Merayakan Hari Blogger Merayakan Kebersamaan

“Kalian mau ke mana?” tanya seorang polisi yang memberhentikan kami dalam Operasi Zebra.

“Kami mau ke Puntondo, Pak. Mengikuti acara Hari Blogger Nasional” jawab saya dan Na’ serempak.

“Apa itu Blogger? Anu ni kanre? Pak polisi itu masih bertanya, ia menyangka bahwa blogger itu sesuatu yang dimakan. Kami menahan tawa.

Susah payah kami menjelaskan. Barulah saat menyebut kata ‘online’, Pak Polisi itu mengangguk. Seakan mengerti. Tepatnya, pura – pura mengerti. Setelah memeriksa kelengkapan surat – surat kendaraan dan SIM Na’, yang kami daulat jadi supir, polisi tersebut mempersilakan kami untuk melanjutkan perjalanan.

Apa itu blogger? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini jika yang bertanya adalah orang awam atau orang – tua berusia 50 tahun ke atas yang tak memahami dunia internet. Kejadian dengan polisi di atas adalah kedua kalinya saya alami. Sebelumnya, saat mengikuti Takabonerate Expedition Island tahun 2012 silam, seorang ibu dengan seragam Pegawai Negeri Sipil juga menanyakan hal yang sama. Kami berusaha menjelaskan padanya. Pada akhir percakapan, ibu itu bilang “Oh, pegawai Dinas Kesehatan”. Kami hanya melongo lalu tertawa bersamaan setelah ibu itu menjauh.

Bagi masyarakat perkotaan atau kelas menengah, mungkin akrab dengan istilah ‘blogger’ tapi sebagian warga yang berada di daerah pedesaan atau dan berpendidikan rendah, blogger mungkin sangat jauh dari pemahaman mereka. Inilah, yang menurut saya, tantangan sekaligus tugas awal bagi para blogger. Menjelaskan dan mengupayakan agar blogger dekat dengan semua kalangan.

**

Registrasi Blogger Camp 2015 Makassar

Registrasi Blogger Camp 2015 Makassar

Raditya Dika. Menyebut nama ini tentu tak asing lagi bagi sebagian besar anak muda Indonesia. Setiap minggu kita bisa menjumpai wajahnya di layar tivi sebagai juri salah satu kompetisi Stand Up Indonesia. Raditya Dika, memang terkenal sebagai komika ternama Indonesia. Mungkin tak banyak yang mengingat atau tahu bahwa namanya mulai tersohor berkat blog. Yup, ia terkenal karena blognya memenangkan Indonesian Blog Award dan The Online Inspiring Awards 2009 oleh Indosat. Raditya Dika kemudian memberanikan diri membukukan catatan harian di blognya itu dengan judul yang sama dengan nama blognya: Kambing Jantan. Ia juga kemudian mengangkat isi buku itu dalam film dan membintangi film dengan judul yang sama.

Saat sesi berbagi setelah pembukaan Blogger Camp 2015 Indonesia – Makassar, 2 (dua) orang pembicara mengutarakan hal yang hampir serupa dengan Raditya Dika. Adalah Didut, blogger senior yang turut hadir dalam kegiatan Blogger Camp Indonesia 2015 yang diadakan di Puntondo. Pemilik nama asli Dian Adi Prasetyo ini mengaku mendapatkan banyak hal karena menjadi blogger. “Menjadi blogger itu enak, punya teman dimana-mana” ungkap Didut yang mengaku banyak mendapatkan job karena jaringan pertemanan blogger yang ia miliki.

Syaifullah Daeng Gassing lebih total menekuni profesi sebagai blogger. Lelaki yang karib disapa Dg Ipul ini memilih mengundurkan diri dari salah satu kantor pengembang ternama dan memutuskan menjadi blogger professional. Dengan menjadi blogger, Dg Ipul mengaku mendapat kerjaan yang bisa membuat ia bisa ke berbagai pelosok Indonesia. “Saya jadikan blog sebagai etalase diri. Tawaran kerjaan justru banyak datang setelah orang – orang melihat tulisan saya di blog” ungkapnya dalam sesi berbagi di malam hari.

Materi Blogger Camp Id Makassar

Sesi berbagi itu menghadirkan banyak perwakilan blogger. Dimulai dari Anging Mammiri yang diwakili oleh sang ketua, Ahmad AM. Kak Made, panggilan akrab lelaki hitam manis ini, menceritakan berbagai kegiatan Anging Mammiri baik itu secara daring (online) maupun luring (offline). Kemudian ada perwakilan Kelas Menulis Kepo, Blogger Maros, Komunitas Blogger Pelajar Maros, Komunitas Blogger Sinjai, Blogger Kompasiana, perwakilan Forum Lingkar Pena.

