Makassar Butuh Sendok Senilai 965 Juta!

Baru-baru ini Harian Kompas Online merilis berita bertajuk Pemkot Makassar Ajukan Dana Pengadaan Sendok Hampir Rp 1 Miliar. Pengajuan itu tercatat dalam draf penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015, besarannya Rp 965 juta. Sebuah angka yang fantastis untuk pengadaan sendok. Besaran anggaran untuk pengadaan sendok yang tidak masuk akal itu tertera dalam daftar rencana kerja anggaran (RKA) APBD 2015 yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kota Makassar, Senin (15/12/2014).

RKA Sekda MKS

Berapa banyak sendok yang akan dibeli Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Makassar dengan uang sejumlah Rp. 965.000.000,- itu? Mari iseng berhitung. Anggaplah harga sendok perlusin adalah Rp. 100.000,- maka uang sejumlah Rp. 965 juta itu bisa membeli sebanyak 9650 lusin sendok! Lalu berapa sendok yang akan bisa dipakai oleh pegawai Sekda Pemkot Makassar perhari?

Sendok sebanyak 9650 lusin dibagi 12 bulan dibagi 25 hari kerja akan menghasilkan 32 lusin lebih sendok perhari. Berarti mereka bisa memiliki 32 lusin x 12 biji = 384 buah lebih sendok perhari. Pertanyaannya; apakah setiap hari mereka membutuhkan sendok sebanyak itu? Apakah mereka harus membeli sendok sebanyak itu setiap hari? Ingat, harga 100rb perlusin itu adalah harga perkiraan saja, bisa saja harga sendok jauh lebih murah yang berarti jumlah sendok yang bisa mereka beli jauh lebih banyak.

Selain pengadaan sendok yang nilainya fantastis itu, ada beberapa item belanja lain di dalam RKA Sekda Pemkot Makassar yang perlu mendapat sorotan. Di antaranya penyediaan makanan dan minuman pada Sekda Kota Makassar senilai Rp 11,8 miliar yang terdiri dari makanan dan minuman harian pegawai senilai Rp 3,1 miliar, belanja makanan dan minuman rapat Rp 3,3 miliar, serta belanja makanan dan minuman tamu Rp 5,4 miliar.

anggaran sendok makassar

Dengan anggaran makanan dan minuman harian pegawai sebesar Rp. 3,1 miliar berarti setiap harinya pegawai sekda pemkot Makassar menghabiskan Rp.10.333.333. Angka ini mungkin masuk akal jika jumlah pegawai sekda pemkot sebanyak 200an orang lebih yang berarti uang makan setiap pegawai sekda pemkot sebesar 50.000 perhari.

Nah bagaimana dengan nilai belanja makanan dan minuman rapat? Dengan rumus yang sama; Rp. 3.3 miliar dibagi 12 bulan dibagi 25 hari kerja kita akan mendapatkan angka 11.000.000 per rapat per hari. Rapat semacam apa yang mereka gelar sehingga membutuhkan dana sebesar 11 juta? Apakah sekda pemkot Makassar setiap harinya menggelar rapat? Kalau rapat setiap hari, kapan mereka kerja yah?

Sekarang mari kita hitung belanja makanan dan minuman untuk tamu yang disiapkan oleh sekda pemkot Makassar berdasarkan RKA 2015 tadi. Nilainya adalah Rp. 5.4 miliar. Dengan nilai sebesar ini, maka sekda pemkot Makassar akan menyiapkan uang sebesar Rp. 18 juta perhari. Berapa banyak tamu yang datang ke kantor mereka dan apa saja yang mereka suguhkan kepada tamunya setiap hari hingga mereka butuh dana sebesar itu?

Kembali ke soal sendok tadi, apakah sekda pemkot Makassar benar-benar membutuhkan sendok sebanyak itu? Lalu kemana sendok yang selama ini mereka pakai sehingga mereka harus membeli sendok yang baru dan menganggarkan angka yang wow tadi?
Andai saja angka sebesar itu digunakan untuk membeli tempat sampah tentu bisa mendukung program LISA alias Lihat Sampah Ambil yang selama ini dikoarkan oleh walikota Makassar. Iseng saya mencari harga tempat sampah di mesin pencari google dan menemukan tempat sampah [seperti dalam gambar di bawah] dengan harga Rp. 700.000,-  Tempat sampah ini sudah bisa menampung 50kg sampah.

Tempat-Sampah- Rp 700rb

Uang sebesar 965 juta untuk sendok tadi bisa membeli sebanyak 1378 tempat sampah. Berdasarkan data statistik tahun 2010, Makassar memiliki 459 sekolah dasar. Setiap sekolah dasar di Makassar ini bisa mendapatkan masing-masing 3 (tiga) buah tempat sampah untuk mendukung gerakan Makassar Tidak Rantasa, program andalan sang walikota.

Pengajuan RKA 2015 oleh Sekda Pemkot Makassar ini perlu mendapat sorotan publik mengingat potensi korupsi sangat besar. Tahun lalu mereka sudah menganggarkan angka yang sama dan diterima oleh DPRD Makassar. Jangan sampai tahun ini berulang lagi tanpa ada penjelasan yang masuk akal dari mana angka-angka itu mereka dapatkan.

Related Posts

About The Author

Add Comment