Menulis Kreatif di Blog

Bagaimana agar bisa menulis kreatif di blog atau pun media lainnya? Pertanyaan ini sering kali saya dapatkan ketika bertemu beberapa penulis pemula.

Teman-teman yang sudah lama menulis pun terkadang masih ada yang bertanya akan hal ini. Semoga tulisan tentang Menulis Kreatif di Blog di bawah ini bisa membantu.

Kebetulan hari Ahad nanti, jika tak ada halangan, saya akan mengisi bincang lepas yang diadakan oleh sebuah komunitas literasi di Makassar. Perbincangan dengan pihak pengundang via FB Messenger semalam memberi sebuah ide tulisan lagi. Kenapa tidak materi yang akan saya bagikan nanti saya tuangkan ke dalam sebuah tulisan?

Saya toh memang akan membuat presentasi, jadi sebelum saya padatkan ke dalam sebuah presentasi singkat, apa yang saya sampaikan dan jadikan bahan diskusi nanti terlebih dahulu saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Dengan cara ini, selain bisa menghasilkan tulisan dan materi presentasi, saya juga bisa menyegarkan kembali ingatan saya tentang materi Menulis Kreatif di Blog.

Setelah membaca ulang tulisan-tulisan lama tentang menulis, plus adanya tambahan pengalaman dan bacaan lain, inilah beberapa hal yang bisa saya bagikan ke teman-teman tentang bagaimana Menulis Kreatif di Blog:

  1. Ide

Coba baca ulang paragraf kedua dan ketiga. Apa yang teman-teman temukan?

Yap! Dalam dua paragraf awal itu saya menuliskan dari mana munculnya sebuah ide dan prosesnya hingga teman-teman sampai pada kalimat ini.

Sering kali kita tak menulis atau membiarkan blog kita penuh oleh jaring-jaring laba-laba saking lamanya tak terbarui oleh postingan baru hanya karena alasan tak ada ide. Padahal, sejatinya ide ada di mana-mana. Mulai dari pengalaman, keresahan, gosip dengan teman, cerita orang di samping kita saat naik angkot atau berada di tempat umum semacam taman, bioskop dll, berita atau tren yang sedang hangat dan banyak lagi. Sesungguhnya, semua hal itu adalah bahan mentah atau ide untuk meramu sebuah tulisan.

“Ide itu serupa air yang mengalir” kata Dee Lestari dalam sebuah kesempatan. Juga, serupa angin yang berhembus. Ide bisa datang dari mana saja dan dalam waktu yang tidak terduga. Untuk itu kita perlu menangkapnya dan menjadikannya sebuah tulisan.

Lalu bagaimana agar ide-ide itu tidak hilang begitu saja?

Bawalah selalu catatan kecil (notebook) dan pulpen atau pencil ke mana saja. Bisajuga dengan menggunakan aplikasi note dan perekam suara yang ada di ponsel dan gawai. Saat sebuah ide melintas, tuliskan segera kata-kata kunci dari ide tersebut. Jika memungkinan, buatlah draft atau kerangka (outline) tulisan. Suatu saat nanti saat membaca ulang catatan tersebut dan ada waktu, ide-ide itu bisa kamu kembangkan menjadi sebuah tulisan.

bagian tubuh kita pun bisa kita jadikan sebagai sumber ide.

bagian tubuh kita pun bisa kita jadikan sebagai sumber ide.

 

Catatan: Tak ada ide pun bisa menjadi sebuah ide dan menghasilkan tulisan yang menarik.

Setelah ide, apalagi?

  1. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah salah satu elemen penting dalam menulis kreatif. Tak ada ide atau tema yang benar-benar baru dalam dunia ini. Untuk itu usahakan menulis dari sudut pandang berbeda dengan tulisan-tulisan yang membahas hal serupa. Ini tentu saja agar orang tertarik dan mau membaca tulisan kita.

Ada beberapa cara untuk menemukan sudut pandang berbeda; Pertama: membaca. Baca tulisan-tulisan yang membahas hal serupa. Temukan sudut pandang yang belum dipakai orang lain. Cobalah cari cara pandang yang berbeda dari tulisan-tulisan yang ada.

Sebagai contoh: saat orang ramai membahas dan membincangkan Sonya Depari, seorang gadis remaja yang mendadak terkenal setelah membentak petugas kepolisian dan membawa-nama seorang jenderal. Ketika semua orang sibuk merisak dan mengomentari tentang risakan (bully) yang terjadi pada Sonya hingga bapaknya meninggal dunia, saya memilih untuk melakukan hal Kedua yaitu menempatkan diri pada posisi Sonya lalu melihat dan membahas ihwal kejadian itu.

