Lelaki Yang Mencoba Menjadi Penulis Yang Baik

“Writing is easy. All you have to do is cross out the wrong words” – Mark Twain

Menulis itu tak sulit. Sepenggal kutipan dari Mark Twain itu menghiasi header blog beralamat di www.mzuh.wordpress.com.  Mzuh adalah singkatan dari Muhammad Zia Ul Haq, pemilik blog itu. Kutipan dari sastrawan berkebangsaan Amerika ini bukan sekadar hiasan. Penggalan kutipan ini adalah kalimah sakti untuk menyemangati dirinya dalam dunia tulis menulis.

Menulis, sebenarnya bukan hal yang baru bagi alumnus jurusan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar ini. Tahun 2014 ia sempat bergabung dengan Kompasiana, sebuah blog yang awalnya dibuat oleh dan diperuntukkan bagi jurnalis Kompas yang kini bertransformasi menjadi sebuah media warga (citizen media). Di Kompasiana, – Kompas cetak di masa – masa awal memiliki rubrik dengan nama Kompasiana juga,- setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video. Hanya menghasilkan 2 (dua) tulisan, ia kemudian vakum.

Barulah pada Juni 2015, sejak bergabung dengan Kelas Menulis Kepo, ia kembali aktif menulis dan hingga kini sudah menghasilkan 12 postingan. Tulisan pertama di blognya berjudul Gara – Gara PKM 2015, Saya Diduakan! Dimana Ian, panggilan karibnya, menumpahkan curhatnya tentang pacarnya yang selama beberapa waktu lebih memilih bersibuk ria menyibukkan diri dalam persiapan Pesta Komunitas Makassar 2015.

Dalam PKM 2015 yang melibatkan 130 komunitas, Nunu sang kekasih, berperan sebagai sekretaris. Maka wajar saja jika waktunya lebih banyak tersita untuk PKM 2015 sehingga Ian merasa tersisihkan. Kecemburuan Ian pada PKM 2015 yang menyita waktu kekasihnya ini hanyalah pintu masuk untuk kemudian menjelaskan bagaimana sebenarnya kegiatan PKM 2015. Menariknya, Ian mampu menuangkan dengan baik kecemburuannya dan bagaimana proses persiapan dan pelaksanaan PKM 2015 dalam sebuah tulisan dengan alur yang mengalir lancar. Tulisan itu bisa dibaca di Gara – Gara PKM 2015, Saya Diduakan!

Lelaki Yang Mencoba Menjadi Penulis Yang Baik2

Dalam 11 tulisan lainnya ada 3 (tiga) hal tema besar yang menjadi perhatian Ian; pendidikan, komunitas, dan apa yang terjadi di sekitarnya. Tema  pendidikan mendapat porsi yang lumayan banyak. Dalam kesehariannya, Ian memang dekat dengan dunia pendidikan. Ian adalah staf pengajar di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar, almamaternya.  Selain itu, ia juga aktif dalam komunitas yang fokus pada pendidikan, Komunitas 1000 Guru Makassar.

Dalam postingan Anak Muda Makassar Yang Mendidik, Ian memaparkan berbagai aktifitas komunitas di Makassar yang bergerak di bidang pendidikan. Di tulisan lain, Ian menuangkan kegelisahannya melihat berbagai komunitas ini. Jika dalam tulisan sebelumnya ia berharap banyak pada komunitas – komunitas itu di tulisan berikutnya ia malah bertanya “Dinamika Komunitas Edukasi Kota Makassar; Mencegah atau Mengobati?”

Dari tulisan – tulisan yang ada di blognya, terlihat lelaki yang sekarang melanjutkan Studi program Magister di Universitas Negeri Makassar ini seorang pelahap buku. Hampir di setiap tulisan ia mengutip pendapat tokoh, juga melandaskan argumennya dengan teori – teori dari tokoh yang ia kutip. Latar belakang sebagai akademisi yang haus bacaan ini berpengaruh besar pada tulisan – tulisannya yang runut, mudah dicerna, dan mudah dipahami.

Apakah Ian seorang lelaki yang kaku dan serius dalam setiap hal? Pertanyaan ini akan timbul begitu membaca postingan – postingan dalam blognya. Sebagai pengajar, Ian bukanlah sosok yang kaku. Berteman dengannya, kita akan segera tahu kalau ia seorang yang mudah menularkan keceriaan kepada orang – orang yang di sekelilingnya. Mungkin ini bawaan dari sifatnya yang peka pada orang – orang dan hal yang terjadi di sekitarnya.

Selain peka, Ian juga sosok yang tampil sederhana. Hal ini pun tampak pada tampilan blognya yang hanya menggunakan 3 (tiga) warna; hitam, putih dan abu – abu. Saking sederhananya, postingan – postingannya pun hanya ia bagi ke dalam 2 (dua) kategori; Catatan Perjalanan dan Tak Berkategori. Jika ia mau membuat kategori lebih, ini akan memudahkan pembaca untuk berselancar di blognya.

Juga, masih ada kesalahan – kesalahan mendasar dalam penulisan yang masih sering ia lakukan dalam postingannya. Meski cukup banyak, hal itu tidak mengganggu kenyamanan dalam membaca tulisan – tulisannya. Jika ia bisa menjaga semangat menulis, kepekaan pada sekitarnya dan rasa ingin tahunya, keinginan untuk menjadi penulis yang baik niscaya bukan hal yang mustahil.

 

Tulisan ini bagian dari #batusekam, alias Baku Tulis Senin Kamis Kelas Menulis Kepo.

Silakan bagikan jika kamu anggap artikel ini berguna bagi orang keluarga, teman atau siapa pun..

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook
Facebook
Google+
http://lelakibugis.net/lelaki-yang-mencoba-menjadi-penulis-yang-baik">
RSS
Follow by Email