesan La Mellong di atas mungkin bisa membantu untuk menentukan pilihan. Selamat Memilih…

Related Posts

About The Author

Add Comment