Mencatat Dan (Kelak) Menagih Janji Danny

Tak lama berselang setelah Moh. Ramdhan Pomanto dilantik menjadi walikota Makassar, Komunitas Blogger Anging Mammiri mengundang beliau untuk bertemu warga dalam sebuah obrolan santai. Melalui media sosial, Danny Pomanto (panggilan akrab Walikota) menyanggupi undangan itu.

Mungkin karena sibuk, Danny melimpahkan pertemuan itu ke bawahannya, Dinas Komunikasi dan Informasi Makassar. Kami sempat bertemu dengan Pak Kadis yang saat itu menjanjikan “nanti kami hubungi kalian yah” untuk pelaksanaan obrolan santai itu. Sampai sekarang, janji Pak Kadis itu tak pernah terealisasi.

Lalu tibalah masa ketika Makassar dipenuhi dengan pemberitaan tentang kondisi kota yang jauh dari kata aman dan nyaman untuk dihuni. Di media sosial, tagar #MakassarTidakAman dan #MakassarHarusAman lalu lalang di timeline Twitter, Facebook, Instagram dan Path. Gerah dengan tagar ini, Danny Pomanto dan Kombes Fery Abraham, menyebut netizen sebagai provokator dan mengancam akan menangkap mereka.

Kabar ini sampai pada Bunda Judith yang memiliki kedekatan dengan banyak blogger dan juga pejabat kepolisian. Di Jakarta, Bunda Judith resah dengan kabar ini. Ia pun berinisiatif untuk mempertemukan netizen Makassar dengan aparat kepolisian di Makassar. Singkat cerita, Obrolan Santai Blogger dan Netizen bersama aparat dari Kepolisian Daerah Sulselbar yang diwakili oleh Kombes Endy Sutendi Kadiv Humas Polda Sulsebar.

Dalam pertemuan itu yang berlangsung tanggal 3 Maret itu, Kombes Endy mengungkapkan bahwa memang ada miskomunikasi antara netizen dan warga dengan pihak kepolisian. Miskomunikasi ini menyebabkan misinformasi antara pihak kepolisian dan warga. Banyak informasi tak benar yang beredar tentang kinerja kepolisian. “Tak benar kalau kami melepaskan pelaku pembunuhan, meski di bawah umur, itu bunuh diri namanya” ungkap Endy.

Dalam obrolan santai yang digelar Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri itu, Endy Supendi mengatakan akan meminta setiap Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) di wilayah Makassar untuk membuat akun twitter demi kemudahan akses informasi, dari pihak kepolisian ke masyarakat, pun sebaliknya.

Pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar yang berhalangan hadir pada pertemuan itu kemudian meminta agar Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri menggelar kembali kegiatan serupa. Kapolrestabes Makassar, Kombes Fery Abraham, berjanji akan menghadirkan walikota Makassar pada pertemuan selanjutnya.

Berselang 2 (dua) hari, tepatnya 5 Maret, Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri kembali menggelar obrolan santai dengan menghadirkan Walikota dan Kapolrestabes Makassar di tempat yang sama yaitu di Kedai Pojok Adhyaksa.

Suasana Obrolan Makassar - Paccarita

Peserta Obrolan Makassar yang membludak, banyak yang tak dapat kursi. (foto: @Paccarita)

Walikota Makassar dan Kapolrestabes Makassar datang tepat pukul 20:00 wita setelah sebelumnya membuka Pasar Palam Jappa Jokka Cap Gomeh di kawasan Pecinan. Dalam obrolan yang berlangsung santai  itu, Fery Abraham mengamini apa yang dikatakan Kadiv Humas Polda Sulselbar pada pertemuan sebelumnya, yakni terjadi miskomunikasi antara pihak kepolisian dengan warga, khususnya netizen.

Fery Abraham mengungkapkan bahwa kasus kriminalitas di Makassar sebenarnya menurun dari Januari hingga Februari 2015, namun tidak menutupi kemungkinan kasus yang ada di data kepolisian berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan. “Bisa saja banyak warga yang tidak melapor, sehingga data kami berbeda angkanya. Tentu saja kami tak bisa memproses kasus jika tidak ada laporan” ungkapnya.