Apa yang Sonya lakukan yaitu mengaku-ngaku anak jenderal itu sesungguhnya hanya mencontoh sebagian masyarakat kita yang suka membawa-bawa nama pejabat atau orang penting untuk melancarkan urusan. Tulisan tentang Sonya itu bisa teman-teman baca di Sonya Depari, Cermin Diri Kita Sehari-hari 

  1. Judul

Setelah menemukan ide dan menentukan sudut pandang, hal penting yang perlu diperhatikan adalah memilih judul. Kenapa penting? Hal pertama yang dilihat dari pembaca adalah judul. Jika pembaca sudah jatuh hati atau penasaran dengan judul, mereka akan melanjutkan bacaan. Sebaliknya, jika judul saja sudah tak mampu menarik perhatian mereka bisa dipastikan pembaca akan segera meninggalkan tulisan itu.

Saat ingin membuat judul, ajukan pertanyaan ini pada diri sendiri: “Jika pembaca melihat judul yang saya pakai, apakah mereka akan tertarik membaca tulisan ini? Jika jawabannya Ya, berarti judul itu kemungkinan besar menarik.

Judul juga harus benar-benar menggambarkan isi tulisan. Jangan memakai judul bombastis, seperti kecenderungan media sekarang untuk memancing pembaca. Sekali pembaca merasa tertipu oleh judul, percayalah, mereka tak akan mau lagi membaca tulisan (lain) anda.

Kemudian, ajukan pertanyaan selanjutnya: “Apakah pembaca bisa menebak atau mengetahui apa yang saya tuliskan dengan membaca judul?” Biasanya, seorang pembaca tak akan tertarik pada sebuah tulisan jika tak mendapat gambaran dari judul tulisan itu.

Salah satu tulisan yang memiliki judul menarik bisa teman-teman lihat pada postingan seorang sobat sekaligus guru saya, Ipul Daeng Gassing, yaitu ‘Saya Benci Ridwan Kamil’. Tulisan ini sudah dibagikan hingga ribuan kali dengan komentar mencapai 400an.

  • Lead

Coba kembali ke paragraf pembuka dari tulisan ini. Apakah paragraf awal tadi berhasil membuat teman-teman terus membaca tulisan ini? Saya yakin jawabannya adalah ‘Ya’, karena teman-teman sudah sampai pada bagian ini 😀

Dalam dunia jurnalistik, paragraf pertama biasa disebut dengan Lead, begitu pun dengan blog dan tulisan populer lainnya. Lead, seperti halnya judul yang pertama kali pembaca lihat, yang baik harus membuat pembaca tertarik dan larut membaca kalimat demi kalimat hingga tanpa sadar sampai pada akhir tulisan.

Lead yang baik dan menarik sangat kita butuhkan dalam era internet ini. Begitu banyak tulisan dan informasi yang tersedia dan begitu mudah kita dapatkan di internet. Pembaca akan mudah berpaling dan segera meninggalkan blog kita begitu menemukan tulisan yang memiliki pembuka yang lebih menarik. Terlebih bila memang kalimat pembuka kita tidak menarik.

Menulis Kreatif di Blog

Konten Visual – Menulis Kreatif di Blog

  1. Konten Visual

Salah satu unsur penting dalam blog ada elemen-elemen penunjang tulisan. Betapa pun menariknya tulisan jika hanya menyajikan tulisan akan membuat pembaca mudah bosan, apalagi jika tulisannya panjang. Terlebih kita hidup di mana budaya menonton lebih menguasai dibanding budaya membaca. Orang-orang akan lebih tertarik pada blog yang memiliki konten gambar atau video dibanding hanya berupa tulisan saja.

Selain kaya informasi, konten yang kuat juga harus menarik secara visual baik itu melalui foto, video maupun infografis. Penggunaan konten visual bisa membuat postingan lebih enak dibaca, menyenangkan mata dan lebih user-friendly. Juga bisa membantu pembaca untuk segera menemukan poin-poin yang mungkin kurang tergambarkan melalui tulisan. Konten visual juga akan menarik perhatian pembaca dan membantu membuat postingan lebih menarik.

  1. Menulis dan Menulis

Menulis adalah proses belajar yang terus-menerus. Setelah mengetahui lima poin di atas, tak ada hal lain yang bisa kita lakukan selain memulai dan terus menulis. Semakin sering kita menulis semakin banyak pula hal yang bisa kita pelajari dan bisa meningkatkan kemampuan dan kualitas tulisan. Dengan semakin rajin menulis, kita juga bisa menemukan kekurangan dari tulisan kita lalu memperbaikinya.

Juga, dengan semakin rajin menulis, selain untuk mengasah kemampuan, akan membantu kita menemukan ritme dan gaya tulisan kita.

Masukan dari orang lain juga perlu. Jangan malu atau alergi untuk meminta pendapat dari orang lain tentang tulisan kita. Bisa jadi, dari masukan-masukan itu ada yang bisa dipakai untuk memperkaya dan membuat tulisan kita menjadi lebih enak dibaca.

Semoga apa yang saya paparkan di atas bisa membantu teman-teman dalam menjawab pertanyaan bagaimana memulai Menulis Kreatif di Blog. Jika ada tips lain, jangan sungkan untuk menambahkan dan membaginya di kolom komentar..

Related Posts

About The Author

Add Comment