Salah satu peserta, Muhammad Furqan Abdullah, menarik perhatian peserta lain karena berasal dari jauh. Blogger yang lebih senang disapa Abdullah ini berasal dari Kalimantan Barat. Abdullah sekarang berdomisili di Bogor, lebaran haji lalu di Luwu dan sekarang terdampar di Makassar. “Saya ini pengelana, enaknya jadi blogger karena setiap kota saya bisa mencari teman sesama blogger” tuturnya.

Sebelum sesi berbagi, Blogger Camp Indonesia 2015 Makassar dibuka dengan pemutaran video Indosat Love. Program ini sangat cocok bagi social influencer, khususnya di twitter dan Instagram. Setelah terdaftar dalam program ini, tidak menutup kemungkinan kamu akan diajak bekerja sama oleh Indosat dalam memperkenalkan dan mempromosikan produk mereka.

Sesi setelah berbagi pengalaman adalah sesi pamungkas hari pertama, yaitu Photoblogging. Materi yang sangat penting untung para blogger dibawakan oleh Iqbal Lubis, jurnalis foto portal dan koran Tempo. Dalam pemaparannya, Iqbal Lubis berbagi tips EDFAT dalam mengambil foto yang bagus untuk mempercantik isi blog.  Lebih lanjut Iqbal menjelaskan apa itu EDFAT yaitu Entire, Detail, Frame, Angle dan Time. “Tak mesti pakai kamera canggih atau DSLR. Kamera hape juga cukup kalau kita bisa memanfaatkannya dengan benar”.

Salah satu kelompok dalam games seru Blogger Camp 2015 Hari Blogger

Salah satu kelompok dalam games seru Blogger Camp 2015 Hari Blogger

Hari kedua Blogger Camp Hari Blogger 2015 ini diisi dengan 4 (empat) games seru setelah sebelumnya peserta sarapan bersama. Keempat games ini Spider Web, Titanic, Jalan Sunyi dan Puzzle. Games – games ini dimainkan secara berkelompok dan berlangsung sangat seru. Para peserta yang sebelumnya tak begini dekat satu sama lain akhirnya melebur dan menjadi akrab tak berjarak.

Sesi games ini dilanjutkan dengan coffee break lalu masuk pada materi selanjutnya yaitu Digital Marketing. Materi ini dibawakan oleh Ahmad MA, ketua Blogger Anging Mammiri dan Didut, blogger yang aktif di Komunitas Blogger Semarang, Loenpia.  Secara terpisah, Ahmad berbagi tips Digital Marketing bagi pelaku bisnis UKM dan perusahaan. Sementara Didut lebih fokus pada bagaimana memanfaatkan blog dan media sosial untuk menjadi personal influencer.

Materi – materi yang ada dalam Blogger Camp Indonesia 2015 yang didukung oleh Net Media sebagai official media partner ini sangat berguna bagi para blogger. Bagaimana memperindah tampilan postingan dalam blog dengan foto, lalu bagaimana memanfaatkan  digital marketing dan memanfaatkan blog dan media sosial untuk digital marketing. Selain itu, yang terpenting adalah mempertemukan para blogger dalam sebuah acara. Dalam sesi berbagi, bahkan tercetus ide untuk membuat sebuah kegiatan bersama nantinya.

Blogger Camp Indonesia 2015 terselenggara pada tanggal 26 – 27 Oktober di PPLH Puntondo, Kab, Takalar.  Pemilihan tanggal ini tentu tidak sembarang. Tanggal 27 Oktober bukan penanggalan biasa bagi para blogger. Tanggal 27 Oktober adalah hari raya bagi blogger, Hari Blogger Nasional.  Pencanangan Hari Blogger Nasional pertama kali dicanangkan pada tahun 2007 dalam pembukaan Pesta Blogger oleh Muhammad Nuh yang saat itu menjabat sebagai Menteri Informasi dan Komunikasi.

Nah, merayakan hari besar kaum blogger inilah Blogger Camp Indonesia 2015 diadakan untuk mengumpulkan dan mempertemukan para blogger dalam satu kegiatan yang sudah pasti seru! Hari Blogger Nasional ini juga menjadi momentum untuk membangun kredibilitas blog dan blogger itu sendiri.  Di era digital dimana semua orang memiliki kebebasan untuk bersuara dan berpendapat, termasuk blogger melalui medium blog. Kebebasan itu tentu harus berbarengan dengan adanya tanggung jawab isi blog. Bukan sekadar catatan perjalanan, tulisan kreatif atau opini, namun sebisa mungkin mengandung sisi edukasi bagi pembaca blog dan publik.

Related Posts

About The Author

5 Comments

Add Comment