Menikmati Mie Kung Fu Bersama Bruce Lee di Kota Habibie, Pare – Pare

Pernah membayangkan makan sambil menatap wajah Bruce Lee?

Bagi pecinta film laga kung fu, nama Bruce Lee tentu tak asing di telinga. Menyebut nama  pemilik nama lengkap Lee Jun – Fanini akan membawa ingatan melayang pada adegan seorang lelaki bermata sipit yang selalu mengusap hidung dengan jempol tangannya dengan posisi kuda – kuda siaga.

Yup, Bruce Lee adalah aktor laga legendaris. Bruce Lee adalah aktor, seorang martial arts instruktor dan juga pembuat film berdarah campuran. Dari ayah seorang pemain opera yang berasal dari Hong Kong dan dari ibunya mengalir darah Inggris. Legenda dunia ini lahir pada 27 November 1940 di Amerika Serikat, namun dibesarkan di Kowloon, Hong Kong. Pada usia 13 tahun, Lee tertarik dengan ilmu bela diri Wing Chun dan akhirnya bisa berlatih Wing Chun di bawah seorang master beladira Wing Chun, Yip Man.

Tak mudah bisa berguru langsung pada Yip Man, apalagi mengingat Bruce Lee berdarah campuran. Salah satu teman Lee di perguruan tersebut, Hawkins Cheung mengungkapkan, “Hanya ada kurang lebih enam orang dari seluruh klan Wing Chun yang bisa dilatih secara personal, atau bahkan hanya diajarkan sedikit secara langsung oleh Yip Man” ujar Cheung. Di bawah latihan Yip Man, Lee terus berlatih dan ilmu beladirinya semakin berkembang. Namun karena sering berkelahi di jalanan orang tuanya memutuskan untuk memindahkan Bruce Lee ke Amerika untuk bersekolah di San Francisco.

Di Amerika, Lee berhasil menyelesaikan studinya di Edison Technical School dan pada Maret 1961, Lee masuk ke University of Washington. Sambil menyelesaikan studinya, ia juga mulai menciptakan aliran kung fu sendiri yang ia beri nama Jeet Kune Do. Jeet Kune Do berjalan sukses dan Bruce Lee akhirnya membuat Jun Fan Gung Fu Institute, sebuah sekolah bela diri yang besar di Seattle. Pada tahun 1964, Lee diundang untuk hadir dalam Long Beach International Karate Championship untuk memperkenalkan Kung Fu di Amerika. Saat itu, seorang produser acara televisi sangat terkesan dengan penampilan Bruce yang penuh intensitas dan konsentrasi. Bruce Lee akhirnya mendapat peran sebagai Kato dalam film Green Hornet. Film yang mengangkat popularitasnya.

Mie Kung Fu Pare -Pare 2 lelakibugis

Popularitas aktor yang meninggal di usia muda, 32 tahun, ini sampai kini masih terasa. Di sebuah kota yang berjarak 150 km arah utara Makassar, Pare – Pare. Di kota kelahiran presiden RI ke 3, BJ Habibie, ini terdapat sebuah rumah makan yang memajang foto Bruce Lee dengan ukuran besar. Foto Bruce Lee dengan outfit yang menjadi ciri khasnya akan menemani pengunjung menyantap menu andalan rumah makan ini. Menu andalan itu adalah Mie Kungfu, yang juga menjadi nama rumah makan itu, Rumah Makan Mie Kung Fu.

Bagi pecinta kuliner dengan rasa pedas yang khas, mie kungfu ini wajib dicoba. Mie Kung Fu adalah makanan berbahan dasar mie spaghetti dengan saus tomat. Mie Kung Fu memiliki topping beragam mulai dari daging ayam, bakso sapi, bakso goreng hingga udang dan disajikan bersama sayuran dalam kuah kaldu ayam secara terpisah. Belum lagi kuah kaldu ayam mie kung fu dimasak khusus menggunakan arang memberikan kelezatan tersendiri. Untuk kuah kaldu ayam rumah makan ini membutuhkan sekarung arang untuk 2 (dua) hari dan 20 – 30 ekor ayam setiap harinya untuk kuah kaldu ayam.

rumah makan mie kung fu lelakibugis

Mie Kung Fu di Pare – Pare

Ide untuk membuat rumah makan dengan menu mie kung fu muncul saat H. Karlos Husain, pemilik usaha pakaian impor, D’Carlos, berada di China untuk membeli barang. Saat itu ia melihat sebuah rumah makan yang menyajikan menu dengan nama unik ini. Setelah pulang ia pun kemudian memutuskan untuk membuka rumah makan dengan menu yang sama.

Tak hanya menyajikan mie kung fu, rumah makan yang terletak di Jl. Bau Massepe Pare – Pare ini juga menyediakan beragam makanan lain baik itu makanan berat seperti mie goreng, nasi goreng, mie kering, ayam goreng dll, hingga penganan seperti ubi goreng dan kentang goreng. Salah satu daya tarik rumah makan ini adalah kue – kue tradisional yang sudah jarang ditemui kecuali pada momen – momen tertentu seperti hajatan pernikahan. Kue – kue tradisional itu semacam Bolu Peca’, Onde – Onde, Sikaporo hingga Putu Pesse’.

Sebagai peneman makan, pelanggan pun bisa memesan aneka minuman, dari kopi hitam hingga beragam jus buah dan tentu saja minuman tradisional seperti Sarabba, minuman khas Bugis Makassar berbahan jahe, gula merah, dan santan. Minuman ini terkenal karena bisa memberikan rasa dan sensasi kehangatan saat meneguknya, sarabba ini juga bisa menjadi minuman untuk mengembalikan stamina setelah beraktifitas atau saat dalam perjalanan.

Kue Tradisional Putu Pesse dan Sikaporo di Rumah Makan Mie Kung Fu Pare Pare

Kue Tradisional Putu Pesse dan Sikaporo di Rumah Makan Mie Kung Fu Pare Pare

Selain mie kung fu, menu lain yang banyak dicari pelanggan adalah Bubur Manado. Bubur Manado di rumah makan ini disajikan berbeda yaitu dengan memisahkan isinya dan kuahnya. Menu ini laris di pagi hari sebagai santapan sarapan bagi pelanggan.

Beragam makanan dan minuman di rumah makan Mie Kung Fu ini selalu tersaji dalam keadaan fresh from the oven. Setiap hari bahan – bahan untuk makanan dan minuman itu dibeli dari pasar tradisional terdekat setiap pagi. Jika ada makanan yang tak terjual, biasanya makanan itu akan dibagikan ke karyawan grup perusahaan milik H. Karlos yang berjumlah 98 orang. Selain rumah makan Mie Kung Fu ini, pemilik sabuk Dan II Karate ini juga memiliki toko barang impor, kafe, penginapan hingga radio.

Jika punya kesempatan ke Pare – Pare atau sedang menempuh perjalanan ke Toraja dan melewati kota kelahiran Habibie ini, jangan lupa menyempatkan untuk mampir. Rumah makan ini adalah tempat yang tepat untuk beristirahat melepas lelah dan lapar dalam perjalanan. Merasakan sensasi makan Mie Kung Fu ditemani Bruce Lee tentu sebuah pengalaman yang harus dicoba. Akan lebih lengkap jika makan berdua pasangan sambil bercerita tentang romantisme kisah cinta Habibie – Ainun di kota kelahiran Habibie.

 

 

 

Related Posts

About The Author

One Response

Add Comment