Pagi-Pagi Buta Aku Menjadi Burung

Pagi tadi saya mengambil sebuah buku di rak yang mulai berdebu. Saat mengibas-ngibaskan debu dari buku itu mata saya tertuju pada tulisan di halaman terakhir. Sebuah tulisan tangan yang sangat saya hafal siapa pemiliknya.

 

“Pagi-Pagi Buta Aku Menjelma Menjadi Burung” 

Pagi-pagi buka aku menjadi burung, kulakukan karena kau juga menjelma seekor burung. Maka terbanglah aku ke arahmu maksudku ingin bercengkrema, belum sampai tujuanku kulihat ratusan, tidak, ribuan burung lain mengepak ke arahmu. Aku tersentak, bim salabim: aku jadi manusia lagi.

di bawah tulisan itu ada sebuah pesan untuk saya:

To my beloved bro’:  Jangan pernah berpikiran mau menjadi burung, percaya!

 

 

Saya tahu, tepatnya menduga, apa yang melatarbelakangi tulisan aforisma di atas. Sahabat saya, semoga ia tenang di alam sana, menuliskan aforisma di atas bukan untuk saya tapi untuk seorang gadis yang ia sangat cintai. Saking cintanya, ia rela menjadi ‘burung’ agar dapat mendekati gadis itu. Sang gadis pujaan adalah seorang ‘primadona’ di kampus, baik di fakultas maupun di unit kegiatan, yang memiliki banyak pemuja. Banyak lelaki lain yang rela menjadi ‘burung’ demi mendekatinya. Dia memilih mundur, meski saya tahu sebenarnya mereka berdua sudah dekat, sangat dekat malah.

Sahabat saya itu bernama Nur Chairul, tapi karib disebut Junkis atau Junk-East seperti yang biasa ia tuliskan. Nama ini sebenarnya tidak mewakili dia, tubuhnya gempal dan tidak menandakan kalau ia seorang pemakai. Junkis, adalah sebutan bagi pemakai atau drug user, tapi ia sama sekali bukan pengguna. Panggilan ini saya berikan saat orientasi pengenalan kampus jaman mahasiswa dulu.  Saat itu kami dikumpulkan oleh senior dan dia duduk di depan saya mengenakan kaos bertuliskan “Balikin body gue kayak dulu lagi”, mengutip lagu Slank. Karena kaos itu saya memanggilnya Junkis dan melekat hingga ia berpulang tak lama setelah ia menyelesaikan kuliah.

aku merindukanmu, bro. sungguh!

aku merindukanmu, bro. sungguh!

Saya berulangkali mencoba meresapi makna dari pesan yang tulis itu, mungkin ia mau bilang begini: “jika kau menginginkan sesuatu jadilah diri sendiri”, hampir senada dengan apa yang dibilang tokoh Law dalam film Video Games High School, “jika ingin menjadi yang terbaik, jadilah dirimu sendiri’.

Tulisan Junkeast itu saya temukan di halaman belakang buku berwarna hijau berjudul ‘Uap”, sebuah kumpulan aforisma yang oleh Putu Wijaya. Aforisma sendiri adalah ungkapan-ungkapan kebenaran tentang berbagai hal yang diyakini oleh seseorang, hasil dari letupan-letupan pemikiran, permenungan dan penghayatan intens atas hidup dan kehidupan. Aforisma ini biasanya dituliskan oleh sastrawan-filsuf semacam Kahlil Gibran atau Nietzsche.

*tulisan ini dibuat dalam ingatan akan seorang sahabat: Junk-East, kelak kita semua akan menjelma burung dan mengepakkan sayap bersama di nirwana. tunggulah. kelak.

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.