Makassar Yukkk – Maritage Indonesia

Rabu (11/05) menjelang senja terbenam, bersama dua orang teman saya menyusuri jalanan Makassar menuju Benteng Jumpandang, tempat gelaran Gala Dinner Makassar Yukkk – Maritage Indonesia.

Kami bertiga memutuskan untuk berangkat lebih awal demi menghindari macet. Jalan-jalan yang harus kami lalui dari Kedai Pojok Adhyaksa menuju tujuan kami memang sering kali tak bersahabat, utamanya di sore hari. Macet di mana-mana.

Rupanya kami tiba terlalu cepat meski tepat waktu sesuai yang disampaikan pada kami bahwa acara akan dimulai pukul 18:30 wita. Sembari menunggu saya menyempatkan untuk melihat dan memotret persiapan panitia.

Lapak Putu Cangkir, salah satu kue tradisional Bugis - Makassar di gelaran Gala Dinner Makassar Yuukkk Maritage Indonesia.

Lapak Putu Cangkir, salah satu kue tradisional Bugis – Makassar di gelaran Gala Dinner Makassar Yuukkk Maritage Indonesia.

Waktu lumayan lama itu juga saya manfaatkan untuk mengobrol dengan ibu penjual Putu Cangkiri’ yang memasang lapak jualannya. Sehari-hari ibu itu menjajakan penganan tradisional Bugis – Makassar itu di Jl. Rappocini, tak jauh dari Kantor Departemen Agama Makassar. Kehadiran ia di acara itu, katanya, atas permintaan dari Ibu Walikota Makassar.

Sekira pukul 19:30 wita, “Jangan diinjak dulu, ini karpet baru” terdengar suara seorang perempuan mengarahkan beberapa panitia. Mereka mulai menggelar karpet merah untuk menyambut para tamu.

Tak lama berselang, tetamu pun datang. Belasan anak menyambut mereka dengan menarikan tarian Gandrang Bulo. Tarian khas Makassar yang biasanya diperuntukkan untuk menyambut tamu . Dengan berpakaian tradisional Makassar, anak-anak itu melonjak-lonjak energik mengikuti tabuhan gendang dan mengantarkan tetamu menuju meja-kursi yang telah disiapkan panitia di sisi barat Gedung Aula Benteng Jumpandang.

Syarifuddin Daeng Tutu, seorang passinrili’ yang bertindak sebagai Master of Ceremony Makassar Yukkk – Maritage Indonesia

Syarifuddin Daeng Tutu, seorang passinrili’ yang bertindak sebagai Master of Ceremony Makassar Yukkk – Maritage Indonesia

Syarifuddin Daeng Tutu, seorang passinrili’ yang bertindak sebagai Master of Ceremony mengawali acara dengan menjelaskan tiga nama yang dimiliki oleh Benteng Jumpandang. Selain Benteng Jumpandang, benteng yang merupakan satu-satunya benteng yang tersisa dari 12 benteng yang dimiliki oleh kerajaan Gowa ini, juga memiliki nama lain yaitu Benteng Pannyua dan Benteng Rotterdam.

Dalam acara Gala Dinner Maritage yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar ini, para tamu disuguhi dengan beragam makanan khas kota Makassar seperti konro, ikan bakar, dan beragam kue-kue tradisional.

Beberapa pemusik yang tergabung dalam Orkes Toriolo menghibur tetamu yang menyantap makan malam dengan sajian lagu-lagu tradisional. Iringan alat musik yang serupa dengan alat musik keroncong dan suasana malam haru di dalam benteng membawa para tamu serasa kembali ke masa puluhan tahun lampau.

Gala Dinner ini sendiri adalah kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar untuk menyambut peserta Makassar Yukk – Maritage Indonesia. Maritage Indonesia sendiri adalah bagian dari ‘Multicultural Art and Heritage for International Development’ atau MARITAGE Internasional yang merupakan wadah global untuk mitra multisektoral dalam upaya berbagi nilai seni warisan budaya yang dapat berkontribusi pada pengembangan masyarakat.

 

Silvia Yohan, Sekretaris Maritage Indonesia. Sekilas mirip anggota JKT48 yah..

Silvia Yohan, Sekretaris Maritage Indonesia. Sekilas mirip anggota JKT48 yah..

Sejak berdirinya pada bulan Agustus 2013, Maritage Indonesia sudah banyak kegiatan-kegiatan, antara lain: tahun 2014 membantu memasarkan hasil kerajinan binaan CSR Pertamina dalam pertemuan para buyers di New York, USA; mengirim designer muda yang mendapatkan beasiswa dari MARITAGE Korea; pameran Giving Back Art & Design oleh perupa Ibu Astari Rasyid di Busan, Korea; Christmas Concert.

Pada tahun 2015, Maritage Indonesia menyelenggarakan acara Kartini Day dan Wisata Budaya “SOLO yuukkk…”. “Tahun lalu kami mengadakan acara jalan-jalan ke Solo, tahun ini Makassar menjadi tujuannya dengan tema Makassar Yuukkk” ungkap Silvia Yohan, sekretaris Maritage Indonesia. Dalam MAKASSAR Yuukkk ini, 38 sosialita datang dari Indonesia, Singapura dan Malaysia bersama tujuh panitia mengunjungi beberapa lokasi wisata di Makassar dan daerah sekitarnya.

Pada tanggal 10 Mei, mereka mengunjungi Istana & Musium Kerajaan Gowa: “Tamalate & Balla Lompoa”. Mereka disambut dan dijamu oleh Bupati Gowa dan istri, Bapak Adnan Purichta Ichsan & Ibu Priska Paramitha Adnan dengan sajian makan siang khas Gowa di Istana Tamalate. Ada pula pertunjukan Tarian Pakarena & Tarian Peppeka’ ri Makkah. Malam harinya, para peserta Makassar Yuukkk menikmati makan malam khas Makassar & Pertunjukan Musikal “I Basse Goes To Bollywood” di Trans Studio Makassar.

Pada Rabu, 11 Mei  peserta Makassar Yukkk – Maritage Indonesia juga mengunjungi gelaran FEMME: Celebes Beauty Fashion Week, pameran fashion terbesar di Kawasan Timur Indonesia, diadakan oleh Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar dan 3 Pro. Dalam kegiatan itu mereka menyaksikan proses pembuatan Baju Bodo dan Fashion Show.

Baca Juga: Mencatat Dan (Kelak) Menagih Janji Walikota Danny Pomanto 

Pada malam Gala Dinner Makassar Yukkk – Maritage Indonesia yang dihadiri oleh  Walikota Makassar, Bapak Ramdhan Pomanto & Ibu Indira Jusuf Ismail, serta Kadis Parekraf Makassar, Ibu Ir. Rusmayani Madjid, para tamu juga menikmati pertunjukkan Pa’raga dan  Tarian Ganrang Bulo & Tarian 4 Etnis (Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar) sebagai penutup acara.

Kegiatan ini adalah upaya Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki kota Makassar. Sosialita-sosialita yang hadir malam itu tentu bisa menjadi ‘duta’ wisata bagi Makassar. Sepulang dari Makassar Yuukkk mereka tentu punya banyak cerita tentang potensi wisata Makassar yang bisa mereka ceritakan ulang pada teman dan kolega mereka.

Related Posts

About The Author

Add Comment