Fery juga mengungkapkan bahwa pelaku 24 kasus perampokan di minimarket dan warkop sudah tertangkap namun tak begitu diketahui oleh publik. Sumbatan informasi ini menyebabkan warga, utamanya netizen, menganggap aparat kepolisian tidak bekerja maksimal.

“Sebenarnya polisi sudah bekerja keras dengan maksimal untuk kasus geng motor itu sendiri. Kami sudah beberapa kali menangkap para geng motor yang kebanyakan masih pelajar” tutur Fery Abraham. Ia pun menjanjikan dalam bulan ini semua Polsek di wilayah Makassar untuk menggunakan twitter sebagai sumber informasi dari kepolisian.

Baca Juga: Apa itu Begal? Kasus Begal di Makassar

Menanggapi pertanyaan salah satu peserta tentang tuduhan netizen sebagai provokator yang sempat terlontar di sebuah media, Fery memberi klarifikasi, “Sebenarnya itu keliru, maksud saya kalian ini, para blogger dan netizen adalah mitra kami di lapangan, tanpa kalian kita tidak bisa tau keadaan yang mungkin tidak terjangkau di wilayah patroli kami.” Ungkapnya.

Ada pun Danny Pomanto, selaku walikota, saya mencatat beberapa hal yang ia ungkapkan telah dan akan sedang lakukan untuk Makassar dan warganya. Bagi Danny, Kota Dunia adalah kota yang bisa mengajak warganya keluar rumah dengan berjalan kaki dan menikmati semua fasilitas kota dengan nyaman.

Saat ini, kata Danny, Makassar masih dalam tahap pengembangan pedestrian untuk memenuhi kebutuhan fasilitas bagi para pejalan, juga untuk penyandang difabel dan juga untuk lansia (lanjut usia). “Makassar sebenarnya sudah menuju Kota Dunia, kita lihat sekarang sudah banyak pengembangan ruang publik di Makassar,” aku Danny Pomanto yang kemudian memberikan salah satu contoh yaitu Taman Maccini Sombala yang diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi.

Pertumbuhan kota yang pesat diakui Danny sebagai salah satu penyebab maraknya kriminalitas di Makassar. Danny Pomanto mengungkapkan telah mencanangkan sebuah ruang publik supaya warga bisa kembali lagi bersosialisasi atau sebagai tempat bermain anak-anak muda. “Saya akan membangun ‘Lorong Garden’ dimana setiap lorong yang ada akan dibangun seperti taman-taman hijau yang menyegarkan mata. Saya juga akan membangun lapangan seluas 2 rumah untuk ruang publiknya. Mudah-mudah program ini berjalan di tahun depan yang mana tahun itu merupakan pengadaan infrastruktur di Kota Makassar”.

Selain ‘Lorong Garden’, Danny Pomanto juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar sedang membangun rumah singgah bagi anak-anak jalanan, di mana mereka bisa mengembangkan kreatifitas. “Nanti yang mengajar adalah tenaga pengajar yang sukarela membantu, mungkin komunitas 1000 guru bisa membantu mewujudkannya.” Janji lain Danny Pomanto adalah akan mengadakan Liga Sepak Bola Jalanan di Anjungan Losari saat Car Free Day setiap minggu.

Penyerahan spanduk #MakassarHarusAman yang ditanda-tangani oleh Komunitas Makassar dan warga pada Walikota Danny Pomanto dan Kapolrestabes Makassar sebagai acara penutup Obrolan Makassar.

Penyerahan spanduk #MakassarHarusAman yang ditanda-tangani oleh Komunitas Makassar dan warga pada Walikota Danny Pomanto dan Kapolrestabes Makassar sebagai acara penutup Obrolan Makassar.

Ada banyak janji yang terucap malam itu, meski kita telah kenyang akan janji, sebagai warga negara yang baik, kita tentulah mesti mencatat dan kelak menagihnya. Mungkin berlebihan, tapi tak ada salahnya, jika berharap obrolan santai ini bisa jadi awal bagi pemerintah kota dan aparat kepolisian untuk duduk bersama dan mendengar curhatan warganya di hari – hari ke depan.

 

Related Posts

About The Author

6 Comments

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.