Milly & Mamet, Akhirnya …

Sejak kabar berhembus bahwa Milly & Mamet akan tampil dalam satu film khusus yang membahas kisah cinta mereka, sejak saat itu pula saya mewajibkan diri untuk harus menontonnya.

Milly & Mamet, dua karakter dalam Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dan Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) akhirnya tampil dalam film tersendiri besutan Ernest Prakasa. Dari lima karakter yang menjadi anggota geng Cinta, saya jatuh cinta pada Milly (diperankan oleh Sissy Priscillia) sejak AADC. Alih – alih menyukai Cinta (Dian Sastrowardoyo) yang cantik dan perfeksionis di AADC dan semakin dewasa di AADC 2, Alya (Ladya Cheryll) yang bijak, Karmen (Adinia Wirasti) yang tomboy atau Maura (Titi Kamal) yang kadang tanpa filter, saya malah jatuh cinta pada Milly yang menggemaskan.

Pun, saat Milea hadir, rasa pada Milly tak tergoyahkan. Vanessa Prescilia pemeran Milea dalam Dilan 1990 ternyata tak mampu menggeser pesona kakaknya, Sissy si Milly. Ini saya jatuh cinta pada Sissy atau Milly yah?

Milly dan Mamet (Dennis Adhiswara), akhirnya kemudian naik pangkat dari karakter pembantu dalam AADC dan AADC 2 menjadi tokoh utama dalam sebuah film garapan Ernest Prakasa yang diberi judul Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga.  Ada istilah buat karakter seperti ini yaitu spin-off. Biasanya di beberapa film ada karakter pembantu yang menarik perhatian penonton. Nah, karakter pembantu yang menarik perhatian ini kemudian dibuatkan film tersendiri, seperti hal-nya Milly dan Mamet ini.

Salah satu contoh film spin-off adalah The Nun. Muncul pertama kali dalam film The Conjuring 2, hantu Valak yang menyerupai seorang biarawati menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat film. Sebuah film berjudul The Nun yang secara khusus menceritakan hantu Valak itu kemudian hadir setelahnya. Untuk film Indonesia, kita bisa menyebut Asih dan Gila Lo, Ndro! sebagai contoh film spin-off.

Isyarat bahwa karakter Milly & Mamet yang memang berhasil mencuri perhatian akan diangkat menjadi sebuah film sendiri sebenarnya sudah muncul pada adegan penutup Ada Apa Dengan Cinta 2 di mana geng Cinta mengucapkan selamat pada Milly & Mamet atas kelahiran anak mereka. Penutup ini tentu membuat para penonton AADC2 jadi menerka-nerka akan seperti apa kelanjutan dari kisah Cinta dan Rangga.

Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga)

Milly & Mamet akhirnya muncul menjawab rasa penasaran itu. Miles mempercayakan penggarapannya ke Ernest Prakasa. Kepercayaan Miles pada Ernest Prakasa untuk menggarap naskah cerita (bersama Meira Anastasia), sekaligus menjadi sutradara terjawab dengan lumayan baik. Sebelum Milly & Mamet (2018) Ernest sebelumnya sukses menggarap Ngenest (2015), Cek Toko Sebelah (2016) dan Susah Sinyal (2017).

Ada satu benang merah dari ketiga film dari sutradara yang memasuki dunia film dengan berperan sebagai aktor di film Comic 8 (2014) ini yaitu keluarga dan segala masalah di dalamnya. Begitu pun dengan film Milly dan Mamet.

Dalam Milly & Mamet, Ernest menghadirkan kisah keluarga muda dan permasalahannya. Adalah Milly seorang istri yang berusaha menjaga keluarga (suami dan anaknya), meski harus merelakan kebutuhan dirinya sendiri. Mamet, sebagai seorang suami pun juga melakukan hal yang sama. Demi membahagiakan istri dan anaknya, ia rela melepas passion dan mimpinya untuk menjadi chef dan memiliki restoran sendiri dan memilih bekerja di perusahaan konveksi milik ayah mertuanya.

Mimpi Mamet untuk memiliki dan mengelola restoran akhirnya terwujud dengan kedatangan Alex (Julie Estelle) sahabat lama Mamet. Namun saat mimpi itu mulai terwujud, masalah kemudian muncul dalam rumah tangga mereka. Milly mulai merasa insecure dengan kehadiran Alex yang sosoknya tak pernah ia ketahui sebelumnya. Juga, keputusan Milly untuk bekerja kembali dengan menjadi kepala pabrik konveksi ayahnya membuat Mamet merasa Milly mengabaikan tanggung jawab sebagai ibu dan istri.

Upaya Ernest menggabungkan sentuhan drama dan komedi terbilang tak sesukses ketika ia menyutradarai Cek Toko Sebelah. Ada beberapa hal yang kurang tergali, semisal kecemburuan Milly pada Alex yang cantik dan pintar. Konflik antara Mamet dan ayah Milly (Roy Marten) masih bisa tergali lebih jauh, atau konflik batin Milly ketika ia ingin memutuskan kembali bekerja. Padahal, ketiga hal ini bisa menyajikan drama yang lebih meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Dalam Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga) Ernest berhasil keluar dari pakem AADC dan AADC2 yang bergenre drama romansa nan puitis. Kemunculan Cinta, Maureen dan Karmen tak lagi menyita perhatian. Namun, sentuhan komedi terasa mengambil porsi yang lebih dari seharusnya. Kehadiran para komika yang silih berganti mengambil perhatian terasa berlebihan.

Padahal sejatinya, karakter Milly & Mamet bisa menyajikan kelucuan sendiri tanpa tambahan karakter yang terasa dipaksakan muncul hanya untuk memantik tawa. Sissy dan Dennis bukan nama asing untuk urusan penyampaian komedi. Masih ingat Olga dalam serial Olgamania? Di situ Sissy menghadirkan karakter Olga yang sangat lucu.

Kurang lucu apa coba adegan ketika Milly mencoba mengimbangi Mamet dan Alex  mengulas makanan ketika makan bertiga? Andai saja Ernest memberi porsi lebih pada karakter utama untuk menyajikan unsur komedi ini, kelucuan yang muncul akan terasa lebih alami tanpa perlu menampilkan karakter yang tidak memengaruhi alur cerita.

Terlepas dari kekurangannya, Milly dan Mamet mampu hadir sebagai film layak tonton. Baik itu bagi pasangan lama yang ingin bernostalgia mengenang awal pernikahan mereka. Juga bagi pasangan muda atau pasangan yang baru meniatkan untuk menikah.

Melalui Milly dan Mamet, kita disuguhkan bahwa sebuah pernikahan bukan tentang passion dan mimpi satu orang saja tapi dua orang yang menjalaninya. Pada akhirnya, konsep kebahagiaan akan menyesuaikan dengan kompromi kedua pihak dalam pernikahan.

Jika Love for Sale mampu membuat saya ingin memeluk diri sendiri lebih sering, Milly & Mamet ini membuat saya berani bilang: Saya Siap Menikah!

  • 7* untuk Milly & Mamet (Ini Bukan Cinta & Rangga)
  • 9* untuk Sissy & Milly

Silakan bagikan jika kamu anggap artikel ini berguna bagi orang keluarga, teman atau siapa pun..

Related Posts

About The Author

22 Comments

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook
Facebook
Google+
http://lelakibugis.net/milly-mamet-akhirnya">
RSS
Follow by Email