Natasha: Antara Sepatu, Kuliah dan Asmara

Baca hingga akhir, ada giveaway bagi kamu yang beruntung

 

“And for me personally I really love sutera”

Begitu kata Tasha disela-sela wawancara kami. Natasha Angelica P, nama lengkapnya, tapi lebih sering biasanya disapa Tasha, Nat, atau  Lil. Saya mewawancarainya via LINE demi penulisan artikel tentang figur anak muda Makassar yang kami anggap bisa menginspirasi.

Tasha adalah pecinta sutera, kecintaannya pada sutera ia aplikasikan pada produk-produk usahanya yang ia beri nama TapShoes, usaha yang ia rintis saat usianya baru menginjak 18 tahun. TapShoes adalah brand yang awalnya mengkhususkan pada sepatu dan sekarang mulai merambah bisnis tas dan clothing.

Memulai usaha di usia 18 tahun bukanlah sesuatu yang mudah. Awalnya, banyak yang underestimate padanya. Banyak yang meragukan keseriusannya, mungkin Tasha memulai usahanya di usia yang masih muda. “Disuruh sekolah dulu lah. Kuliah dulu lah. Sekarang terbukti, saya kuliah di Lasalle pun karena TAP” kenang alumni SMU Katolik Cenderawasih kelahiran 25 April 1992.

Jika anak muda pada umumnya menyelesaikan kuliah lalu mencari kerja, Natasha sebaliknya. Natasha justru memulai usahanya lalu kuliah dengan hasil kerja kerasnya. Ia kini sedang dalam semester akhir di Lasalle International College. Natasha memilih jurusan Fashion Business, tak lepas dari kecintaan pada fashion utamanya sepatu. Kecintaan pada sepatu itu pula yang menjadi alasan ia memilih sepatu sebagai core business, Tasha yang merupakan finalis Go Girl! Look Up 2009 ini memiliki koleksi sepatu yang tak sedikit. Koleksi sepatunya kini ia simpan di dua kamar di Makassar dan Bandung.

Naluri bisnisnya sendiri ia akui sudah ada sejak kecil. Semasa kelas dua SD ia pernah menjualkan permen buatan tantenya dan selalu habis. Pernah juga ia mengajak adik-adik sepupunya yang masih kecil untuk belajar bahasa Inggris di rumah. Dan, berbayar J

Kecintaan pada sepatu dan naluri bisnis itulah yang membawanya membangun brand sendiri. Kerennya lagi, Natasha tak sekadar berbisnis. Setiap desain produknya selalu menampilkan bahan lokal yaitu sutera. Ini tak lepas dari misinya untuk melestarikan budaya/warisan lokal dan memperkenalkan produk dan nama Makassar sampai ke luar negeri.  “karena customer TAP itu kebanyakan anak muda (SMP SMA). Jadi mereka nda cuma tau tentang batik. Alhamdulillah customer sudah sampai di Arab, saya mau mereka tau juga bahwa kain-kain tradisional Indonesia ada berbagai ragam” ungkapnya.

Untuk memperkenalkan Makassar dan Sulsel, Natasha menyematkan nama-nama dan kata-kata bahasa  Makassar  ke dalam semua nama artikel produk TAPShoes, seperti; Maipa, Bira, Laelae, Bilibili, Taka, Ratea, Lagaligo, Tana, Bara, Jene dan Mamiri.

salah satu produk @tashapforshoes

salah satu produk @tashapforshoes

“Stay positive, percaya kemampuan diri dan tetap belajar” begitu jawaban Tasha saat saya minta ia berbagi tips hingga ia bisa menghadapi tantangan dan bisa mengembangkan brand sendiri. Hal ini ia terapkan pada desain produknya. Tasha yang mengaku tak bisa menggambar ini kemudian belajar untuk mendesain. Hasilnya, semua produk TAP ini didesain oleh Natasha bersama tim desainernya.

Jatuh bangun dalam mengembangkan bisnis yang ia geluti membuatnya terus belajar. “dengan jatuh bangun selama 6 tahun, keringat dan air mata jelas ada.  Tapi itumi namanya lika liku dunia bisnis.. Ketika kita siap kembali berjuang lagi, berarti mental kita 1 step lebih kuat” tuturnya.

Untuk melakoni usaha dan kuliah, Tasha kini harus membagi waktu dan bolak-balik Makassar-Jakarta-Bandung. Di Makassar ia mengurus produk Tapshoes yang ia titip jual di Immortal III Jl. Ratulangi Makassar, di Jakarta selain urusan kuliah ia juga mengurusi penjualan produknya di People’s Project STORE, Kuningan City UG level, Jakarta, sementara untuk urusan produksi mengharuskannya selalu ke Bandung.

Lalu bagaimana ia membagi waktu antara kuliah, usaha dan urusan pribadi? Tasha mengaku sudah terbiasa disiplin soal waktu sejak kecil. “Saya besar di rumah oma dan dia orang Belanda asli, jadi semuanya selalu teratur” ungkapnya.

Soal tips, “Control yourself” ungkap Tasha. Demi menyeimbangkan semua aktifitasnya, Tasha sudah terbiasa membatasi pergaulan, pengeluaran dan hal-hal yang ia rasa harus dibatasi. Contohnya, ketika ia berada di Bandung untuk kerja yaitu urusan produksi, Tasha tak akan membawa gaya hidupnya di Jakarta yang ia khususkan untuk kuliah dan memperkuat jaringan. Hal lain yang kini ia batasi adalah travelling yang merupakan hobinya. Dua tahun belakangan Tasha hanya sesekali mengunjungi Bali untuk bersantai di pantai.

Namun di balik kesibukannya yang padat, Tasha selalu menyempatkan waktu untuk urusan asmara. “Berhubung jauh dari rumah, jadi pasti butuh orang yang bisa menggantikan keluarga. Perasaan sendirian atau merasa asing itu sangat buruk bagi psikologis kita” jelasnya tanpa mengungkapkan siapa lelaki beruntung yang jadi pasangannya.

Bagi yang tertarik untuk liat produknya bisa ke Immortal III Jl. Ratulangi Makassar atau. People’s Project STORE, Kuningan City UG level, Jakarta. Bagi yang mau beli online juga bisa via toko online @tashapforshoes atau via LINE @tapshoes

Giveaway @Tashapforshoes-lelakibugis

 

Oh iya, bagi pembaca blog ini, Natasha akan memberikan sepasang sepatu Muju Sutera bagi pemenang yang beruntung. Caranya mudah:

  1. Follow IG @tashapforshoes
  2. Add LINE @tapshoes (pakai @)
  3. Sebutkan 5 (lima) nama/artikel produk Tapshoes di kolom komentar. Jangan lupa sertakan id akun IG dan LINE kalian.

Jawaban terakhir kami tunggu hingga tanggal 20 Agustus Pukul 23:59 Wita. Semoga beruntung J

Related Posts

About The Author

7 Comments

Add Comment